Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Alasan Mengapa Mahasiswa Sebaiknya Kerja Paruh Waktu di Starbucks

Maria Kristi oleh Maria Kristi
22 Oktober 2019
A A
Starbucks

Starbucks

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi mahasiswa merupakan fase emas namun serba nanggung dalam kehidupan. Menurut saya lho yhaaa~

Di satu sisi, mahasiswa dianggap sudah cukup dewasa (dibandingkan adik-adik SMK) untuk bisa turun ke jalan dan memprotes Rancangan Undang-Undang yang dianggap kontroversial dan hal-hal lain seperti yang baru-baru ini terjadi. Di sisi lain, (kebanyakan) mahasiswa masih bergantung pada orangtua, terutama dari segi finansial.

ADVERTISEMENT

Lha iya tho, namanya juga masih mahasiswa. Belum kerja.

Selain kuliah dan politik, polemik yang dihadapi oleh para mahasiswa cukup pelik. Itu jika mau ditelisik. Seperti pilih mana? Jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang) atau mahasiswa kura-kura (kuliah rapat kuliah rapat); pacaran atau ta’aruf (eh), dan sebagainya. Tentang mahasiswa kupu-kupu versus kura-kura bahkan pernah diangkat Mojok di salah satu artikel.

Nah, belum lama ini muncul lagi thread dari Big Alpha yang membuat jiwa misqueen para mahasiswa ikut bergejolak. (Iya nggak sih kalian, wahai mahasiswa? Soalnya jiwa misqueen-ku ikut bergejolak.) Tentang berapa ekpektasi gaji dari pasangan di masa yang akan datang.

Setelah membaca thread itu serta DM di dalamnya, para mahasiswi mungkin akan menaikkan standardnya melihat banyak juga yang bergaji dua digit (sampai 50 jutaan) bahkan tiga digit. Sedangkan para mahasiswa terutama yang masih jomblo mungkin sedang sibuk menghitung kira-kira kapan mereka memenuhi syarat dua dan tiga digit itu sehingga bisa bebas dari kejombloan.

Stress ya? Sama.

Tapi ya udah lah, itu kan nanti. Kalian harus lulus dulu baru berbingung-bingung pilih langsung kerja, lanjut S2, atau daftar CPNS (yang terakhir ini baru gosipnya saja yang kedengaran, pengumuman resminya belum keluar). Belajar dulu yang bener, ikut organisasi kalau suka, main game kalau sempat, dan saya punya satu saran yang bisa dipertimbangkan nih: kerja paruh waktu.

Baca Juga:

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Mengapa kerja paruh waktu? Menurut saya,daripada pulang kuliah nggak ada kerjaan dan bengong di kosan, main game online, atau rapat-rapat organisasi tapi cuma jadi seksi nggak jelas, sebaiknya mahasiswa mempertimbangkan untuk kerja paruh waktu. Salah satu tempat kerja yang bisa dilirik adalah Starbucks. Yah, meskipun gaji yang didapat tidak sampai dua atau tiga digit juga sih.

Btw, sebelumnya saya ingin menjelaskan bahwa artikel ini sama sekali tidak disponsori oleh warung kopi manapun. Baik Starbucks maupun warung kopi saingannya.

Mengapa kerja paruh waktu? Dan mengapa di Starbucks?

Pertama, dengan bekerja paruh waktu, kamu bakal lebih menghargai uang dan waktu yang kamu miliki. Kamu pun jadi lebih pintar mengelola keduanya. Why? Karena kamu merasakan yang namanya “kerja cari duit” itu lelah jadi bakal lebih bijak waktu ngeluarin duit. Sementara itu, kerja paruh waktu akan memakan waktumu sehingga mau nggak mau kamu harus pintar bagi waktu antara kuliah, kerja, dan lainnya.

Ok, itu tentang kerja paruh waktu. Sekarang, mengapa Starbucks?

Ya, sebetulnya kerja paruh waktu nggak harus di Starbucks juga sih. Kamu bisa pilih tempat kerja lain seperti Mc Donalds, dan sebagainya yang memang meng-hire mahasiswa. Tapi ada satu keunggulan Starbucks dibandingkan tempat kerja lain seperti yang tertulis dalam buku The Power of Habit karangan Charles Duhigg. Di Starbucks, kamu mendapat pelatihan untuk menjadikan dirimu manusia yang biasa bertekad baja dan jago memecahkan masalah. Ya, kurang-lebih seperti itulah terjemahannya.

