Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Manusia Paling Kreatif itu ya Penulis Skenario Sinetron, lah

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
25 April 2020
A A
Klarifikasi dari Fizi Perihal Khilaf dan Sengketa dengan Upin Ipin Manusia Paling Kreatif itu ya Penulis Skenario Sinetron, lah

Manusia Paling Kreatif itu ya Penulis Skenario Sinetron, lah

Share on FacebookShare on Twitter

Presiden kita, Joko Widodo seingat saya pernah mengatakan kalau masyarakat Indonesia mesti kreatif dan inovatif dalam mengembangkan sekaligus memajukan Indonesia. Menjadi kreatif dan inovatif sebenarnya sudah lama dilakukan oleh para penulis skenario sinetron di Indonesia. Berkat mereka, sudah berdekade-dekade, sinetron selalu jadi primadona di setiap jam prime time di hampir semua stasiun televisi.

Bukti kreativitas penulis skenario sinetron ini bisa dilihat dari ide ceritanya yang “mengungguli” film mana pun. Dia punya banyak keajaiban-keajaiban tak terduga di setiap judulnya. Perhatiin deh, kalau nonton sinetron, kita pasti sering melihat adegan-adegan yang tak bisa dinalar, tapi nyata kita tonton, bukan?

Masih ingat sinetron yang tokohnya merebus boneka Hello Kitty? Saya tidak ingat judulnya. Namun, tentunya kamu nggak mungkin bisa berpikiran sampai segitunya kan? Misal gara-gara putus sama pacar gara-gara dia selingkuh, terus kamu merebus boneka Hello Kitty (yang jadi lambang perselingkuhan di cerita itu) dengan air panas hingga mendidih. Seperti kamu sedang mengazab bonekanya. Sungguh tidak berperikebonekaan.

Kamu-kamu yang kebetulan punya cita-cita luhur dan tekad baja ingin menjadi seorang penulis skenario sinetron, saya siap bertepuk tangan keras menyambutnya. Kamu bakal dilabeli orang paling kreatif se Indonesia. Sebab, kreatif memang jadi prasyarat sebagai seorang penulis skenario sinetron. Selalu cekatan ketika disuruh mengubah alur cerita akibat ada halang rintang tertentu.

Semisal saat salah satu pemeran tak bisa melanjutkan syuting karena satu dan lain hal. Penulis skenario sinetron harus bisa banting alur cerita, bahkan bisa berubah 360 derajat. Setelah itu menganggap penontonnya bisa menerima dengan lapang dada alias gampang dikelabui.

Saya jadi ingat sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Pada episode ke sekian, tokoh utamanya, Haji Sulam yang diperankan Mata Solar justru dihilangkan. Seingat saya, Haji Sulam dibikin meninggal ceritanya.

Penulis skenario sinetron juga orang yang diberi mandat supaya tokoh-tokoh yang diciptakan bisa menyelesaikan masalahnya dengan cepat pada alur cerita. Pentas teater kuno Yunani mengenal istilah Deus ex Machina, artinya Tuhan yang muncul dari mesin, atau penyelamat di saat genting. Deus ex Machina dipakai ketika tokoh pahlawan dalam sebuah teater terjebak dalam situasi hendak kalah.

Pahlawan itu sampai-sampai nggak punya cara lain, boleh dibilang hampir mati. Demi menghindari akhir mengenaskan, muncul dewa penyelamat yang ceritanya membawa terbang pahlawan tersebut. Kematiannya pun dianulir. Penulis skenario sinetron kita tak ketinggalan menggunakan Deus ex Machina tatkala tokoh utama terdesak, tak berdaya, atau nyaris menemui malaikat pencabut nyawa. Apalagi penonton televisi kita kan ogah melihat tokoh utamanya mati, menderita, dan sad ending.

Baca Juga:

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi 

Pengalaman Mengajar di SMA Negeri: Siswanya Sulit Diajak Berpikir Kreatif karena Takut Nilai Jelek

Peri yang muncul tiba-tiba, tokoh yang sengaja dihadirkan, sampai tangan pemeran antagonis yang mendadak panas sehingga hendak memukul pipi tokoh protagonis, semua dihadirkan, atau lebih tepatnya sengaja diadakan untuk menyelamatkan tokoh utama. Penyelamat-penyelamat itulah ibarat Tuhan. Memang benar hal demikian menabrak logika umum, tapi buat penulis skenario itu sama sekali tak menabrak logika—dirinya.

Omong-omong soal skenario, kurang afdal apabila nggak membahas dialognya. Inti dari skenario adalah dialog, sinetron pun sama. Namun, seperti yang telah saya tulis tadi, penulis skenario sinetron orang paling kreatif, dialognya pun berbeda dari dialog umumnya.

Pernah nonton sinetron terus pemerannya kelihatan diam tapi terdengar suaranya? Nah, itu suara hati. Sebagai penonton kita dibikin punya previlise bisa mendengar suara hati, dan mengetahui niat baik-buruk para karakternya. Sisi kreatif dialognya di mana? Film juga begitu kok! 

Beda dong. Karakter di sinetron kalau dialog atau monolog acap kali menghadap kamera. Dia malah seperti sedang asyik ngobrol sama si kameramen, atau lagi ngajak ngobrol penonton. Nggak perlu bingung apabila akhirnya muncul orang yang mengaku pernah diajak ngobrol bareng Jonathan Frizzy, Rianti Cartwright, atau Mpok Atiek.

Kadang karakter di sinetron yang sedang bicara dalam hati juga terdengar oleh karakter lain. Seakan-akan mampu menebak pikiran orang seperti Deddy Corbuzier sebelum banting setir jadi host dan youtuber.

Menimbang alasan-alasan tersebut, fix bahwa penulis skenario sinetron layak didapuk sebagai orang paling kreatif. Apabila ada kontes, misalnya Indonesia Awards atau Jokowi Awards dengan nominasi profesi paling kreatif, maka pemenangnya adalah penulis skenario sinetron. Entah yang terpilih dari ras dan oligarki media mana, atau bisa juga jalur independen.

BACA JUGA Menerka Alasan Alur Cerita Sinetron di Indonesia Banyak yang Absurd dan tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 April 2020 oleh

Tags: kreatifpenulis skenarioSinetron
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Apakah Sudah Saatnya Sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ Dirampungkan Tahun Ini? #TakjilanTerminal03 terminal mojok.co

Apakah Sudah Saatnya Sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ Dirampungkan Tahun Ini? #TakjilanTerminal03

14 April 2021
Tuyul dan Mbak Yul: Sinetron dengan Cerita Unik dan Penuh Pesan Moral

Tuyul dan Mbak Yul: Sinetron dengan Cerita Unik dan Penuh Pesan Moral

24 Januari 2022
khofifah indar parawansa gubernur jawa timur risma tri rismaharini wali kota surabaya sinetron konflik mobil tes pcr wabah corona mojok.co

Konflik Khofifah-Risma Adalah Contoh Sinetron yang Baik

2 Juni 2020
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan”

20 Mei 2020
Rumah Impian Waktu Sekolah: Pokoknya Ada Kolam Renangnya Kayak di Sinetron

Rumah Impian Waktu Sekolah: Pokoknya Ada Kolam Renangnya Kayak di Sinetron

29 Maret 2020
pengalaman menjadi aktor figuran sinetron mojok.co

Pengalaman Jadi Figuran Sinetron selama Sehari

4 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026
13 Kosakata Bahasa Madura yang "Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar Mojok.co

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

9 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.