Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kiat Mengidentifikasi Adanya Daging Babi dalam Kuliner Kesayangan Anda

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
8 Desember 2020
A A
Curhatan Orang yang Nggak Suka Daging Sapi, Hidup Jadi Nano-nano terminal mojok.co

Curhatan Orang yang Nggak Suka Daging Sapi, Hidup Jadi Nano-nano terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebentar, artikel ini tidak bertendensi berdebat perkara SARA. Sungguh, artikel ini adalah bentuk rasa cinta saya kepada Anda yang tidak dapat mengonsumsi daging babi. Baik atas dasar agama, atau atas dasar idealisme.

Saya juga tidak akan mempermasalahkan kenapa ada yang melarang makan babi. Tapi saya hanya menjawab pertanyaan teman saya. Banyak yang khawatir dengan kandungan babi pada kuliner kesukaan mereka. Ya, sudah, sebagai sarjana peternakan yang pernah makan babi, ini adalah tanggung jawab saya untuk membuka cakrawala Anda terhadap karakter daging hewan berputing ganjil ini.

Mari kita bayangkan saat ini Anda dihadapkan pada sebuah sajian. Anda enggan mencicipi sajian tersebut sampai yakin tidak ada kandungan babi. Lantaran Anda tidak bisa mencicipi, saya akan mengesampingkan urusan cita rasa babi sebuah kuliner. Saya akan berfokus pada kandungan daging serta olahan daging babi saja.

Perkara aroma juga sangat sulit diidentifikasi. Kecuali Anda terbiasa makan daging babi, Anda akan kesulitan membedakan aroma khas daging babi dari daging hewan lain. Jadi saya akan berfokus pada urusan visual saja. Toh, dari mata turun ke keputusan untuk makan atau tidak.

#1 Perhatikan warna daging

Ini sering dilewatkan ketika mengidentifikasi daging babi. Kebanyakan teman saya berputar-putar pada urusan serat sampai kekenyalan. Lur, pikiran kalian terlalu maju. Mengidentifikasi daging ini bisa dilakukan dengan memperhatikan warna daging tersebut setelah diolah.

Perbedaan karakter protein pada daging babi dan hewan memamah biak (sapi, kambing, dan domba) membuat warna daging berbeda. Setelah dipanaskan, warna daging hewan memamah biak cenderung gelap. Bisa dibilang keabu-abuan. Tentu Anda bisa memahami karakter warna ini.

Daging babi akan berwarna putih ketika dimasak dan dipanaskan. Warna putih ini kadang mirip warna daging ayam saat dimasak. Bisa jadi, daging babi yang Anda temukan sedikit abu-abu. Namun, warna abu-abu ini tetap lebih cerah daripada daging ternak memamah biak.

#2 Perhatikan lemak

Jika Anda menemui sajian seperti sate atau semur, warna daging olahan tidak akan sesuai teori pertama. Warna bumbu serta metode memasak dengan memanggang bisa mengubah warna daging. Ketika bertemu kasus ini, Anda bisa mengamati lemak yang terdapat pada sajian tersebut.

Baca Juga:

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

Makanan Superindo Rp15 Ribuan Penolong Pekerja Miskin yang Kecewa akan Mahalnya Harga Warteg

Lemak babi berbentuk lebih kompak. Terutama di bagian perut dan perbatasan kulit dengan daging. Ketika diiris, lemak babi bisa mempertahankan bentuk sehingga bisa seperti dadu. Sedangkan lemak hewan memamah biak cenderung tidak beraturan. Gumpalan-gumpalan lemak ini juga lebih lunak dari lemak babi.

Selain karakteristik fisik, lemak babi tidak akan menjendal ketika dingin. Jika Anda makan sup atau soto sapi, lemak tersebut akan memadat dan mengambang. Lemak babi akan tetap menjadi minyak meskipun dalam keadaan dingin.

