Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tak Ada yang Lebih Menyedihkan ketimbang Hidup Gen Z Madura, Generasi yang Tumbuh Tanpa Peran Orang Tua tapi Harus Tetap Tahan Banting Saat Dewasa

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
14 April 2026
A A
4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang Mojok.co gen z

4 Hal yang Dibenci dan Melukai Hati Orang Madura, tapi Sering Dianggap Biasa Saja oleh Banyak Orang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kami, Gen Z Madura, tidak klemar-klemer karena kami sudah mengalami sepinya hidup di Madura sebelum ada Suramadu.

Di media sosial, banyak postingan memperlihatkan karakter Gen Z yang katanya terlalu sensitif. Dibentak dikit, nangis. Dimarahi sama bos, langsung pergi ke psikolog. Disuruh resign, eh resign beneran. Pokoknya nggak tahan banting. Lalu, selain nggak tahan banting, mereka juga lebih suka main-main, mejanya full aksesoris, tasnya penuh gantungan kunci, pokoknya heboh. Kaya anak kecil!

Tapi, apakah semua Gen Z seperti itu? Jawabannya adalah tidak. Gen Z di Madura contohnya, jarang yang memiliki karakter klemar-klemer seperti itu. Banyak dari mereka masih memiliki etos kerja tinggi, disiplin, pekerja keras, juga bertanggung jawab.

Tapi, di sini saya tidak ingin menjelaskan secara panjang lebar bagaimana etos kerja Gen Z di Madura. Sebaliknya, saya ingin menjelaskan kalau sebetulnya di balik itu semua ada luka masa kecil yang terus membekas. Ya bisa dibilang, Gen Z di Madura adalah generasi terakhir yang menghadapi kehidupan keras pulau ini.

Gen Z jadi generasi parentless terakhir di Madura

Kita tahu bahwa masyarakat Madura merupakan orang-orang perantau. Ya setidaknya ke Surabaya. Dimana-mana pasti ketemu orang Madura. Masalahnya, orang Madura yang merantau banyak yang meninggalkan anak-anak mereka di kampung halaman. Mereka dirawat oleh nenek/kakeknya. Jadi, maklum kalau sebetulnya banyak orang Madura yang tumbuh parentless.

Ingat, bukan cuma fatherless atau motherless ya, tapi parentless, nggak hidup sama kedua orang tuanya!

Nah, Gen Z (kelahiran 1997-2012) adalah generasi terakhir yang merasakan nasib nahas ini. Berkat Suramadu, sejak 2009, para orang tua bisa pulang kapan saja mengunjungi anak mereka. Tidak butuh waktu lama atau biaya yang mahal. Bahkan, ada yang tiap hari pulang-pergi Madura-Surabaya.

Kalau dulu, Gaes, orang tua saya bisa berbulan-bulan tidak pulang. Padahal cuma di Surabaya. Mereka hanya menitipkan kiriman ke orang-orang yang kebetulan harus pulang kampung. Ini tidak terjadi pada saya saja ya, tetapi semua anak-anak seusia saya. Jadi kalau main, ya semacam kumpulan anak-anak parentless gitu.

Baca Juga:

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

Ya, sekali lagi, untungnya sudah ada Suramadu. Jembatan ini cukup membantu mengurangi anak-anak parentless di Madura!

BACA JUGA: 6 Syarat yang Harus Dipenuhi Madura sebelum Bermimpi Menjadi Provinsi Sendiri

Banyak Gen Z Madura tersesat saat masih muda

Oleh karena jadi generasi yang jauh dari orang tua, banyak Gen Z Madura yang mudah tersesat saat masih muda. Ketika Suramadu dibuka, beberapa tahun kemudian Gen Z ini sudah beranjak remaja, yakni usia belasan tahun. Nah di sinilah mereka menghadapi dunia baru berupa kehidupan Kota Surabaya.

