Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kebumen Tak Lagi Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah, tapi Wajib Tetap Waspada!

Akhmad Alhamdika Nafisarozaq oleh Akhmad Alhamdika Nafisarozaq
10 September 2025
A A
Kebumen Bukan Sebatas Tempat Singgah di Antara Jogja & Purwokerto (Pexels)

Kebumen Bukan Sebatas Tempat Singgah di Antara Jogja & Purwokerto (Pexels)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebumen, kabupaten dengan sejuta potensi (dan sejuta candaan dari warganya sendiri), akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Setelah bertahun-tahun menanggung “gelar” tidak membanggakan sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah, kini pada 2025 posisi itu resmi digantikan oleh tetangga kita, Brebes. Ya, meskipun kita cuma turun satu tingkat ke posisi dua, tetap saja ini prestasi yang layak diberi ucapan “syukurlah, akhirnya!”.

Berdasarkan data BPS per Maret 2025, angka kemiskinan Kebumen turun signifikan dari 15,71% di 2024 menjadi 13,58%. Angka ini menyalip Brebes yang kini berada di 14,15%. Kabar ini muncul dalam rapat koordinasi inflasi daring yang digelar Kemendagri dan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Senin 8 September 2025 lalu.

Saya yang asli Kebumen (dan pernah merasa agak gimana gitu kalau kabupaten saya sering disebut termiskin) merasa ada semacam beban yang lepas. Rasanya seperti siswa yang rangking paling buncit di kelas, lalu akhirnya naik satu tingkat karena temannya nilainya lebih jeblok. Memang bukan naik ke juara satu terbaik sih, tapi minimal sudah tidak jadi bahan olokan lagi.

Apa sih artinya keluar dari predikat termiskin?

Jujur, meskipun angka resmi menunjukkan perbaikan, warga masih sering bertanya-tanya, “Apakah benar orang miskin di Kebumen berkurang, atau cuma standarnya yang diturunkan?” Pasalnya, standar garis kemiskinan di Kebumen tercatat Rp471.824 per kapita per bulan. Sementara di Brebes, standar garis kemiskinannya Rp542.495.

Jadi, kalau mau jujur-jujuran, bisa saja “turunnya” kemiskinan itu lebih karena standar kita lebih rendah. Saya pernah ngobrol sama teman yang orang tuanya kerja di sektor pertanian. Mereka cerita, meskipun sekarang hasil panen lumayan, biaya hidup juga naik. Jadi ya tetap saja mereka merasa “nggak naik-naik kelas”.

Tapi setidaknya, ada sedikit perbedaan, dulu kalau bilang “aku wong Kebumen” suka disambung dengan “oh, kabupaten termiskin ya?” Sekarang, paling banter disambung dengan “oh, nomor dua toh?”, dan itu lumayan menyelamatkan harga diri.

Potensi Kebumen besar, tapi masih kurang maksimal

Kebumen sebenarnya punya banyak hal yang bisa jadi modal keluar dari daftar 10 besar termiskin di Jawa Tengah. Pertanian Kebumen masih jadi tumpuan, wisata juga banyak. Lihat saja Pantai Menganti, Geopark Kebumen dengan pengakuan internasional UNESCO, sampai bentangan sawah yang sering jadi background foto anak muda pakai kamera HP jadul pun tetap estetik.

Sayangnya, semua itu belum dikelola maksimal. Teman saya yang punya warung kecil dekat jalur wisata bilang, “Kalau jalan ke lokasi wisata masih kayak arena uji suspensi mobil, gimana mau rame pengunjung?” Nah, ini PR serius. Jangan sampai kita bangga sudah bukan nomor satu termiskin, tapi infrastruktur masih jauh dari kata layak.

Baca Juga:

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam “Naik Kelas” Jadi Makin Diperhitungkan

Kebumen jangan cepat puas

Turun satu tingkat bukan berarti pekerjaan selesai. Kebumen masih masuk jajaran 10 besar termiskin di Jawa Tengah. Artinya, perjuangan masih panjang. Seperti pemain bola yang baru bisa keluar dari zona degradasi, belum tentu aman musim depan. Kalau tidak serius berbenah, bisa saja balik lagi ke posisi satu.

