Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Momen Perpisahan Anak Bandel dengan Ibu Kos yang Terlewat Dramatis

Aly Reza oleh Aly Reza
30 November 2020
A A
4 Pengalaman Duka yang Dirasakan saat Rumah Dijadikan Tempat Nongkrong

4 Pengalaman Duka yang Dirasakan saat Rumah Dijadikan Tempat Nongkrong

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah tiga tahun yang panjang, akhirnya saya memutuskan untuk mencukupkan masa perantauan saya di Surabaya dan melewati momen perpisahan dengan ibu kos.

Tentu saya memutuskannya setelah mempertimbangkan banyak faktor. Termasuk faktor-faktor receh seperti, Surabaya panas, sudah bosan, pengin cari suasana baru, sampai faktor sok-sokan seperti, kondisi di Surabaya nggak mendukung saya buat berkembang.

Tiga tahun berada di Kota Lapis Kukus, sepekan lalu saya akhirnya mantap untuk pindah ke kota tujuan saya selanjutnya.

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya mengalami momen boyongan. Sebab, sebelumnya saya juga pernah merasakan momen boyongan saat lulus dari pesantren. Tapi, jujur, baru pada momen boyongan kali ini rasanya kok sungguh mengharukan dan dramatis. Bukan hanya dari saya pribadi, tapi ibu kos pun turut berpartisipasi dalam menciptakan suasana haru nan dramatis tersebut.

Sebab, bagi saya, banyak momen memorable yang sudah terjadi di kos saya ini. Dan bagi ibu kos, mungkin banyak kebandelan saya yang bakal dia rindukan.

Kos saya terletak di Wonocolo gang III, perkampungan belakang kampus UIN Sunan Ampel Surabaya. Saya berani mengatakan, bahwa kos saya ini adalah satu-satunya kos termurah di area kampus (atau jangan-jangan termurah se-Surabaya). Cukup Rp200 ribu per bulan, dan saya sudah bisa mandi sepuasnya, listrik sak kapoke, dan nggak ada tambahan-tambahan biaya lain. Tapi, ya gitu, Rek, ada harga pasti ada rupa.

Kondisi kos saya bener-bener sangat memprihatinkan. Kamar mandi cuma satu, itu pun dengan saluran air dan WC yang kadang-kadang suka mampet. Keadaan depan kosan yang kemprohnya amit-amit, dan yang paling bikin mangkel, kos saya ini kalau siang panasnya sudah kayak simulasi neraka. Hla pakai asbes, je.

Kondisi di dalam kos saya memang bener-bener nggilani karena kasur dan bantalnya nggak saya pakaikan seprai, alhasil bekas iler ada di mana-mana. Belum lagi kalau hujan pasti bocor.

Baca Juga:

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

Tapi, saya berani bilang, bahwa kos saya adalah kos paling nyaman dan toleran yang pernah ada dalam kehidupan temen-temen tongkrongan saya. Pasalnya, kos saya ini selalu menjadi jujukan bagi temen-temen tongkrongan. Entah buat mandi, numpang boker, numpang tidur, numpang minta dimasakin nasi, numpang mokel waktu puasa, numpang ngeblong waktu Jumatan, bahkan ada juga temen saya yang numpang tidur tiga sampai lima kali dalam seminggu. Dan itu rutin selama tiga tahun ini.

Oleh karena intensitas kunjungan tersebut, akhirnya saya putuskan bikin los saja kos ini buat temen-temen tongkrongan saya. Kuncinya nggak pernah saya bawa ke mana-mana. Pasti saya taruh di atas pintu atau di sepatu.

Jadi, mereka bisa bebas keluar-masuk kos saya sewaktu-waktu, kapan pun mereka pengin dan mau. Oleh karena itu, kecuali weekend, bisa dipastikan kos saya nggak pernah sepi dari hilir mudik temen-temen tongkrongan. Dari pagi buta sampai larut malam, pasti ada saja yang datang ke kos.

Yang lebih parah nih, sikap los saya ternyata ditafsiri kebablasan sama temen-temen tongkrongan. Akhirnya mereka kayak bikin hukum sendiri yang intinya, apa pun yang ada di dalam kos saya adalah milik bersama.

Jadi, nggak heran jika kadang gitu sepatu atau jaket saya dipakai gantian sama temen-temen (seringnya nggak balik), atau laptop saya yang biasanya dipakai giliran buat ngerjain tugas. Kadang juga sebaliknya. Kalau ada barang temen-temen yang ditaruh di kos, pastinya bakal saya pakai juga.

Nah, gara-gara keseringan keluar-masuk kos, saya sering banget dapet teguran dari ibu kos. Sebulan bisa tiga sampai enam kali ditegur gara-gara urusan ini. Itu belum nanti kalau saya telat bayar kos.

