Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pantai Gesing Gunungkidul, Tempat Terbaik buat Healing dan Berburu Ikan Segar yang Kini Tinggal Kenangan

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
20 Oktober 2024
A A
Pantai Gesing Gunungkidul, Tempat Terbaik buat Healing dan Berburu Ikan Segar yang Kini Tinggal Kenangan

Pantai Gesing Gunungkidul, Tempat Terbaik buat Healing dan Berburu Ikan Segar yang Kini Tinggal Kenangan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kawasan pantai selatan Gunungkidul kembali menjadi sorotan. Setelah beberapa waktu lalu ramai isu proyek resort and beach club yang menyeret aktris kondang Raffi Ahmad, kini giliran Pantai Gesing. Kemarin, beredar sebuah video di medsos yang memperlihatkan hancurnya keindahan alam Pantai Gesing Gunungkidul akibat pembangunan pelabuhan ikan.

Jujur, saya pribadi nggak kaget-kaget amat dengan kondisi terkini pantai yang berada di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang itu. Sebab, selama pembangunan pelabuhan ikan berlangsung, setidaknya saya sudah tiga kali main ke sana. Jadi, saya tahu persis proses bagaimana pengerukan pasir putih dan peledakan bukit-bukit itu berlangsung.

Mengubur kenangan anak-anak dusun

Melihat “perusakan” di Pantai Gesing Gunungkidul belakangan ini tentu membuat saya sedih dan kecewa. Pasalnya, sebelum dibangun pelabuhan ikan, dulu Pantai Gesing menjadi tempat favorit saya dan kawan-kawan saat pergi ke selatan.

Selain memiliki pasir putih yang bersih, pantai ini diapit bukit-bukit menawan. Para pengunjung bisa bermain air yang begitu jernih sekaligus mengabadikan momen di antara pegunungan hijau.

Pantai Gesing juga menjadi salah satu tempat terbaik untuk berburu ikan. Nggak sedikit nelayan yang menawarkan ikan hasil tangkapannya setelah bekerja keras di laut lepas. Pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan nelayan, lalu membawa oleh-oleh ikan segar. Sungguh menyenangkan.

Kini, suasana asri dan harmoni itu hanya tinggal kenangan. Pembangunan pelabuhan ikan yang dimulai sejak tahun 2022 lalu telah melenyapkan keindahan pasir putih di Pantai Gesing Gunungkidul. Pesona bukit-bukit karst itu telah dipangkas, kemudian ditanami beton-beton dan tembok menjulang. Kapal-kapal kecil di tepi pantai juga lenyap seketika.

Ratapan nelayan dan pedagang di kawasan Pantai Gesing Gunungkidul

Pelabuhan ikan di Pantai Gesing yang menelan anggaran 152 miliar itu (katanya) akan menjadi “Tourism Fishing Port”. Sederhananya, mau dijadikan pelabuhan perikanan berbasis pariwisata. Konon, bakal mampu menampung lebih 40 kapal berkapasitas 10-30 grasston dan 100 unit kapal motor tempel.

Setidaknya itu rencana otoritas terkait membangun pelabuhan ikan terbesar kedua di Gunungkidul ini. Proyek belum rampung sepenuhnya. Namun, dampaknya sudah dirasakan para nelayan dan pedagang. Alih-alih menyejahterakan warga lokal, proyek ini sekarang justru menyengsarakan para nelayan.

Baca Juga:

4 Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Demak Saat Pertama Kali Main ke Pantai Gunungkidul

3 Tempat Wisata Gunungkidul yang Layak Dikunjungi Berkali-kali

Beberapa waktu lalu, saya dan rombongan sempat berkunjung ke Pantai Gesing Gunungkidul. Para nelayan mengaku, akibat megaproyek ini mereka terpaksa menganggur dua tahun lamanya. Kapal-kapal yang biasa dipakai berlayar mencari ikan itu mau nggak mau harus dinaikkan ke daratan.

Selama puluhan tahun berprofesi sebagai nelayan, baru kali ini mereka harus berhenti total. Tentu saja, libur dua tahun bukan waktu yang singkat. Ada banyak kebutuhan sehari-hari yang harus mereka tanggung. Alhasil, dengan sangat terpaksa mereka harus mengambil uang kas kelompok untuk bertahan hidup.

Hal yang sama juga dirasakan para pedagang di sekitar Pantai Gesing Gunungkidul. Demi megaproyek ini, setidaknya ada 9 warung yang dibongkar paksa oleh petugas. Akhirnya, mereka harus angkat kaki dan meninggalkan sumber mata pencaharian selama ini.

Selain itu, rusaknya Pantai Gesing bikin para wisatawan malas datang ke tempat ini. Alhasil, pendapatan penjual yang masih bertahan di sekitar kawasan wisata pun sangat turun drastis. Lagian apa yang mau dilihat wisatawan kalau pergi ke Pantai Gesing, selain kehancuran dan ratapan pilu warga lokal ditindas kebijakan nirfaedah?

