Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mahasiswa UNESA Iri dengan Wisuda ITS dan UNAIR

Rahadi Siswoyo oleh Rahadi Siswoyo
12 Oktober 2024
A A
Mahasiswa UNESA Iri dengan Wisuda ITS dan UNAIR Mojok.co

Mahasiswa UNESA Iri dengan Wisuda ITS dan UNAIR (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bukan hanya soal kualitas dan fasilitas, Mahasiswa UNESA masih dibuat iri ITS dan UNAIR soal wisuda. 

Wisuda adalah suatu momen yang penting dan cukup prestisius bagi hampir semua mahasiswa. Meskipun, ada juga yang beranggapan bahwa wisuda hanyalah perayaan simbolik yang tidak terlalu penting untuk diikuti. Mungkin, bagi mereka wisuda bukanlah akhir, tapi awal dari perjalanan hidup sebenarnya. Tapi, tak apa, kita rayakan sejenak pencapaian itu setelah berjuang melawan diri sendiri, dosen pembimbing, dosen penguji, dan segala rumitnya birokrasi kampus. Perjuangannmu, layak untuk dirayakan!

ADVERTISEMENT

Meskipun demikian, pendapat bahwa wisuda tidak begitu penting untuk diikuti seperti ada benarnya juga. Contohnya, wisuda saya beberapa bulan lalu. Sebagai alumni UNESA, saya merasa momen wisuda saya sangat tidak istimewa. Hal itu saya sadari setelah menghadiri wisuda teman-teman saya yang berkuliah di UNAIR dan ITS. Dalam hati, saya bergumam, “Sudah dibuat iri perkara kualitas dan fasilitas, masih saja dibuat iri perkara wisuda”. 

Bukan wisuda tapi wis udah

Dalam bayangan saya, wisuda adalah bagian yang paling menyenangkan sekaligus mengharukan dari berkuliah. Bagaimana tidak? Perjalanan panjang dan berliku semasa kuliah memang pantas dirayakan pada momen tersebut. Melempar toga, meneriakkan yel-yel kebanggan jurusan, atau dengan prosesi-prosesi lainnya, sungguh mengesankan rasanya. 

Tapi sayang, proses wisuda yang saya alami di UNESA cukup jauh dari harapan. Menurut saya pribadi, tidak ada yang cukup mengesankan dari kegiatan tersebut. Apa yang bisa diceritakan dari wisuda yang isinya duduk selama kurang lebih 6 jam hanya untuk dipanggil dan bersalaman dengan dekan? Setelahnya, tak ada hal yang cukup menarik selain berfoto di depan gedung rektorat. Itu pun masih terbilang kurang menyenangkan karena situasi yang mulai panas dan ramai dengan wisudawan bersama keluarganya. Kalau boleh saya kesankan, wisuda di UNESA adalah wis udah yang berarti selesai begitu saja.

Beda halnya ketika saya menyaksikan wisuda teman-teman saya yang berkuliah di UNAIR dan ITS. Meskipun sama-sama terlihat melelahkan, setidaknya masih terlihat antusiasme dari mereka dan semua yang datang. Suasana wisuda juga tampak hidup dengan berbagai prosesi-prosesi yang dilakukan di tiap fakultas. Suasana wisuda benar-benar hidup, bukan hanya sekadar ramai-ramai biasa.

Jadwal wisuda UNESA di hari efektif kerja

Saya heran dengan UNESA yang menyelenggarakan wisuda di hari-hari efektif kerja. Apa coba urgensinya? Ah, entahlah. Saya tidak mau berspekulasi lebih. Tapi serius, wisuda saat hari kerja ini sungguh menyebalkan. 

Pertama, untuk orang tua yang memiliki kesibukan bekerja harus mengambil cuti untuk menyaksikan proses wisuda yang kurang mengesankan. Kedua, untuk calon wisudawan yang sudah bekerja juga harus mengambil cuti atau izin, padahal baru saja dapat kerja. Ketiga, sudah tau akses jalan sekitar UNESA Lidah Wetan macet saat jam berangkat dan pulang kerja, tapi seolah nggak dipertimbangkan. Jujur saja, selepas wisuda, saya banyak disindir dan diprotes orang tua terkait pelaksanaan wisuda di hari kerja dan gitu-gitu aja. 