Jadi di Starbucks itu ada akronim LATTE untuk mengatasi pelanggan yang marah-marah. LATTE kependekan dari Listen to the costumer – Acknowlege their complaint – Take action, by solving the problem – Thank them – and Explain why the problem occurred. Atau dalam bahasa Indonesianya: dengarkan konsumen – pahami komplainnya – pecahkan masalah – ucapkan terima kasih telah menceritakan masalahnya – dan jelaskan mengapa masalah tersebut bisa terjadi. LATTE ini dilatih berulangkali sampai pegawai mengerjakan secara otomatis. Dengan prinsip inilah kedai kopi ini bisa bertahan dengan harga kopi yang sangat kompetitif, mereka menjual jasa, bukan kopi.

Lalu apa bagusnya menguasai LATTE ini untuk pegawainya? Bukankah itu hanya menguntungkan pemilik kedai karena pembelinya akan datang lagi dan lagi?

Tidak juga. Pegawai yang menguasai LATTE ini akan membawa kebiasaan memecahkan masalah dalam aspek-aspek lain kehidupannya. Jadi terbiasa tegar dan cepat mencari solusi jika ada masalah bukannya nangis-nangis nyalahin orang lain. Ini adalahaspek penting yang berguna bagi para mahasiswa nantinya setelah lulus dari bangku kuliah.

Itu doang keuntungan kerja di Starbucks? Ada yang lain?

Hm … Ya, itu tadi keunggulan utama yang katanya sih nggak ada di tempat lain. Tapi ada beberapa kelebihan lain kerja di tempat ini seperti dapat kopi gratisan per 4 jam kerja (tahu kan harga kopi di tempat ini lumayan bisa nguras kantong mahasiswa di akhir bulan), shift kerja yang bisa diambil mulai dari 4 jam per hari (untuk part timer, waktu kerja sekitar 20 jam per Minggu yang bisa diambil dalam 5 hari kerja), kesempatan praktek langsung kemampuan berbahasa Inggris (sebab pelanggannya pun banyak orang “bule” terutama kalau di kota besar), dan tentu saja dapat penghasilan tambahan.

Sekali lagi saya ingatkan kalau tulisan ini tidak disponsori pihak manapun ya. Kalau ada salah-salah data mohon dimaafkan. Itu berarti penulisnya kurang riset. hehe (Terus penulisnya dilempar bakiak.) (*)

BACA JUGA Heboh Nia Ramadhani yang Tak Bisa Mengupas Salak: Nobody is Perfect, Jadi Biasa Ajalah! atau tulisan Maria Kristi Widhi Handayani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2019 oleh

Tags: magangMahasiswaStarbucks
Maria Kristi

Maria Kristi

Seorang Dokter Spesialis Anak yang menemukan ruang praktiknya tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di rumah bersama lima buah hatinya. Ia Memadukan ilmu medis dengan insting seorang ibu

ArtikelTerkait

Coffee Shop Lokal seperti Fore Sangat Bisa Menyaingi Starbucks (Unsplash)

Bisakah Coffee Shop Lokal Seperti Fore Menyaingi Bahkan Mengalahkan Starbucks dalam Segala Hal?

9 Desember 2023
3 Cara Jitu Menghemat Uang Bulanan Selama Menjadi Mahasiswa UIN Jogja yang Terbukti Ampuh

3 Cara Jitu Menghemat Uang Bulanan Selama Menjadi Mahasiswa UIN Jogja yang Terbukti Ampuh

14 Mei 2025
6 Hal yang Cuma Ada di Universitas Terbuka Terminal Mojok

6 Hal yang Cuma Ada di Universitas Terbuka

10 November 2022
Menjadi Sarjana dari Desa dengan Tuntutan Sukses Versi Tetangga terminal mojok.co

Pada Akhirnya Mau Kuliah di Mana pun, Jurusan Apa pun, Habis Lulus, Semua Bisa Nelangsa

15 April 2020
Ngumpulin Sumbangan Bencana Alam kok Ngedarin Kardus di Lampu Merah. Kreatif, dong! terminal mojok.co

Aktivis Mahasiswa tuh yang Kayak Gimana sih?

14 Mei 2020
5 Siasat dari Mantan Barista untuk Menghadapi Mahasiswa yang Nongkrong di Kafe Berjam-jam, Rombongan, dan Nggak Jajan Mojok.co

5 Siasat dari Mantan Barista untuk Menghadapi Mahasiswa yang Nongkrong di Kafe Berjam-jam, Rombongan, dan Nggak Jajan

17 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.