Pokoknya dalam satu bulan, sudah bisa dipastikan ibu kos bakal nyemprot saya pakai ungkapan, “Ali! Itu air kan juga bayar, temen-temen kamu jangan dibiarin mandi di sini, dong!”, “Temen-temen kamu jangan sering-sering nginep, dong! Parkirnya nggak gratis!”, “Mau bayar kapan kamu? Telat terus, telat terus!”, “Kalau temen-temen kamu masih sering nginep di sini, kamu harus bayar dobel!”  Begitulah, dan semuanya cuma saya anggap sebagai angin lalu, nggak saya gubris.

Eh, saya gubris, sih, cuma temen-temen saya ini angil banget og tuturane. Dikasih tahu bukannya kapok dan ngurang-ngurangin main ke kos saya, eh malah sengaja makin intens datang ke kos. Emang niat banget biar saya kena semprot sama ibu kos terus-terusan.

Namun, kayaknya, aktivitas memarahi saya itu bakal absen dari keseharian ibu kos dalam bertahun-tahun ke depan, terhitung sejak tanggal boyongan saya. Itulah kenapa waktu saya menghadap ibu kos buat melunasi tunggakan sekaligus berpamitan, ibu kos malah kelihatan berkaca-kaca. Kayak nggak rela melepas kepergian saya.

“Ya Allah, Ali, kok cepet banget to pindahnya.” ucapnya sambil menepuk-nepuk bahu saya.

“Cepet matanya! Sudah tiga tahun loh, Bu. Tiga tahun yang nggak pernah absen dari semprotan Panjenengan,” timpal saya, tentu dalam hati, dooong, huhuhuhu.

Adegan selanjutnya adalah adegan yang cukup dramatis. Ibu kos tiba-tiba nyuruh saya duduk di warungnya. Saya dibuatkan teh dan dikasih sarapan. “Sebagai ucapan maaf dan terima kasih,” katanya. Maaf karena sering marahin saya, dan terimakasih karena bikin hari-hari dia jadi lebih berwarna berkat kabandelan saya.

“Terus kalau kamu pindah, yang bakal jadi langganan buat ibu marahin siapa dong, Li?” ujarnya.

“Uhuk,” mendengar itu saya autokeselek. “Ya malah syukur to, Bu, kalau anak-anak kos yang lain tertib-tertib.”

“Ya iya. Tapi, kan nggak ada yang bisa jadi pelampiasan emosi.”

Woooo bajilak tenan. Ternyata saya cuma jadi bahan pelampiasan emosi thok, to. Eh tapi bener ibu kos, sih. Tanpa anak bandel, hidup ini pasti bakal hampa banget, nggak ada warnanya sama sekali kalau orangnya lurus-lurus semua. Persis seperti yang dikatakan Pidi Baiq, “Tanpa anak nakal, reuni (dan hidup ini) nggak bakal rame.”

Tapi, ya sudahlah, hidup terus berputar. Saya jelas nggak bisa bandel-bandelan dan bikin jengkel ibu kos saya ini terus-terusan. Sebab, masih ada banyak ibu kos di luar sana yang harus saya bikin dongkol setengah mampus. 

Terakhir, buat temen-temen tongkrongan saya, Sohib, Rizquna, Syahrul, Rozi, Aris, Puji, Pandu, Jakfar, dan Dwiki, baik-baik ya di Surabaya. Mohon maaf, saya nggak bisa terus-terusan nampung kalian. Ha yo wegaaahhh, Cuk!

BACA JUGA Konten YouTube Crazy Rich Surabayans Mengajari Kita buat Sawang-Sinawang dan tulisan Aly Reza lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 November 2020 oleh

Tags: ibu kosMahasiswa
Aly Reza

Aly Reza

Muchamad Aly Reza, kelahiran Rembang, Jawa Tengah. Penulis lepas. Bisa disapa di IG: aly_reza16 atau Email: [email protected]

ArtikelTerkait

Dear Korban Bullying, Baca 3 Buku ini untuk Menemanimu Bangkit terminal mojok.co

Memang Dasar Minat Baca Rendah, Bedain Format PDF dan DOC Aja Nggak Bisa

6 September 2019
3 Fakultas Paling Wibu di UGM

3 Fakultas Paling Wibu di UGM

12 Juli 2023

Tolong, Jangan Suuzan sama Mahasiswa yang Ngerjain Skripsi di Coffee Shop

1 Juni 2021
CFD Universitas Negeri Malang (UM): Bukan Cuma Bikin Sehat, tapi Juga Bikin Sambat

CFD Universitas Negeri Malang (UM): Bukan Cuma Bikin Sehat, tapi Juga Bikin Sambat

3 Desember 2023
Kampus Mengajar, Program untuk Mahasiswa yang Ingin Merasakan Penderitaan Guru Honorer

Kampus Mengajar, Program untuk Mahasiswa yang Ingin Merasakan Penderitaan Guru Honorer

4 November 2023
Ada Nama Pacar di Skripsi Itu Nggak Dosa Kok Mojok.Co

Ada Nama Pacar di Skripsi Itu Wajar, kalau Putus Pikir Belakangan

23 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026
Orang Jakarta Baperan: Panggilan ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mojok.co

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

8 Mei 2026
Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.