Baca Juga:

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Beda halnya dengan ITS dan UNAIR yang konsisten melaksanakan wisuda di akhir pekan. Suasananya jauh lebih nyaman karena tak ada pengorbanan-pengorbanan yang seharusnya tidak perlu dikorbankan. Teman-teman wisudawan juga bisa hadir dengan santai tanpa ada yang perlu ditinggalkan. Tentunya, jalanan tidak terlalu macet pula.

Spot foto yang kurang menarik

Saya akhirnya juga menyadari kalau spot foto di UNESA ternyata kurang menarik. Selain gedung rektorat, sepertinya tak ada lagi. Sialnya, saat saya wisuda, gedung rektorat sedang dalam proses renovasi sehingga sangat buruk untuk dijadikan latar berfoto seusai wisuda. Spot foto lainnya hanya taman dan gedung yang mungkin tak ada sangkut pautnya dengan wisuda. Alhasil, foto wisuda hanya sekadar foto yang terkesan estetik dengan latar belakang buram tanpa ada cerita atau makna. Nggak salah, tapi saya kurang suka.

Beda halnya dengan ITS dan UNAIR dan unair yang punya cukup banyak spot foto menarik. ITS dengan gedung rektorat serta patung rektor pertama yang merepresentasikan kampus perjuangan, atau gedung-gedung jurusan yang menggambarkan passion-nya mereka pada bidang tersebut. UNAIR dengan gedung rektorat yang bernuansa vintage nan megah, patung Garuda Mukti yang menunjukkan sejarah, atau Syariah Tower yang menunjukkan kemajuan. Ah, itu semua membuat saya semakin iri.

Tapi, pada nyatanya saya sudah menjadi alumni UNESA. Saya harap tulisan ini dapat diterima dalam segi positif oleh pihak kampus, itu pun jika ada yang membaca. Semoga dengan segala kritik yang ada, UNESA bisa lebih baik lagi. Bukan berarti tidak baik sama sekali, tapi jika sudah ada banyak kritik, artinya ada yang perlu dievaluasi. Sekian, sedikit surat cinta dari alumni.

Penulis : Rahadi Siswoyo
Editor : Kenia Intan

BACA JUGA  Wisuda Hanya Sebuah Seremoni, Rayakan Secukupnya Tak Perlu Berlebihan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2024 oleh

Tags: ITSKampusKuliahMahasiswaUNAIRunesawisuda
Rahadi Siswoyo

Rahadi Siswoyo

Penganut efisiensi energi yang meledak pada waktunya.. Gemar menghibur teman tongkrongan.

ArtikelTerkait

SMA

Tahu Kuliah Susah Rasanya Ingin Kembali Ke SMA Saja

5 Oktober 2019
3 Dosa yang Dilakukan Mahasiswa Baru Saat Ospek Kampus Mojok.co

3 Dosa yang Dilakukan Mahasiswa Baru Saat Ospek Kampus

9 Agustus 2025
Tabiat Dosen Gaib, di Kelas Tidak Pernah Ada, tapi Sogok Mahasiswa dengan Nilai A dosen muda

Kelakuan Dosen yang Bikin Ngelus Dada, Seenaknya Sendiri dan Bikin Naik Pitam Mahasiswa

11 Agustus 2024
7 Kampus yang Lokasinya Bikin Bingung Banyak Orang (Unsplash.com)

Kata Siapa Semua Kampus Itu Sama? Jelas Nggak lah, Jangan Ngadi-ngadi deh

1 Agustus 2023
Divisi Konsumsi, Divisi yang Layak Diapresiasi dalam Tiap Acara terminal mojok

Divisi Konsumsi, Layak Diapresiasi Tinggi dalam Tiap Acara

24 September 2021
4 Pengalaman Duka yang Dirasakan saat Rumah Dijadikan Tempat Nongkrong

Momen Perpisahan Anak Bandel dengan Ibu Kos yang Terlewat Dramatis

30 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.