Beberapa tahun terakhir, ada hal yang sangat berubah dari Bangkalan Madura, yakni masuknya sambungan WiFi ke daerah pelosok. Hal ini bukan saja mempercepat jaringan internet di desa-desa dengan biaya murah, tapi juga memperbanyak warkop dengan fasilitas WiFi sepuasnya.
Akan tetapi, terlepas dari dampak positifnya, bukan berarti hal ini tidak menciptakan dampak negatif. Asal kalian tahu, kabel-kabel yang mengirimkan jaringan internet malah bikin wajah Bangkalan Madura tidak estetik. Sudah tahu tata kotanya berantakan, eh masih ditambah kabel-kabel yang dipasang secara serampangan. Apalagi yang di kawasan pedesaan, kabelnya ditaruh sembarangan. Tak percaya, mari saya jelaskan!
Tiang kabel terlalu mepet jalan, bikin tidak aman
Sebelum saya bahas kabelnya, izinkan saya bahas tiangnya. Saya mencurigai, ada kekurangan koordinasi dalam pemasangan tiang internet di Bangkalan Madura. Di jalur utama Jalan Nasional, posisi tiang kabel di sepanjang jalan bagi saya tidak pas dan kurang safety, sebab posisinya sangat mepet dengan marka jalan, bahkan tidak sampai satu meter.
Nah, kenapa saya curiga ini kurang koordinasi, sebab beberapa tahun setelah pemasangan tiang kabel, ada proyek pelebaran jalan nasional di Bangkalan Madura. Awalnya, tiang-tiang ini sudah berdiri kokoh dengan posisi yang cukup jauh dari tepi jalan. Kemudian, ada proyek pelebaran jalan sekitar 1 meter, sehingga membuat tiang tadi benar-benar berada di tepi jalan raya.
Saya yakin, ini pasti tidak sesuai aturan kalau kita mau buka undang-undang! Nah, siapa yang salah? Terserah, saya sebagai warga cuma mau minta segera perbaiki saja tiang yang tidak safety itu.
Kabel menumpuk merusak pemandangan Bangkalan Madura
Selanjutnya, saya juga mempertanyakan, apakah provider yang bertugas memasang kabel internet, atau listrik, di kabupaten ini benar-benar kompeten. Jika iya, maka pengaturan kabel di Bangkalan Madura harusnya tertata dengan rapi. Lah faktanya, kabel-kabel yang disalurkan dari barat ke timur lebih terlihat amburadul.
Pokoknya digulung-gulung tidak jelas, bahkan ada yang diikat pakai sedotan. Kemudian, banyak pula kabel yang berlalu-lalang depan rumah dan pertokoan pinggir jalan. Ah, tidak safety sekali. Ya, maklum jika saya menyebutnya kurang kompeten. Belum lagi tiang-tiang kabel yang menumpuk.
Kalau tiang kabel tersebut berada pas di depan rumah orang, nggak keganggu tuh yang punya rumah?
Banyak kabel ngemper di jalanan sampai berbulan-bulan
Pengaturan kabel yang amburadul di Bangkalan Madura bukan hanya yang menempel ke tiang, tapi juga di jalanan. Menyentuh tanah. Saya tidak asal bicara dengan masalah ini. Beberapa bulan lalu, ada kabel ngemper di pinggir jalan nasional di area Tangkel (entah listrik atau internet). Kabelnya cukup besar. Dan itu dibiarkan selama berbulan-bulan.
Di desa-desa apalagi. Di kecamatan saya, Tanah Merah, kabel internet yang dihubungkan ke desa-desa juga ngemper sembarang, bahkan sampai bermeter-meter. Ini jelas-jelas tidak memperhatikan keselamatan dan keamanan warga sekitar. Providernya hanya fokus nyari keuntungan. Haduh!
Lagian, ini Pemkab Bangkalan kemana woy? Jangan sampai karena tidak segera ditindak, maka warga desa sendiri yang memotong kabel yang dipasang sembarangan ini.
FYI, Bangkalan Madura saat ini lingkungannya masih banyak yang pedesaan. Sehingga, adalah hal paradoks kalau pengaturan kabelnya sudah sesemrawut itu. Bayangkan kalau Bangkalan Madura ini jadi kota! Bisa-bisa jadi seperti Vrindavan. Kabel di mana-mana tidak beraturan.
Ya sudahlah, itu hanya keresahan saya sebagai warga desa. Mungkin pemerintah menganggap problem ini masalah kecil, tapi ya kalau dibiarkan terus-menerus tentu ini akan jadi problem kedepannya, terutama terkait estetika jalanan desa dan kota!
Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















