Ketahui Tipe Dosen Penguji Skripsi dan Kerja Praktik, Supaya Tidak Dibantai Saat Ujian

Perlu diketahui ciri-ciri atau tipe dosen penguji yang sering dirasakan oleh mahasiswa sebelumnya. Hal ini bertujuan supaya kita lebih aman ketika ujian.

Artikel

Yusuf Abdhul Azis

Tanpa adanya sebuah ujian, maka seseorang tidak akan terangkat derajatnya.

Salah satu yang menjadi momok dan penentu kelulusan adalah dengan menyelesaikan tugas akhir atau skripsi bagi mahasiswa. Selain itu juga ada sidang kerja praktik atau PKL yang mungkin dialami oleh sebagian mahasiswa, walau tidak semuanya.

Seringkali mengerjakan skripsi atau TA bisa menjadi sangat berat dan membosankan karena dipengaruhi oleh banyak hal. Pertama adalah susahnya mencari tema dan judul dari penelitian belum lagi harus seminar proposal atau seminar hasil dimana jika terjadi kesalahan maka akan mengulang lagi dari awal. Kedua, faktor dari dosen pembimbing yang mendukung terwujudnya karya mahasiswa yang sungguh mengesankan ini. Pembimbing yang asal ACC saja juga malah membahayakan. Bisa jadi kamu bakal dibantai dan disuruh banyak revisi setelah sidang atau ujian. Ketiga, adalah faktor dari dosen penguji skripsi atau TA yang sangat mendebarkan setiap mahasiswa. Bagaimana ya rasanya diuji oleh Menteri Keuangan RI, Ibu Sri Mulyani, yang beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial? Bisa jadi basah kuyup kalau nggak bisa jawab hal-hal yang sederhana kan? Apalagi pengetahuan beliau yang sangat luas dan mengagumkan.

Oleh karena itu perlu diketahui ciri-ciri atau tipe dosen penguji yang sering dirasakan oleh mahasiswa sebelumnya. Hal ini bertujuan supaya kita lebih aman ketika ujian dan tidak dibantai habis-habisan ketika sidang nanti dan hasil kita juga bagus, apalagi yang mengejar nilai sempurna (A).

 

Pertama, Dosen Tipe Fokus Pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Dosen dengan tipe seperti ini biasanya selalu membaca skripsi atau TA yang kalian kerjakan sebelum pelaksanaan ujian dilaksanakan dengan minimal membaca keseluruhan skripsi selama kalian presentasi. Nah yang diperhatikan adalah terkait dengan penulisan yang baku dan sesuai dengan aturan tata bahasa yang benar serta penggunaan tanda dan SPOK yang sesuai. Bisa jadi revisi total bukan masalah hasil dan metode, tetapi menulis ulang karena banyak yang salah EYD-nya.

Baca Juga:  Empat Malam Tidur di Penjara

 

Kedua, Dosen Tipe Nggak Baca Skripsi

Kebanyakan dosen yang memiliki tipe seperti ini adalah dosen yang kebanyakan proyek baik swasta atau penelitian sehingga tidak ada waktu untuk membaca skripsimu yang mungkin saja dianggap mereka “hanya sebagai syarat lulus” saja. Selama prosesi sidang akan sedikit aman-aman saja dan tidak terlalu lama.

 

Ketiga, Dosen Tipe Mengetahui Segala Hal

Dosen tipe ini adalah dosen yang memang sudah ahlinya dalam segala hal. Mungkin latar belakang yang expert di bidang tertentu atau sebagai pimpinan di mana segala aspek diperhitungkan. Dosen yang seperti ini lebih enak karena bisa menyesuaikan dengan topik yang diambil mahasiswa sehingga mahasiswa tidak kewalahan dalam menjawab pertanyaan tetapi lebih ke pemahaman penelitiannya

 

Keemoat, Dosen Tipe Melihat Tampilan Presentasi

Tipe dosen ini biasanya tidak ada waktu untuk membaca karena banyaknya pekerjaan sehingga hal yang penting adalah memperhatikan presentasi dari mahasiswa yang sedang sidang. Nah biasanya ditandai dengan ketika dosen mengajar di kelas menarik dan menggunakan penjelasan yang sangat mudah dipahami.

Jika menemui dosen penguji seperti ini sebaiknya buatlah presentasi yang menarik dan tidak bosan untuk disaksikan, alur yang jelas dan singkat, serta mudah dipahami. Karena biasanya penilaian utama pasti dari bagaimana mahasiswa memahami penelitiannya dengan presentasi yang singkat tetapi bisa menjelaskan semuanya.

 

Kelima, Dosen Tipe Komprehensif dengan Pertanyaan yang luas

Dosen dengan tipe komprehensif biasanya akan bertanya dengan pertanyaan yang saling berhubungan dan secara runtut (mengalir) sampai terjebak pada suatu hal yang menyebabkan mahasiswa tidak bisa menjawab. Jika tidak bisa menjawab maka akan diulas terus sampai akhirnya menyerah, mungkin. hehe

 

Baca Juga:  Ketika Smartphone Menginvasi Ruang Keluarga

Keenam, Dosen Ahli Bidang Tertentu

Tidak jarang dosen yang ahli pada bidang tertentu selalu mengaitkan penelitian mahasiswa dengan bidang si penguji. Sehingga tak lupa dan perlu juga untuk belajar mengenai hal yang digeluti oleh dosen penguji biar aman.

 

Ketujuh, Dosen Tipe Soal Dasar

Dosen paling killer dan menyebabkan banyak mahasiswa kewalahan menanggapi dosen seperti ini. Dosen seperti ini biasanya menguji mahasiswa dengan menanyakan hal dasar atau konsep paling dasar dan mahasiswa disuruh untuk menjelaskan.

Padahal hal dasar inilah yang kadang tidak diperhatikan mahasiswa karena dianggap mudah dan tidak begitu perlu diperdalam. Misalnya seperti “mengapa menggunakan alpha 0,01% pada statistik anda?” Atau hanya sekadar tentang kecukupan dan tingkat kepercayaan akan suatu data. So, jangan malu-maluin. Membaca adalah hal utama.

 

Kedelapan, Dosen Tipe Peduli Nilai

Dosen ini mengaitkan pertanyaan dengan nilai IPK masing-masing mahasiswa serta nilai matkul apa yang paling bagus. Makanya mending punya nilai yang pas-pasan aja biar nggak susah-susah pertanyaannya, hehe.

 

Adakah tipe dosen penguji yang lain yang pernah dirasakan? Saling membantu lah dengan adik tingkat yang imut ini. Semoga bermanafaat dan membuat sidang anda cepat lulus dan meringankan beban orang tua akan bayaran UKT dan uang makan kalian. Yhaaa~

---
1.512 kali dilihat

10

Komentar

Comments are closed.