Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kenapa Sih Orang Suka Berkomentar dan Terbawa Suasana Pas Nonton Sinetron?

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
4 November 2019
A A
Belajar dari Kang Bahar di Preman Pensiun: Preman yang Juga Punya Sisi Humanis Kenapa Sih Orang Suka Berkomentar dan Terbawa Suasana Pas Nonton Sinetron?
Share on FacebookShare on Twitter

Pada titik tertentu, setiap orang butuh hiburan pada waktu senggang untuk dapat mengurai stres atau penat yang berasal dari kegiatan sehari-hari. Soal jenis hiburan seperti apa yang harus diterima, tergantung masing-masing individu juga menyesuaikan budget pastinya—agar tidak defisit dari sisi finansial.

Ada orang yang dapat menghilangkan penat hanya dengan berolahraga, sekadar bertemu teman lama, atau bermain game. Meski tidak bisa dimungkiri juga, jalan-jalan atau travelling ke suatu tempat yang diidamkan sering kali menjadi pilihan utama bagi khalayak. Namun, ada pula tipe orang yang cukup dengan rebahan di kamar sambil menonton serial favorit atau streaming film dengan subtitle dari lebah ganteng menjadi pilihan yang cukup mumpuni.

Kan lumayan, tanpa harus mengeluarkan ongkos tambahan, bisa rebahan sambil nonton film apa pun yang diinginkan. Meski terkadang merasa bersalah juga, sih, mau bagaimana pun streaming film di website tertentu itu tetap bertolak belakang dengan cara menghargai dan apresiasi kita sebagai penikmat film terhadap hak cipta dan karya orang lain. Soal berapa banyak kuota yang sudah digunakan dalam streaming film pun tentu tidak dapat menjadi pembenaran.

Alternatif lain yang paling ampuh adalah scroll linimasa Twitter, karena hampir selalu ada drama dalam kurun waktu tertentu, minimal thread nir-faedah yang sering kali membuat penasaran banyak pembaca. Bicara soal drama, ada suatu tontonan legendaris yang bahkan sampai dengan saat ini masih ada peminatnya—khususnya di negara +62. Apalagi kalau bukan sinetron.

Dari mulai anak-anak, ibu, bapak, kakek, juga nenek, ada saja yang hobi nonton sinetron. Bahkan beberapa di antaranya sering kali merasa tidak rela jika harus ketinggalan cerita walau hanya satu episode. Jangankan satu episode, tertinggal sedikit scene karena pindah saluran saja bisa menjadi perkara dalam suatu keluarga.

Saya selalu berpikir, apa faedahnya menonton sinetron yang sering kali penuh dengan drama dan kepalsuan dan alur cerita yang berlebihan? Jika sesekali untuk hiburan sih tidak masalah, yang menyebalkan adalah ketika seseorang menonton sinetron kemudian ikut berkomentar dan terbawa suasana, tak jarang sampai ikut kesal dan marah-marah.

Hal itu saya lihat di keluarga sendiri, ketika ibu dan kakak sedang menonton sebuah sinetron di salah satu saluran TV swasta, mereka sama-sama kesal melihat kelakuan para pemerannya.

“Tuh, kan, udah ketahuan itu sih, ceweknya selingkuh cuma karena ngincar hartanya aja!”

Baca Juga:

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

“Liat tuh lelakinya, nggak bisa dipercaya. Harusnya si perempuan nggak usah mau nerima lelaki itu! Dimanfaatin dia, tuh.”

Begitu kira-kira komentar mereka juga beberapa orang yang terbawa suasana saat menonton sinetron. Bahkan tak jarang pula berkata, “Nah, kan, syukurin!” atau, “Tuh, kan, dibilangin juga apa!” ketika mereka merasa benar dalam menebak alur cerita dan salah satu pemeran ada yang kena batunya.

Maksud saya, ngapain juga sih sampai ikut berkomentar segala? Didengar oleh pemerannya pun nggak. Saran sebaik apa pun yang diberikan kepada para pemeran atau artis oleh penonton layar kaca pada saat sinetron ditayangkan juga tidak akan didengar. Lha, mereka mendengar saja tidak. Memangnya sedang main pertunjukan secara langsung. Hadeeeh.

Di sisi lain, harus disadari juga bahwa sinetron, sering kali menggiring emosi para penontonnya agar larut dalam situasi yang sedang terjadi di tiap scene-nya. Bagi saya, itulah kenapa mereka yang menonton bisa terbawa suasana bahkan ikut memberi komentar atau masukan yang seakan berharga. Padahal, tidak berarti apa-apa. Hehehe.

Saya sendiri, bukan tidak pernah menonton sinetron, sesekali jika memang sedang ingin, mengamati setiap drama yang disuguhkan didalamnya terkadang menjadi hiburan tersendiri—tanpa harus larut dalam setiap emosi yang ditampilkan. Namun, entah kenapa walau berbeda judul, alur tiap sinetron kurang lebih sama: perkenalan tokoh – drama atau pertikaian – menangis – bertaubat – tokoh baik kembali hidup bahagia sedangkan tokoh jahat terlihat merana. Tidak bisa dimungkiri, mungkin hal itu yang membuat sinetron terkadang membosankan.

Meskipun begitu, sinetron tetap akan menjadi salah satu hiburan favorit banyak orang di Indonesia. Lha gimana, banyak dari kita (hah, kita??!) yang menyukai sekaligus menikmati suguhan drama, kok. Oleh karena itu, wajar saja jika sampai sekarang sinetron terus diproduksi dan bertahan di negara berflower ini.

BACA JUGA Kamu Tuh Kenapa Sih, Katanya Sebal Sama FTV dan Sinetron, Tapi Kok Masih Ditonton? atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2019 oleh

Tags: KeluargaSinetronTV
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Membayangkan Proses Brainstorming 'Kisah Nyata' Indosiar Episode Tiktok terminal mojok.co

Membayangkan Proses Brainstorming ‘Kisah Nyata’ Indosiar Episode Tiktok

29 Januari 2021
Perjalanan Mencari Sosok Mas Aldebaran di Dunia Nyata terminal mojok.co

Perjalanan Mencari Sosok Mas Aldebaran di Dunia Nyata

23 Januari 2021
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Jangan Katakan Ini pada Penderita Covid-19 dan Keluarganya

15 Oktober 2020
SCTV Mending Menayangkan Kembali Hell's Kitchen Indonesia ketimbang Sinetron

SCTV Mending Menayangkan Kembali Hell’s Kitchen Indonesia ketimbang Sinetron

16 Februari 2023
Mengenang Sinetron dan Serial Awal 2000-an, Tontonan yang Jadi Tuntunan terminal mojok.co

Mengenang Sinetron dan Serial Awal 2000-an, Tontonan yang Jadi Tuntunan

11 Desember 2020
Saep 'Preman Pensiun' Harus Diberi Kesempatan buat Insaf Lagi ubed jamal terminal mojok.co

Saep ‘Preman Pensiun’ Harus Diberi Kesempatan buat Insaf Lagi

19 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.