#3 Perhatikan serat

Nah, metode ini selalu disarankan oleh mereka yang terbiasa makan daging babi. Tapi, menurut saya metode ini cukup tricky. Memahami serat daging tidak akan mudah kecuali Anda pernah membandingkan keduanya.

Mari kita pahami karakter serat daging hewan memamah biak. Serat daging mereka lebih tebal dan liat. Itulah alasannya mengapa memasak daging sapi harus selama mungkin atau secepat mungkin. Sedangkan, daging babi punya serat yang lebih halus. Meskipun tidak sehalus serat daging ayam apalagi ikan.

Saya anggap Anda sudah terbiasa mengiris hidangan daging sapi dengan sendok. Anda bisa paham bagaimana daging tersebut akan terpisah menjadi serat-serat tebal. Serat daging babi akan lebih mudah terpisah dengan serat lebih halus. Tapi, saya sarankan untuk menjadikan identifikasi ini sebagai langkah terakhir.

#4 Memahami olahan daging babi

Olahan daging babi yang paling banyak menjebak adalah bakso. Maklum, daging babi lebih murah dari daging sapi. Saya bisa mengesampingkan olahan seperti sosis atau galantin. Lantaran kedua olahan ini jarang dipakai sebagai substitusi daging sapi. Mari fokus dalam perkara bakso.

Jika Anda tidak menemukan potongan daging, maka kecurigaan Anda hanya tertuju pada bakso itu sendiri. Ini cukup tricky, tapi masih bisa dipahami dengan mudah. Yang pertama adalah urusan warna. Seperti penjelasan sebelumnya, warna bakso babi akan lebih cerah dari bakso sapi. Kadang, warna bakso sapi mendekati bakso ayam yang putih.

Ketika diiris, bakso sapi akan lebih kenyal dan kaku. Pada bakso babi, karakter serat yang lebih halus juga berpengaruh pada olahan bakso. Ketika diiris, bakso babi akan mudah terpotong tanpa ada perlawanan berarti. Meskipun kandungan tepung tinggi, bakso babi tidak akan memiliki karakter kenyal dan sulit diiris.

Akan tetapi, tidak ada cara lebih baik mengidentifikasi kandungan daging babi kecuali bertanya langsung pada yang membuat atau membawa. Jika Anda masih curiga, Anda bisa memakai metode ini, tapi jangan berlebihan. Daripada nantinya Anda membuat sakit hati mereka yang berniat baik kepada Anda.

BACA JUGA Daripada Beras 20 Ribu Ton Dimusnahkan, Lebih Baik Dijadikan Pakan Babi Saja dan artikel Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Desember 2020 oleh

Tags: babiKulinerMakanan
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Balasan untuk Tulisan tentang Seblak sebagai Makanan yang Paling Aneh terminal mojok.co

Balasan untuk Tulisan tentang Seblak sebagai Makanan yang Paling Aneh

21 November 2020
urus surat izin BPOM agar tak ditangkap polisi

Segera Urus Izin Edar BPOM, biar Produk Makanan Kamu Nggak Dapat Surat Panggilan Polisi

17 Oktober 2021
5 Kuliner Palembang yang Saya Harap Tidak akan Punah Mojok.co

5 Kuliner Palembang yang Saya Harap Tidak akan Punah

11 Desember 2024
Bondan Winarno dan Nex Carlos, Pengulas Makanan Terbaik di Indonesia

Bondan Winarno dan Nex Carlos, Pengulas Makanan Terbaik di Indonesia

14 April 2023
Gendar Pecel dan Lempok, Kuliner dari Ujung Boyolali yang Tak Setenar Soto Seger Terminal Mojok

Gendar Pecel dan Lempok, Kuliner dari Ujung Boyolali yang Tak Setenar Soto Seger

21 Januari 2021
Kol Goreng, Lalapan Nikmat yang Mengandung Bahaya

Kol Goreng, Lalapan Nikmat yang Mengandung Bahaya

5 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung usaha warung

Warung Madura Terlalu Percaya Diri, padahal Warung Tetangga Bisa Menggulingkannya Kapan Saja

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.