Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
20 Mei 2025
A A
4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang Mojok.co gen z

4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada banyak pandangan terhadap orang Madura. Ada yang memandangnya dengan penuh stigma tercermin dari sebutan wong Mexico, plat M, medhuro, besi tuo, dan sederet sebutan bernuansa buruk lain. Namun, tidak sedikit juga yang memandang orang-orang Pulau Garam ini sosok pekerja keras dan punya solidaritas kuat. Citra ini muncul berkat pengusaha asal Madura yang dapat dengan mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. 

Belakangan, citra positif soal terkait orang-orang Pulau Garam ini bertambah. Banyak orang mengira orang Madura itu humoris. Citra ini terbentuk berkat representasi orang Madura di layar kaca lewat Habib Ja’far dan Tretan Muslim. Tidak mengehrankan sih, candaan mereka memang begitu asyik dan mengocok perut penonton.  

Akan tetapi, itu bukan berarti semua humor bisa diterima oleh orang Madura lho, tetap perlu memerhatikan konteknya. Sebagai orang asli Madura, kadang saya merasa jengkel sekali dengan guyonan atau candaan yang tidak sesuai dengan tempatnya.  Nah, maka dari itu, buat kalian yang punya teman dari Madura, berikut saya bantu jelaskan beberapa hal biasa yang menurut kalian bercanda, tapi itu membuat hati orang Madura terluka.

#1 Memanggil orang kacong padahal baru kenal

Inilah hal pertama yang harus selalu kalian ingat. Memang, sebutan Kacong adalah panggilan untuk laki-laki yang lebih muda di Madura. Tapi, tidak sembarang orang boleh menggunakan panggilan ini. Kacong punya makna budaya yang sangat kental. Bagi saya pribadi pun demikian. Kacong merupakan panggilan kasih sayang dari orang yang lebih tua pada kita, seperti orang tua, atau kakek dan nenek. Maknanya memiliki simbol kepedulian. Wawasan mereka pun menjadi privilese bagi mereka untuk menggunakan panggilan ini pada anak-anak mereka.

Panggilan ini aslinya memang sering dipakai oleh teman sebaya untuk lebih akrab dalam konteks guyonan. Tapi, makna panggilan ini akan berbeda jika yang menggunakan adalah orang yang baru dikenal. Maknanya bukan lagi guyonan, tapi sok-sokan. Orang yang baru kenal tapi sudah menggunakan panggilan Kacong akan terdengar menggurui.

Teman saya di kampus pernah kena tonjok juniornya karena berkali-kali memanggil dengan sebutan Kacong, padahal baru kenal. Ya maklum, selain salah konteks, mereka pun menggunakan panggilan tersebut dengan nada sok jagoan. Berulang-ulang lagi!

#2 Ngomongin Boger Bojinov, tapi lupa sama Pak Mahfud MD

Beberapa orang mungkin akan langsung berpikir tentang Boger Bojinov ketika membicarakan Pulau Garam. Seakan-akan mayoritas orang daerah ini memiliki selera sepertinya, baju oversize, rambut jambul, dengan goyangan khasnya, serta motor Satria FU jagoannya. Demikian saya, saya sampai capek mendengar pertanyaan tentang Boger Bojinov, padahal saya juga tak begitu mengikuti aktivitasnya.

Saya pribadi tidak mempermasalahkan selera Boger Bojinov. Hanya, orang-orang sering generalisasi sesuatu. Mereka lupa kalau Madura juga punya Pak Mahfud MD yang cukup berpengaruh seperti Boger Bojinov. Apakah keduanya ada yang lebih rendah atau tinggi? Tentu saja tidak ada.

Baca Juga:

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Boger Bojinov berpengaruh karena gaya nyentriknya, sementara Pak Mahfud karena perjalanan akademik dan politiknya!

#3 Salah meniru logat orang Madura

Orang Madura memiliki logat yang cukup unik, sama seperti bahasa daerah lainnya di Indonesia. Karena logat yang unik, orang dari luar daerah ini sering mencoba menirukan bagaimana cara orang Madura berbicara. Sayangnya, cara mereka menirukan seringkali tidak sesuai dengan aturannya.