Proyek terburu-buru yang nggak berpihak kepada warga lokal

Apa yang saat ini tengah terjadi di Pantai Gesing Gunungkidul hanya contoh kecil dari banyaknya persoalan warga di kawasan pantai selatan. Semua itu terjadi akibat penguasa wilayah dan pihak terkait yang enggan melibatkan partisipasi masyarakat.

Pertemuan-pertemuan memang dilakukan, tapi dengan tempo sesingkat-singkatnya tanpa proses memperhitungkan dampak jangka panjang. Ibaratnya, warga disuruh ngumpul beberapa jam di balai desa, lalu dipaksa untuk tunduk dengan aturan yang ada. Akhirnya, para pedagang dan nelayan di Pantai Gesing harus menelan pil pahit akibat pembangunan proyek yang tergesa-gesa ini.

Lagian kenapa sih harus repot-repot membangun proyek kayak gitu, Pak, Bu? Toh, tanpa pelabuhan ikan pun, selama ini warga sudah nyaman hidup, tinggal, dan mencari nafkah di sana? Jadi, sebenarnya pembangunan ini untuk siapa dong?

Begini maksud saya, Pak, Buk, mbok ya besok-besok itu kalau mau bikin sesuatu itu permisi dulu dengan orang-orang sekitar. Syukur-syukur mengajak para ahli lingkungan, pengamat sosial, ekonomi, dan organisasi kolektif lokal. Biar semua terang benderang dan nggak ada beban di masa mendatang. Kalau sudah kayak Pantai Gesing Gunungkidul begini, lagi-lagi masyarakat juga ta yang kena getahnya?

Yah, kecuali proyek-proyek dibangun memang tujuan awal cuma asal cair doang, itu perkara lain. Silakan menanggung dosa sampai tujuh turunan. Makan tuh pelabuhan!

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pantai di Gunungkidul Tak Seindah Dulu: Kebanyakan Promosi Padahal Banyak yang Perlu Dibenahi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2024 oleh

Tags: GunungkidulPantai Gesing Gunungkidulpanti Gunungkidul
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Resort and Beach Club Gunungkidul: Raffi Ahmad (Semakin) Kaya, Warga Setempat (Tetap) Merana Mojok.co

Resort and Beach Club Gunungkidul: Raffi Ahmad (Semakin) Kaya, Warga Setempat (Tetap) Merana

27 Desember 2023
5 Kerajaan Jin di Jogja Paling Ikonik yang Menyimpan Kisah Unik (Unsplash)

5 Kerajaan Jin Mengepung Jogja, Bukti Provinsi Ini Memang Ikonik dan Menyimpan Banyak Kisah Unik

4 Juni 2024
3 Alasan Orang Kota Jogja Lebih Suka Piknik ke Gunungkidul dibandingkan Kulon Progo

3 Alasan Orang Kota Jogja Lebih Suka Piknik ke Gunungkidul dibandingkan Kulon Progo

23 November 2024
Sumbangan Pesta Hajatan di Gunungkidul, Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

Sumbangan Pesta Hajatan di Gunungkidul, Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

30 April 2025
Drini Park Gunungkidul Ilegal. Izin Belum Lengkap Udah Buka Aja!

Drini Park Gunungkidul Ilegal. Izin Belum Lengkap Udah Buka Aja!

27 Mei 2025
Rasulan Gunungkidul: Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

Rasulan Gunungkidul: Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

17 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear UNY, Tambah Fakultas Baru Sah-sah Aja, tapi Jangan Lupa Pikirkan Lahan Parkirnya  MOjok.co kampus

Surat Terbuka untuk Kampus yang Menambah Mahasiswa dan Gedung, tapi Lahan Parkirnya Tetap Sempit, Logikanya di Mana?

14 April 2026
Honda Odyssey: Mobil Indah, tapi Jalan Nasibnya Tak Mudah

Honda Odyssey: Mobil Indah, tapi Jalan Nasibnya Tak Mudah

11 April 2026
SGPC Bu Wiryo Tempat Makan Alumni UGM Sukses, Mahasiswa Aktif Nggak Sanggup Makan di Sana karena Mahal Mojok.co

SGPC Bu Wiryo Tempat Makan Alumni UGM Sukses, Mahasiswa Nggak Sanggup Makan di Sana karena Mahal

11 April 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

6 Hal yang Bikin Salatiga Jadi Kota yang Sebenarnya Red Flag untuk Slow Living

13 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026
Stafaband, Situs “Musik Haram” yang Paling Berjasa (Pixabay)

Mengenang Kejayaan Stafaband, Situs “Haram” Paling Berjasa Bagi Akses Musik Kita yang Ternyata Masih Eksis Sampai Sekarang

12 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI
  • Cuci Baju di Laundry Konvensional Lama-lama bikin Kapok, Bikin “Boncos” karena Baju Rusak dan Hilang Satu Persatu
  • Topik Grup WA Laki-laki “Sampah”, Isinya Info Link Menjijikan dan Validasi Si Paling Jantan
  • Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan
  • Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil
  • Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.