Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
6 Januari 2026
A A
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya orang Kebumen yang melihat banyak hal ganjil di tanah kelahiran ini. Namun, hal itu tidak dilihat sebagai keanehan oleh warga lain. Mungkin karena hal-hal itu sudah terlalu lama hidup bersama warganya ya. Diwariskan turun-temurun hingga diterima sebagai bagian dari keseharian. Pendatang mungkin mengernyitkan dahi, tapi orang Kebumen akan menjawab santai, “Lha, biasane ya ngono.”

Bagi orang luar, Kebumen bisa terasa membingungkan. Ritme hidupnya pelan, respons warganya sering setengah bercanda, dan banyak kebiasaan yang tidak masuk logika kota besar. Tapi, justru di situlah letak normalitas versi lokal bekerja. Berikut tujuh kebiasaan orang Kebumen yang sering bikin pendatang heran, tapi sama sekali tidak aneh bagi warga setempat.

ADVERTISEMENT

#1 Orang Kebumen cenderung santai menghadapi hidup yang jelas-jelas tidak santai

Pendatang sering bingung melihat orang Kebumen yang tetap santai meski hidupnya sedang seret. Gaji pas-pasan, pekerjaan tidak tetap, harga kebutuhan naik, tapi raut wajah tetap tenang. Bahkan masih sempat bercanda di warung kopi.

Bagi orang Kebumen, kepanikan tidak menyelesaikan apa pun. Maka, yang dipilih adalah menerima keadaan sambil tetap bergerak sebisanya. Kalimat seperti “sing penting mlaku” atau “pelan-pelan wae” bukan tanda menyerah, tapi strategi bertahan.

Pendatang mungkin melihat ini sebagai sikap pasrah berlebihan. Tapi, bagi warga lokal, inilah cara menjaga kewarasan di tengah realitas yang tidak selalu ramah.

#2 Menganggap basa-basi sebagai kewajiban sosial

Di Kebumen, basa-basi bukan sekadar formalitas. Ini adalah kewajiban sosial yang jika dilewati bisa dianggap tidak sopan. Bertemu tetangga tanpa menanyakan kabar atau tidak menyapa? Siap-siap dicap sombong.

Uniknya, basa-basi ini sering tidak benar-benar membutuhkan jawaban jujur. Saat ditanya “kepriwe kabare?” jawaban “apik” sudah cukup, meski kenyataannya tidak selalu demikian. Yang penting adalah ritual sosialnya terpenuhi.

Pendatang mungkin menganggap ini buang-buang waktu. Tapi, bagi orang Kebumen, basa-basi adalah lem perekat sosial. Tanpanya, kehidupan kampung bisa terasa dingin dan individualistis.

Baca Juga:

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

#3 Merasa jauh itu relatif, asal masih satu kabupaten

Bagi orang Kebumen, jarak seringkali diukur dengan logika yang membingungkan pendatang. Perjalanan satu jam naik motor masih dianggap “cedhak (dekat)”. Selama masih satu kabupaten, rasa capek bisa dinegosiasikan.

Hal ini membuat pendatang heran melihat orang Kebumen yang rela datang ke hajatan jauh hanya demi menjaga hubungan. Tidak hadir bisa dianggap kurang menghargai, meski jaraknya melelahkan.

Normalitas versi lokal bekerja dengan logika sosial, bukan efisiensi. Jarak kalah penting dibanding rasa sungkan dan kewajiban menjaga relasi.

Baca halaman selanjutnya: #4 Pasar tradisional …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2026 oleh

Tags: jawa tengahKebumenorang kebumen
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Kecamatan Nguter Sukoharjo Punya Desa Bernama “Amerika” (Unsplash)

Mengagumi Deretan Rumah Mewah di Kecamatan Nguter Sukoharjo. Rasanya Seperti Tinggal di Kawasan Elite Bernama “Desa Amerika”

22 November 2023
culture shock si inyong arek kota surabaya terminal mojok

Ekspektasi Tak Sesuai Kenyataan, Tetap Bangga Bilang Inyong Arek Suroboyo

17 April 2021
Semarang Kota Hantu (Unsplash.com)

Semarang Kota Hantu: Potensi Aura Mistis dan Sisi Misterius Kota Semarang

5 Agustus 2022
Alun-alun Purwokerto Jadi Semakin Cantik Setelah Renovasi, tapi Tetap Problematik

Alun-alun Purwokerto Jadi Semakin Cantik Setelah Renovasi, tapi Tetap Problematik

2 April 2024
Taman Hutan Klorofil Kendal: Dibangun dengan Anggaran 4 Miliaran, Berakhir Jadi Tempat Orang Pacaran dan Buang Sampah Sembarangan

Taman Hutan Klorofil Kendal: Dibangun dengan Anggaran 4 Miliaran, Berakhir Jadi Tempat Orang Pacaran dan Buang Sampah Sembarangan

17 Februari 2024
4 Oleh-oleh Boyolali yang Jarang Dilirik Wisatawan, padahal Sangat Layak Jadi Buah Tangan Mojok.co

4 Oleh-oleh Boyolali yang Jarang Dilirik Wisatawan, padahal Sangat Layak Jadi Buah Tangan

22 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya Mojok.co

Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya

24 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.