Saya pribadi merasa optimis, tapi dengan catatan, pemerintah daerah jangan cuma bangga di angka statistik. Karena buat masyarakat kecil, yang penting bukan angka, tapi rasa. Kalau angka turun tapi warga masih merasa susah, ya sama saja.

Harapan untuk masa depan

Harapannya sederhana, semoga dengan capaian ini, pemerintah semakin serius menggarap sektor potensial seperti UMKM, pertanian, dan pariwisata. Jangan sampai warga muda Kebumen terus-terusan berpikir “masa depan cuma bisa dicari di tanah rantau seperti Jakarta atau Bandung.” Kebumen harus bisa jadi tempat dimana warganya betah tinggal dan bangga menyebut asalnya, bukan hanya karena mendoannya yang enak, tapi juga karena ekonominya kuat.

Buat saya pribadi, meski sekarang kabupaten saya bukan lagi “paling miskin” di Jawa Tengah, PR Kebumen masih segunung. Jangan sampai euforia ini justru bikin lengah. Karena sejatinya, perjuangan belum selesai. Kita baru saja belajar keluar dari bayangan gelap kemiskinan ekstrem, dan perjalanan untuk benar-benar sejahtera masih panjang.

Dan buat warga Brebes, maaf ya, sekarang giliran kalian yang disorot. Tapi tenang, kita ini kan tetangga, jadi semoga bareng-bareng bisa keluar dari daftar kabupaten termiskin. Karena jujur saja, nggak ada satu pun warga yang ingin kabupatennya terkenal gara-gara predikat yang nggak membanggakan itu.

Penulis: Akhmad Alhamdika Nafisarozaq
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kebumen: Kabupaten yang Harusnya Surga Wisata dan Kaya, tapi Malah Termiskin di Jawa Tengah, kok Bisa?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 September 2025 oleh

Tags: brebesKabupaten Kebumenkabupaten termiskin di jawa tengahKebumen
Akhmad Alhamdika Nafisarozaq

Akhmad Alhamdika Nafisarozaq

Mahasiswa kabupaten yang sering pulang untuk mengamati rumah sendiri yang perlahan berubah.

ArtikelTerkait

Saya Bangga Setengah Mati Lahir dan Besar di Kebumen (Unsplash)

Dulu Malu Bilang Orang Kebumen, Sekarang Malah Bangga: Transformasi Kota yang Bikin Kaget

10 Desember 2025
Moro Soetta, Malioboro Kebumen yang Layak Diapresiasi

Moro Soetta, Malioboro Kebumen yang Layak Diapresiasi

1 Oktober 2025
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Jalan Daendels Jogja Kebumen Sebetulnya Indah dan Menjadi Alternatif, tapi Bisa Menjadi Pembunuh bagi Pengendara yang Tidak Waspada

7 Mei 2024
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam “Naik Kelas” Jadi Makin Diperhitungkan

18 Juni 2026
Romantisnya Rute Jogja-Purworejo-Kebumen yang Penuh Jalan Berlubang Sana-sini terminal mojok.co Lumajang

Romantisnya Rute Jogja-Purworejo-Kebumen yang Penuh Jalan Berlubang Sana-sini

1 Februari 2021
Kebumen di Tahun 2025: Menuju Kabupaten Kaya Raya Atau Ilusi Belaka?

Kebumen di Tahun 2025: Menuju Kabupaten Kaya Raya Atau Ilusi Belaka?

7 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat Mojok.co

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

27 Juli 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Kebodohan pembeli soto ayam yang bikin saya muak dan jijik (Wikimedia Commons)

Akulah pelanggan soto ayam yang marah itu gara-gara konsumen nggak punya hati yang bikin muak, mual, dan jijik

26 Juli 2026
Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa Mojok.co

Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa

28 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Saya akhirnya mengakui keunggulan Indomaret karena 3 barang ini

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.