Sinetron Dunia Terbalik Sebaiknya Menghilangkan Tokoh-tokoh Nyampah Ini – Terminal Mojok

Sinetron Dunia Terbalik Sebaiknya Menghilangkan Tokoh-tokoh Nyampah Ini

ArtikelFeatured

Muhammad Arsyad

Tokoh-tokoh dalam sinetron layaknya pemain bola. Ia harus siap diganti, kapan pun sutradara dan penulis cerita menghendakinya. Ini sering terjadi pada sinetron-sinetron kejar tayang. Tujuannya tidak lain supaya ceritanya tetap berlanjut. Apalagi jika sinetronnya punya daya pikat untuk meraup rating dan share sebanyak-banyaknya. Termasuk sinetron Dunia Terbalik.

Sejauh ini, sinetron yang betul-betul masih saya ikuti cuma itu. Makanya saya bisa tahu mana tokoh yang mendadak dihilangkan atau ditambah. Belakangan ada tokoh-tokoh baru yang hadir di Dunia Terbalik.

Tokoh-tokoh itu bukan hanya hiasan, melainkan juga poros cerita dan pemantik konflik-konflik baru. Namun tokoh-tokoh dalam sinetron Dunia Terbalik tak semuanya penting. Malahan ada beberapa tokoh yang bagi saya cuma nyampah dan sebaiknya dihilangkan saja sampai sinetron ini tamat.

Perlu saya tekankan dulu, apa yang saya tulis ini semata hanya mengenai tokoh dan perannya dalam Dunia Terbalik. Jadi sama sekali nggak bertautan dengan kehidupan pribadi si artis.

#1 Ujang

Tokoh Ujang, yang nama lengkapnya Ujang Markujang merupakan tokoh lama. Ujang sempat dihilangkan dari Dunia Terbalik. Dia pergi dari Desa Ciraos, yang kemudian kabarnya menetap di Gurawilan.

Saat Dunia Terbalik kembali dengan wajah baru yang konfliknya nggak lagi perkara berdebat kewajiban jadi TKI, Ujang kembali lagi ke Ciraos.

Kembalinya tokoh ini ke Ciraos sangat tidak mengesankan. Dia datang ke Ciraos dengan berjualan obat dengan cara menipu. Obat-obatan yang dijualnya semua nggak berkhasiat sama sekali. Malah bikin orang-orang tambah sakit.

Sejak come back, dengan wajahnya yang tengil, Ujang jadi tokoh yang menyebalkan. Apalagi saat dia datang lagi, hidupnya cuma numpang di rumah Pedro Alvaro Gonzales.

Sudah hidupnya cuma numpang, Ujang tak tahu diutung lagi. Tokoh yang suka garuk-garuk perutnya yang tambun itu malah seenaknya saja menyuruh Pedro, si tuan rumah buat ini-itu. Ujang selalu bilang “Biar berkah”.

Kalimat “Biar Berkah” yang kerap keluar dari mulut Ujang itulah yang membikin tokoh ini bertambah nggak layak untuk terus-menerus hadir di Dunia Terbalik. Kalimat tersebut lambat-laun bisa memberikan sugesti ke penonton. Bahwa kalimat “Biar berkah…” yang terkesan religius dan agamis itu bisa menjadi dalih untuk menghalalkan perlakuan semena-mena kepada orang lain.

#2 Dudung

Baca Juga:  Preman Pensiun 4: Sinetron Penuh Edukasi untuk Insan Pertelevisian Indonesia

Dudung adalah suami dari Eddah, salah satu TKI sukses. Eddah sendiri merupakan satu-satunya TKI di Ciraos yang nyaris setara dengan empat istri dari tokoh utama di sinetron Dunia Terbalik.

Barangkali tokoh Dudung tercipta setelah melihat kenyataan masyarakat bahwa yang sering gosip itu ibu-ibu atau kaum perempuan. Maka tokoh Dudung ini muncul sebagai suami alias laki-laki yang doyan gosip sebagai antitesis. Sayangnya gaya ngegosip si Dudung ini wagu.

Dudung hanya dimunculkan ketika ada adegan-adegan yang berpotensi digosipin. Misalnya, saat tokoh Pedro yang kepergok tengah berduaan dengan Sumi, pedagang kopi keliling. Padahal Pedro ini punya istri bernama Neni Suhaeni.

