Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

Azzhafir Nayottama Abdillah oleh Azzhafir Nayottama Abdillah
16 Januari 2026
A A
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Belum lama ini Terminal Mojok mengangkat tulisan berjudul Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk. Karyawan yang melanjutkan studi memang patut diapresiasi. Namun, saya pikir, ada kelompok lain yang lebih pantas menyandang “terkuat di bumi” yakni mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. 

Beda lho antara mahasiswa nyambi bekerja dengan karyawan yang melanjutkan studi. Keduanya memang punya kewajiban lain di samping kuliah. Namun, untuk mahasiswa nyambi bekerja, saya rasa posisinya lebih susah. Di perkuliahan pada umumnya mereka tidak punya privilese seperti bisa masuk kelas malam, ada kuliah online, dan banyak hal lain. Sementara kondisi ekonominya biasanya lebih rentan karena belum punya pekerjaan mapan maupun karier yang matang. 

Berbeda dengan mahasiswa kelas karyawan. Kebanyakan dari mereka adalah karyawan yang sudah punya karier, pekerjaan mapan, atau kondisi ekonomi yang baik. Kuliah mereka juga memungkinkan disesuaikan dengan pekerjaan karena mengambil program kelas karyawan. 

Baca juga Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang.

Kuliah sambil kerja karena tidak punya pilihan

Bisa kuliah adalah privilese. Tidak semua orang bisa sampai di tahap ini. Namun, yang sering luput disadari, banyak mereka yang sudah kuliah pun berada di posisi yang sulit. Di balik cerita mahasiswa yang sibuk organisasi, healing tipis-tipis, dan ngopi cantik selepas kelas, ada mahasiswa lain yang harus menghitung ulang setiap pengeluaran. Mereka menunda kesenangan dan memilih bekerja untuk dapat tambahan uang demi bisa melanjutkan hidup. 

Mereka sedang bertahan. Keterbatasan biaya memaksa mereka mencari celah agar pendidikan tetap jalan tanpa harus terus-menerus membebani orang tua. Kerjanya pun sering kali jauh dari kata ideal, dari jaga konter, melayani pelanggan, ngojek, sampai kerja serabutan yang penting halal dan tidak bikin malu. Bukan demi foya-foya, tapi minimal agar uang jajan aman dan kebutuhan dasar terpenuhi.

Kerja apa saja demi bisa hidup

Jenis pekerjaan yang dipilih biasanya tidak jauh-jauh dari dunia part time. Mulai dari jaga kafe, bantu di toko, jadi barista dadakan, kasir minimarket, hingga jaga rental PlayStation. Itu baru contoh kecil. Di balik kesannya yang santai, pekerjaan-pekerjaan ini punya tanggung jawab yang tidak main-main. Datang telat bisa dipotong, salah hitung bisa ganti rugi, dan salah sikap sedikit saja bisa berurusan dengan pelanggan yang mood-nya sensitif.

Soal bayaran, jangan dibayangkan muluk-muluk. Umumnya mahasiswa part time dibayar sekitar 50 ribu rupiah per shift, dengan durasi kerja empat sampai enam jam. Angka yang kalau dibagi per jam rasanya lebih cocok disebut uang lelah daripada upah layak. Tapi, ya itu tadi, tetap harus dijalani. Tugas kuliah  menumpuk, deadline tidak kenal belas kasihan, dan kelas pengganti yang mendadak pun sudah jadi makanan sehari-hari. 

Baca Juga:

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Beruntungnya, tidak semua pekerjaan mengharuskan fisik turun langsung ke lapangan. Ada juga mahasiswa yang kerja sambil duduk menatap layar laptop, jadi admin media sosial, customer service, atau operator chat yang hidupnya di antara notifikasi dan balasan cepat. Capek iya, pusing iya, senang iya, repot iya. Tapi dari situ juga muncul rasa bangga kecil karena bisa bertahan. Mereka ini mungkin jarang pamer kesibukan, tapi kalau bicara soal daya tahan, mahasiswa pekerja jelas bukan kaleng-kaleng.

Baca juga Derita Mahasiswa yang (Sok-sokan) Kerja Part Time, Baru Kerja Sehari Langsung Mundur Teratur.

Jadi bahan refleksi bersama

Pada titik ini, kita juga perlu jujur mengakui bahwa realitas mahasiswa yang harus bekerja sambil kuliah lepas dari mahalnya biaya pendidikan tinggi. UKT, uang praktikum, buku, hingga biaya hidup harian bukan. Itu semua bukan kebetulan. Itu semua muncul dari keputusan-keputusan politik yang dirumuskan negara. 

Pendidikan tinggi hari ini masih kerap diperlakukan sebagai investasi personal, bukan tanggung jawab kolektif. Akibatnya, kelas menengah dan kelas bawah dipaksa kreatif bertahan. Salah satunya dengan bekerja sambil kuliah, meski konsekuensinya waktu istirahat terkikis dan fokus akademik sering terbelah.

Padahal, kalau negara benar-benar menempatkan pendidikan sebagai hak, bukan sekadar fasilitas, dukungan terhadap mahasiswa semestinya lebih diperhatikan. Bantuan biaya hidup, subsidi pendidikan yang tepat sasaran, dan kebijakan kampus yang ramah mahasiswa pekerja bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. 

Tujuannya bukan memanjakan, tapi memastikan mahasiswa bisa belajar dengan utuh. Mereka tidak perlu terus-menerus bernegosiasi antara nilai akademik dan isi dompet. Dan, seharusnya, di negeri yang mengaku menjunjung pendidikan, bertahan tidak perlu selalu sesulit ini.

Penulis: Azzhafir Nayottama Abdillah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2026 oleh

Tags: kelas karyawankerjaKuliahkuliah sambil kerjaMahasiswapart timepekerja paruh waktu
Azzhafir Nayottama Abdillah

Azzhafir Nayottama Abdillah

Mahasiswa Ilmu Politik yang memiliki pengalaman menulis selama 5 tahun. Memiliki minat riset dan pendidikan.

ArtikelTerkait

Bali Desa Mbangun Desa: Diminta Membantu, Realitasnya Perbudakan Gaya Baru

Bali Desa Mbangun Desa: Diminta Membantu, Realitasnya Perbudakan Gaya Baru

10 Oktober 2022
Society of Spectacle

Jadilah Society of Spectacle yang Baik dan Tidak Meresahkan

24 September 2019
Selain Niat Mahasiswa, Dosen Pembimbing Adalah Kunci Mulusnya Proses Skripsi Mojok.co

Selain Niat Mahasiswa, Dosen Pembimbing Adalah Kunci Mulusnya Proses Skripsi

10 Desember 2023
4 Hal yang Cuma Bisa Kamu Rasakan Saat Pacaran dengan Mahasiswa Jurusan Film dan Televisi

4 Hal yang Bakal Kamu Rasakan Saat Pacaran dengan Mahasiswa Jurusan Film dan Televisi

5 April 2023
5 Hal Penting yang Perlu Kamu Ketahui Soal Kuliah di ITB

5 Hal Penting yang Perlu Kamu Ketahui Soal Kuliah di ITB

19 Oktober 2023
Mengenang Kantin Kopma, Tempat Nongkrong Terbaik di UIN Walisongo

Mengenang Kantin Kopma, Tempat Nongkrong Terbaik di UIN Walisongo

13 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.