Ya, yang namanya remaja, banyak sekali yang ingin mereka coba. Sayangnya, alih-alih mencoba hal positif, Gen Z di Madura banyak yang tertarik pada hal negatif. Saya ingat sekali pas saya SMP, memodifikasi motor satria FU sangat ramai di kalangan teman-teman saya. Terutama masalah bunyi knalpot yang ada keras. Di zaman ini pulalah jamet mulai bertebaran, rambut jambul dengan kaos oversize mulai jadi trend.

Kemudian, yang tak kalah memprihatinkan menurut saya, club malam juga mulai digandrungi anak-anak muda. Haduh!

Kini mereka tobat saat dewasa

Tapi saya bersyukur, Gen Z di Madura yang tersesat tak berlangsung lama. Saat menginjak dewasa, banyak dari mereka kembali ke jalan yang benar. Mereka tetap menjadi manusia Madura yang punya etos kerja tinggi. Misalnya teman-teman saya yang dulu terkenal nakal, sekarang mereka tetap bertanggung jawab terhadap keluarganya. Semua pekerjaan dikerjakan asal halal.

Ada yang dagang bakso, jual sayuran, jual ayam potong, pokoknya produktif.

Ya itulah kondisi Gen Z Madura yang sebetulnya berbeda dengan Gen Z kebanyakan. Kami tidak klemar-klemer karena kami sudah mengalami sepinya hidup di Madura sebelum ada Suramadu. Saya pribadi bersyukur, terlepas awalnya Suramadu menghasilkan budaya buruk bagi Gen Z, jembatan ini kini membantu mengurangi anak-anak parentless di pulau ini!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saya Tidak Pernah Memilih Lahir di Madura, tapi Kenapa Saya Terus-terusan Dihina? Apakah Salah Jadi Orang Madura?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 April 2026 oleh

Tags: gen zjembatan suramadukehidupan gen z di maduramaduraSurabaya
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Bakpia Juwara Satoe, Solusi Oleh-oleh Khas Jogja bagi Gen Z yang Liburan tapi Bujet Pas-pasan

Bakpia Juwara Satoe, Solusi Oleh-oleh Khas Jogja bagi Gen Z yang Liburan tapi Bujet Pas-pasan

17 Agustus 2024
Tradisi Menjemput Jemaah Haji (Harus) dengan Konvoi di Madura Lama-lama Meresahkan!

Menjemput Jemaah Haji (Harus) dengan Konvoi di Madura Itu Meresahkan, Nggak Semua Orang Harus Tahu kalau Situ Baru Naik Haji

27 Juli 2024
Surabaya Jadi Ibu Kota Provinsi Madura Adalah Ide Paling Sesat Mojok.co

Surabaya Jadi Ibu Kota Provinsi Madura Adalah Ide Paling Sesat

10 Februari 2024
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Kuliner Apung Surabaya, Dulu Viral Kini Terancam Bubar: Rasa Makanan (Kelewat) Biasa, Maintenance pun Ala Kadarnya

Kuliner Apung Surabaya, Dulu Viral Kini Terancam Bubar: Rasa Makanan (Kelewat) Biasa, Maintenance pun Ala Kadarnya

5 Juli 2024
Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang Mojok.co

Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang

12 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang Mojok.co

Karet Gas, Barang Paling Murah di Indomaret yang Jadi Penyelamat Banyak Orang

7 Mei 2026
Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus (Unsplash)

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

8 Mei 2026
Jurusan PBSI Memang Jurusan yang Nanggung: Mau Jadi Guru Masih Harus PPG, Sastranya Juga Nggak Terlalu Dalam PPG Calon Guru

Sisi Gelap Kuliah di Prodi PBSI: Belajar Bahasa Indonesia, tapi Mahasiswanya Nggak Paham PUEBI dan Nggak Suka Baca Buku

6 Mei 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

7 Mei 2026
Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak Mojok.co

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.