Misalnya, yang paling umum adalah anggapan bahwa semua kata dalam bahasa Madura bisa diulang. Semua kata untuk menciptakan logat Madura, maka harus diulang, terutama pada akhir bunyi katanya, padahal tidak.

Contohnya, ketika mau bilang “mau kemana?” seringkali orang-orang mengubahnya menjadi “mau na-kemana tak’iye?”.  Lalu jika menjawab “mau makan sate”, dengan enteng langsung dibikin “mau makan te-sate tak’iye”. Dengan demikian mereka sudah menganggap itu logat Madura. Oh tidak segampang itu tretanku! Terlebih,  tak semua kalimat cocok diakhiri tak’iye. Jujur, saya sedikit risih dengarnya. Hmmm, apalagi dibumbui intonasi merendahkan!

#4 Penganut individualisme garis keras tidak cocok bagi orang Madura

Sepertinya, bagian ini tidak hanya untuk orang Madura, tapi individualis garis keras memang akan sulit cocok dengan orang lain. Tapi, dengan kondisi budaya masyarakat Pulau Garam yang sangat solid, pembahasan ini cukup menarik.

Ya, hampir semua orang Madura memiliki kecenderungan sikap kolektif. Artinya, mereka lebih suka melakukan apa-apa bersama. Apapun agendanya, itu adalah kewajiban seluruh warga untuk membantu. Budaya yok-ayok yang ada pada tulisan Mba Halwah membuktikan fenomena ini.

Nah, dengan budaya yang seperti ini, tentu saja orang Madura akan merasa ogah dekat dengan penganut individualis garis keras. Jiwa gotong royong orang Madura sangat kuat. Makanya, kalau kalian lebih suka menyendiri dan apa-apa selalu dilakukan sendiri, terus kepincut sama orang Madura, pertimbangin lagi deh! Hehehe.

Ya cukup! Itulah hal yang orang Madura tak suka, tapi sering dianggap biasa. Saya harap, melalui artikel ini, kita semua semakin hati-hati dalam berinteraksi, terutama saat berinteraksi dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda. Sekian.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Derita Menjadi Orang yang Lahir di Madura dan Memikul Citra Buruk, tapi Saya Tidak Pernah Menyesal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2025 oleh

Tags: maduraorang madura
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Mahasiswa UTM, sawang sinawang

Inilah Alasan Mahasiswa UTM Layak Disebut sebagai Mahasiswa Tahan Banting

8 April 2020
Meluruskan Pandangan tentang Carok: Sisi Humanis di Balik Tindakan yang Dianggap Sadis madura

Meluruskan Pandangan tentang Carok: Sisi Humanis di Balik Tindakan yang Dianggap Sadis

4 Mei 2023
Warga Bangkalan Madura Lebih Butuh Transportasi Antar Kabupaten di Madura daripada Bangkalan-Surabaya Mojok.co

Warga Bangkalan Madura Lebih Butuh Transportasi Antar Kabupaten di Madura daripada Bangkalan-Surabaya

19 Juli 2024
Mie Gacoan Nggak Usah Buka Cabang di Bangkalan Madura, Sudah Ada Mie NteHOT yang Siap Bikin Kalian Gulung Tikar! mie endess

Mahasiswa Tak Perlu Menolak Pembukaan Mie Gacoan di Bangkalan, Mie Gacoan Tak Mungkin Mematikan Produk Lokal

14 September 2024
5 Rujak Petis Madura yang Penyajiannya Unik Terminal Mojok

5 Rujak Petis Madura dengan Cara Penyajian Unik

4 Januari 2023
Dalam Bahasa Madura Hijau Memang Disebut Biruh dan Tak Perlu Diganti terminal mojok.co

Dalam Bahasa Madura, Hijau Memang Disebut ‘Biruh’ dan Tak Perlu Diganti

9 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.