Kondisi-kondisi Ngehek yang Jadi Penyebab Susah Tidur – Terminal Mojok

Kondisi-kondisi Ngehek yang Jadi Penyebab Susah Tidur

Artikel

Avatar

Sekalipun saya mendaku diri sebagai orang yang susah tidur, tetapi saya akui, tidur adalah kondisi yang saya nikmati. Lebih spesifik, saya menikmati proses saat kantuk mulai datang dan kesadaran saya mulai hilang. Pas udah tidur sih nggak terasa nikmat sama sekali ya, pun pas bangun juga nggak nikmat dan hawanya pingin lanjut tidur. Makanya, kondisi susah tidur saya sering berdampak ke kondisi lucu berikutnya yaitu susah bangun. Penyebab susah tidur dan susah bangun ini kompleks banget.

Akan tetapi, sekali susah tidur tetap susah tidur. Meski saya sudah sampai ke posisi paling wueeenak dan nyaris tidur, sering muncul kondisi-kondisi menyebalkan yang membuat kenyamanan saya terganggu. Kondisi itu terlepas dari adanya teman laknat yang telepon pukul dua subuh atau semacamnya ya, tetapi murni kondisi yang terjadi pada diri saya sendiri atau mentok lingkungan kamar saya. Berikut adalah daftar kondisi yang turut andil menjadi penyebab susah tidur.

Teringat harus bernapas manual

Pernah nggak sih pas tiduran dan udah nyaman banget, eh tetiba ingat kalau kita kudu bernapas? Itu rasanya nyebelin banget, saat kita sadar kudu bernapas secara manual, harus menghirup udara dan mengembuskannya lagi. Lucunya, saat kita nggak mikirin kudu bernapas secara manual, kita baik-baik saja dan pernapasan kita ganti ke mode otomatis.

Makanya, pas lagi enak mau tidur dan tetiba ingat kita lagi bernapas, otomatis kita bakal bernapas secara manual, kan? Nah, kondisi itu justru bikin gelisah dan bikin kita kehilangan kenyamanan dari posisi tidur. Mau gonta-ganti posisi tidur, kalau udah inget kita kudu bernapas, rasanya bakal mangkel puooool.

Sadar air liur menggenang di mulut

Ini juga. Pernah nggak sih pas santai-santai, tetiba ingat eksistensi air liur di mulut? Biasanya kalau nggak inget sih selow saja kan ya. Tetapi, kalau mendadak ingat, berasa ada danau di dalam mulut. Rasanya, mau diludahin, kok ya tetep muncul terus. Mau ditelan, kok capek juga tiap beberapa detik kudu nelen ludah. Mau dibiarin, kok sedikit demi sedikit menjadi lautan.

Lucunya, kalau kita nggak inget, entah ke mana itu perginya genangan air liur di mulut. Kayak, sirna begitu saja dan bahkan nggak pernah eksis di mulut kita. Pas inget, walah, sudah pasti kenyamanan kita terganggu dan faktor ini jadi penyebab susah tidur juga. Apalagi pada kondisi sudah lier-lier ngantuk mau tidur. Sudah auto jengkel dan gagal tidur. Lebih parahnya lagi kalo pas posisi tengkurap, walah bakal auto-ngiler.

Mendadak kepengin pipis

Kalau dua di atas terlalu bersifat ilmiah—ya kali aja ilmiahnya—kejadian yang satu ini adalah yang paling biasa, namun sering banget jadi penyebab susah tidur selanjutnya. Pernah ngerasain kan, pas lagi PW maksimal mau tidur, eh tiba-tiba muncul hasrat perihal toilet. Sungguh dilema berat antara harus merelakan PW mau tidur buat sekadar ke toilet dan pipis itu. Iya, pipisnya paling hanya beberapa menit. Nggak sampe semenit malahan, kecuali dalam sehari minum air satu tandon.

Tetapi, meski pipis itu sebentar, kegiatan itu sudah cukup untuk menghancurkan posisi PW kita tadi. Balik-balik ke kasur, meski rebahan dengan posisi yang sama kayak pas sebelum pipis, sudah dipastikan nggak bakal dapetin lagi itu posisi wueeenak.

Hal menggemaskan juga terjadi sebaliknya, saat kita lebih memilih mempertahankan PW daripada ke toilet. Kita bakal kehilangan rasa PW kalo terus-terusan menahan hasrat mau pipis. Pun, jika dengan ajaib kita bisa menahan hasrat pipis dan bablas tidur, konsekuensinya bukan main-main, yaitu mimpi banjir bandang saat tertidur. Bangun-bangun kasur dan celana sudah basah kuyup.

Mendadak hujan badai dan kudu mindahin jemuran

Nggak kepengin pipis pun, kalau mendadak hujan angin datang sementara saya punya jemuran di samping kamar yang nggak ada atapnya, mau nggak mau saya kudu bangun. Kecuali saya nggak masalah kalo jemuran terkena terjangan hujan. Makanya, meski berat meninggalkan kasur, pun gravitasi kasur sangat kuat, saya kudu melawan dan merelakan kenyamanan posisi tidur saya demi menyelamatkan jemuran-jemuran nestapa di luar sana. Kalau penyebab susah tidur ini sering kalian alami, sudah, mending pakai jasa laundry saja.

Suara-suara gaib

Meski posisi kita sudah wueeenak banget dan hampir tidur, nggak inget kudu napas manual, nggak sadar tentang air liur di mulut, nggak kepengin pipis, pun nggak kudu mindahin jemuran, suasana bisa mendadak kacau balau apabila mendadak muncul suara gaib. Ya bayangin aja pas hampir tidur, mendadak kita diketawain mbak-mbak di atas lemari yang rambutnya smoothingan. Kan nyebelin. Wong mau tidur, malah diledekin demit. Penyebab susah tidur yang ini mutlak bikin merinding semalaman. Keringat dingin bercucuran dan ngantuk jadi hilang.

BACA JUGA Ikigai, Konsep Kebahagiaan yang Dicapai Sempurna oleh Squidward dan tulisan Riyanto lainnya.

Baca Juga:  Pengalaman Mengajarkan Saya Mengatasi Sea Sickness alias Mabuk Laut
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
5


Komentar

Comments are closed.