Dudung yang memergoki keduanya justru menyebarkan kabar burung bahwa Pedro pengin menceraikan Neni. Dudung sungguh keterlaluan. Puncaknya dari gosip yang disebarnya itu, Neni pun marah ke Pedro dan memutuskan berangkat jadi TKI.

Namun gosip yang disebar Dudung acap kali dimentahkan oleh Ustaz Kemed, alih-alih memicu konflik baru. Berkat kelakuannya itu, Dudung pantas masuk deretan tokoh yang cuma nyampah di sinetron Dunia Terbalik.

Jarang muncul, gagal memantik konflik, bukan penggerak cerita, ditambah kelakuan toksiknya, Dudung hanya nyampah di Dunia Terbalik. Saya sepakat kalau Dudung ini dihapus saja sekalian.

#3 Juni

Kemunculan pertama Juni buat mencari Masno, anaknya yang kabur ke Desa Ciraos. Masno peternak ayam yang cuma sebentar menghiasi sinetron Dunia Terbalik. Juni datang saat Masno nggak ada di Ciraos. Juni pun nggak mau pulang dan memilih menetap di Ciraos selama anaknya belum ketemu.

Akan tetapi, mungkin si sutradara dan penulis skenario lupa kalau tujuan awal Juni ke Ciraos untuk mencari anaknya. Juni justru suka sama Ustaz Kemed.

Ia dari yang semula datang cuma ingin mencari anaknya di Ciraos, beralih menjadi kompetitor Mak Eros untuk memperebutkan Ustaz Kemed. Tapi hal itu sangat nggak penting.

Apalagi selama ini, Mak Eros dengan lantang nggak akan membuka lagi pintu hatinya buat Ustaz Kemed. Juni baru terlihat penting saat drama pencarian Lilis, istri Kang Aceng di Malaysia.

Setelah itu, Juni hanya semacam pintu untuk kedatangan tokoh-tokoh sepele lainnya. Mulai dari Gendis, Kumala, hingga yang terakhir Ambar. Tokoh-tokoh yang saya sebutkan itu semuanya keponakan Juni.

Sekarang justru si Ambar inilah yang bikin suasana Ciraos tambah kocak. Wajahnya itu ternyata sanggup memikat hati Pak Kantib, alias Aming Sukarming. Sedangkan Juni hanya muncul untuk meledek Mak Eros.

#5 Tutik Hartuti alias Entut

Baca Juga:  Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan”

Kalau sinetron Tukang Ojek Pengkolan punya Bunga yang suaranya memekakkan kuping, Dunia Terbalik punya Entut atau Tutik Hartuti. Entut… kalau mau teriak-teriak lebih baik di stadion aja, nonton Indonesia lawan Thailand. Jangan teriak di sepetak rumah.

Tokoh Entut semakin tidak penting setelah ia menikah dengan Kusoy dan dikaruniai dua anak kembar. Dulu, anaknya Ceu Yoyoh yang satu ini adalah tokoh yang sanggup memantik konflik yang dramatis.

Entut pernah bermusuhan sama Dedeh saat memperebutkan Kang Sobri. Namun karena kalah saing, Entut mendekati Kang Kusoy. Setelah itu, Entut cuma seorang ibu rumah tangga yang nggak bisa ngurus anaknya. Dia muncul cuma ketika Ceu Yoyoh mampir ke rumahnya dan baru saja mendapat masalah.

#6 Kang Barnas

Kang Barnas itu ayahnya Cucuk. Tiap hari kerjaannya cuma duduk-duduk saja sambil ngopi. Kang Barnas ini tokoh yang—boleh saya bilang—tak perlu diciptakan.

Kang Barnas orangnya piawai bersilat lidah. Ia sanggup mengelabui siapa pun, terlebih yang baru mengenalnya. Dia termasuk tokoh yang munafik. Antara ucapan dan perbuatannya berseberangan.

Omongannya nggak bisa dipegang. Namun Kang Barnas bisa dipercaya beberapa orang. Kelakuannya ini malah bisa menjadi toksik bagi tokoh lain.

Kemunculan yang cuma sebentar, dan perannya yang nggak penting-penting amat, Kang Barnas tak perlu dihadirkan di Ciraos. Lagi pula, selama ini tanpa figur ayah pun, Cucuk adem-ayem saja tuh.

BACA JUGA Anji Perlu Mempertimbangkan Karier Baru Ketimbang Jadi YouTuber Kontroversial dan tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Baca Juga:  Solo Hiker: Lagi Naik Gunung Malah Disangka 'Laku Ngilmu' Jadi Dukun

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
58


Komentar

Comments are closed.