Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

6 Bulan setelah Jadi UNESCO Global Geopark, Kebumen Masih Bingung Gimana Cara Jualan Kehebatannya

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
24 Oktober 2025
A A
Hal-hal Menarik yang Ada di Desa Pujotirto Kebumen, Salah Satunya Pohon Jenitri yang Bikin Warga Kaya Raya

Hal-hal Menarik yang Ada di Desa Pujotirto Kebumen, Salah Satunya Pohon Jenitri yang Bikin Warga Kaya Raya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

April 2025 lalu, Kebumen bikin heboh. Geopark Kebumen resmi ditetapkan UNESCO sebagai UNESCO Global Geopark di Sidang Dewan Eksekutif ke-221 di Paris. Bayangin aja, 58 negara anggota UNESCO secara konsensus ngasih stempel “oke banget” buat Kebumen. Ini bukan cuma soal prestise, ini soal pengakuan dunia bahwa batuan berusia 80 juta tahun di Kebumen itu keren abis, setara sama geopark top di Selandia Baru atau Norwegia.

Tapi sekarang sudah Oktober 2025. Enam bulan berlalu sejak penetapan bersejarah itu. Dan… kok rasanya Kebumen masih jalan di tempat ya?

Masalahnya adalah punya status UNESCO Global Geopark itu kayak kamu diterima masuk universitas top dunia. Kebanggaan? Jelas. Orang tua bangga, tetangga iri, IG story penuh ucapan selamat. Tapi tunggu dulu, kamu tetap harus kuliah, ngerjain tugas, dan buktikan bahwa kamu memang layak ada di sana.

Kebumen sekarang lagi di fase itu. Sudah dapat gelarnya, tapi masih bingung gimana cara “kuliah”-nya. Faktanya, Dinas ESDM Jawa Tengah bahkan masih harus mengadakan “Jelajah Geopark” pada Oktober 2025 ini, enam bulan setelah penetapan untuk evaluasi dan identifikasi masalah menjelang revalidasi UNESCO empat tahun ke depan. Artinya apa? Artinya ada kekhawatiran bahwa pengelolaan belum jalan maksimal.

UNESCO itu nggak cuma kasih piala terus kabur. Mereka akan balik lagi empat tahun kemudian buat mengecek “Gimana nih, geopark-nya dijaga nggak? Edukasinya jalan? Ekonomi lokalnya naik? Atau cuma jadi pajangan doang?”

Dan Kebumen, hingga sekarang, masih (stuck) belajar cara jualannya.

Pantai Menganti ramai, tapi…

Kalau bicara wisata, Kebumen sebenarnya sudah punya modal bagus. Pantai Menganti, misalnya, tetap jadi favorit wisatawan. Pasir putihnya eksotis, tebing karangnya dramatis, sunset-nya Instagram-able banget. Bahkan sekarang sudah ada paket jetski dan speedboat yang bikin pengunjung makin betah.

Tapi coba tanya wisatawan yang datang “Kamu tahu nggak kalau Kebumen itu UNESCO Global Geopark?”, kebanyakan jawabnya “Hah? Apaan tuh?”

Baca Juga:

Liburan di Kebumen Itu Aneh, tapi Justru Bisa Jadi Pilihan yang Tepat buat Kita yang Muak dengan Kota Besar

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

Nah loh. Ini yang jadi masalah. Status UNESCO harusnya jadi selling point utama, tapi wisatawan yang datang ke Pantai Menganti kebanyakan cuma tahu “pantai cantik di Kebumen.” Mereka nggak tahu kalau tebing kapur yang mereka foto-fotoin itu bagian dari 42 geosite dengan nilai geologis yang diakui dunia. Mereka nggak tahu kalau batuan di Karangbolong itu umurnya puluhan juta tahun dan punya cerita tentang evolusi bumi.

Edukasinya mana? Informasinya mana? Papan interpretasi yang harusnya jelasin “nih loh, batu ini istimewa karena…” itu mana?

UMKM Kebumen: semangat ada, platform kurang

Ada juga masalah lain yang perlu diperhatikan, yaitu ekonomi kreatif lokal yang belum dapat angin segar dari status UNESCO ini. Pada Agustus 2025, Kebumen Fest digelar dengan meriah. Target cuma 100 booth UMKM, tapi yang daftar sampai 200. Kerajinan tangan, batik Kebumen, kuliner lokal, semuanya dipajang dengan bangga. Bank Jateng ikut sponsor, Bupati kasih sambutan semangat, artis ibu kota diundang buat manggung.

Tapi terus apa? Setelah festival selesai, UMKM Kebumen balik lagi ke rutinitas biasa, seperti jualan di pasar lokal, promosi seadanya, nggak tahu cara ngoptimalin media sosial, nggak paham gimana caranya “numpang viral” dari status UNESCO.

Padahal ini kesempatan emas. Bayangin kalau ada toko oleh-oleh di pintu masuk geosite yang jual merchandise bertema geologi. Kaos dengan gambar fosil purba Kebumen. Gantungan kunci berbentuk batu lava bantal. Kopi robusta Sempor dengan kemasan “Kopi dari Tanah UNESCO Global Geopark.”

Tapi sekarang, wisatawan pulang cuma bawa foto dan kenangan. Duit mereka nggak sempat berputar di ekonomi lokal karena nggak ada yang “jualan” dengan benar.

Kebumen butuh strategi marketing, bukan cuma festival

Jangan salah paham, festival itu bagus. Soft launching sana-sini juga penting. Tapi kalau mau UNESCO Global Geopark ini benar-benar memberikan dampak, Kebumen butuh strategi marketing jangka panjang yang jelas.

Contoh gampangnya adalah bikin website resmi geopark yang user-friendly dengan bahasa Inggris, jelaskan 42 geosite dengan detail lengkap dan peta interaktif. Atau aplikasi mobile buat self-guided tour, jadi wisatawan bisa jalan sendiri sambil dapat penjelasan lewat audio guide tanpa perlu nunggu tour guide yang jadwalnya terbatas. Kolaborasi dengan travel blogger dan content creator juga penting banget supaya bisa bikin konten viral tentang “Kebumen: The Hidden Geological Wonder” yang menjangkau audiens lebih luas.

Harus ada juga pelatihan rutin buat guide lokal, bukan cuma tau jalur, tapi tau cerita geologisnya. Jadi saat mengantarkan turis, mereka bisa menjelaskan kenapa batuan ini penting, kenapa UNESCO memberikan pengakuan, bukan cuma bilang “ini pantai cantik” terus selfie. Guide yang pinter cerita bisa bikin pengalaman wisatawan naik level dari sekadar jalan-jalan jadi edukasi yang menyenangkan.

Dan yang paling krusial adalah digitalisasi UMKM. Ajarkan mereka cara bikin konten TikTok yang engaging, cara jualan di Shopee atau Tokopedia dengan foto produk yang menarik, cara ngiklanin produk lewat Meta Ads supaya jangkauannya lebih luas. Karena status UNESCO itu cuma alat, kalau UMKM lokal nggak bisa manfaatin buat ningkatin penjualan dan branding produk mereka, ya percuma.

Revalidasi 2029: saatnya serius

Empat tahun dari sekarang, 2029, UNESCO bakal kirim tim evaluator buat ngecek Geopark Kebumen. Mereka akan menilai, apakah status ini dijaga dengan baik, apakah konservasi jalan, apakah komunitas lokal dapat manfaat ekonomi, dan, yang paling penting, apakah ada program edukasi yang berkelanjutan.

Nah, kalau jawabannya “nggak,” status UNESCO bisa dicabut. Dan itu bakal lebih memalukan daripada nggak pernah dapat sama sekali.

Jadi pertanyaannya buat Kebumen sekarang, mau serius nggak?

Enam bulan pertama ini mungkin bisa dimaklumi. Semua orang masih euforia, masih bingung mulai dari mana. Tapi sekarang sudah Oktober 2025. Euforia harus diubah jadi aksi. Festival harus diubah jadi program berkelanjutan. Slogan “Kebumen to the World” harus diubah jadi strategi konkret yang bikin dunia benar-benar lihat Kebumen.

Punya status UNESCO Global Geopark itu kayak dapat kesempatan kedua buat Kebumen yang dulu dilabeli “kota termiskin” atau “kota lewatan”. Kesempatan ini buat buktiin bahwa Kebumen punya sesuatu yang Istimewa, bukan cuma buat Indonesia, tapi buat dunia.

Tapi kesempatan nggak datang dua kali. Dan jam terus berdetak. Kebumen, piala UNESCO-nya sudah ada di tangan. Sekarang waktunya nunjukin ke dunia bahwa kamu memang pantas pegang piala itu.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kebumen di Tahun 2025: Menuju Kabupaten Kaya Raya Atau Ilusi Belaka?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Oktober 2025 oleh

Tags: KebumenPantai Mengantipotensi kebumenunesco geopark
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

4 Pertanyaan yang Bikin Warga Wadaslintang Wonosobo Kesal Mojok.co

4 Pertanyaan yang Bikin Warga Wadaslintang Wonosobo Kesal

28 Oktober 2024
Alun-Alun Kebumen, Makin Megah di Tengah Statusnya sebagai Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

Alun-Alun Kebumen, Makin Megah di Tengah Statusnya sebagai Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

5 November 2024
Kebumen Bukan Sebatas Tempat Singgah di Antara Jogja & Purwokerto (Pexels)

Kebumen Layak Jadi Ibu Kota Provinsi, asalkan Memperbaiki Beberapa Hal yang Bikin Kebumen Tercoreng Citranya

17 Mei 2025
5 Fakta Menarik tentang Kebumen yang Tidak Diketahui (Unsplash)

Liburan di Kebumen Itu Aneh, tapi Justru Bisa Jadi Pilihan yang Tepat buat Kita yang Muak dengan Kota Besar

10 Maret 2026
Prembun Kebumen, Kecamatan yang Nggak Istimewa, tapi Nyaman Dijadikan Tempat Tinggal Mojok.co

Prembun Kebumen, Kecamatan yang Nggak Istimewa, tapi Nyaman Dijadikan Tempat Tinggal

24 Juli 2024
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal

6 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulus S2 dan Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, padahal Peluang Jadi Akademisi di Surabaya Nggak Kalah Menarik Mojok.co

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

10 Maret 2026
Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan Mojok.co

Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan

8 Maret 2026
Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

12 Maret 2026
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026
Mengenal Ampo, Camilan Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat Mojok.co

Ampo, Makanan Khas Tuban Nggak Akan Pernah Saya Coba

10 Maret 2026
Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Pengalaman Brengsek Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Dapat Sopir Amatiran Membahayakan Nyawa dan Semburan Muntahan Penumpang
  • Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.