Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh”

Erdy Priharsono oleh Erdy Priharsono
3 Maret 2026
A A
KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” Mojok.co ka kahuripan

KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pengguna KA Sri Tanjung sejak dahulu. Kereta api kelas ekonomi PSO (subsidi pemerintah) ini jauh lebih nyaman dibanding belasan tahun lalu. Dahulu, gerbong kereta itu terasa seperti pasar tumpah. Pedagang bebas lalu lalang menjajakan makanan dan minuman. Bahkan, dahulu saya sempat melihat penumpang membawa hewan peliharaan ke dalam gerbong kereta. 

Iya suasana KA Sri Tanjung belasan tahun lalu memasang chaos. Namun, sekarang kondisinya berbeda, jauh lebih nyaman dan tertata. Tidak ada lagi pedagang lalu lalang dan tiap penumpang pasti dapat tempat duduk. Harga tiketnya pun masih ramah di kantong. Bayangkan, harga  tiket rute terjauh, Stasiun Lempuyangan (Jogja) ke Stasiun Ketapang (Banyuwangi) yang berjarak lebih dari 600 km itu hanya Rp94.000. 

Akan tetapi, walau sudah dirombak total, ada suasana chaos yang rasa-rasanya tidak pernah hilang dari KA Sritanjung. Ada-ada saja hal unik yang terjadi ketika naik kereta ekonomi ini. 

#1 Penumpang KA Sri Tanjung ngobrol dengan suara keras 

Kereta itu tempat umum. Setiap orang yang duduk di gerbong punya hak yang sama untuk merasa nyaman. Sayangnya, tidak semua penumpang KA Sri Tanjung menyadari hal itu. 

Pengalaman saya akhir tahun lalu misalnya, saat menempuh perjalanan Jember ke Solo. Ada 2 penumpang yang tidak henti-hentinya ngobrol dari Jember hingga Solo. Padahal perjalanan yang panjang lho itu, bisa hampir 10 jam. Kok ya nggak capek-capek ngobrol. 

Sekadar ngobrol sih sebenarnya nggak masalah ya. Persoalannya suara dua orang ini benar-benar memenuhi gerbong. Saya sampai tahu topik apa saja yang mereka obrolkan, mulai dari pengalaman hidup, keluarga, teman, pekerjaan, dan banyak hal remeh lain. 

Uniknya nih, dua penumpang ini awalnya tidak saling kenal. Mereka baru berkenalan ketika duduk berhadapan. Mungkin, desain kursi yang berhadapan dan adu dengkul membuat mereka mau tidak mau saling sapa. Eh, malah akhirnya jadi akrab. 

#2 Rebutan rak bagasi sering terjadi di KA Sri Tanjung

Pelayanan KA Sri Tanjung mungkin sudah banyak berubah, tapi tidak dengan penumpangnya. Penumpang kereta api ekonomi ini punya ciri khas sendiri sejak dahulu yakni membawa barang kelewat banyak. 

Baca Juga:

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

Ujung-ujungnya, ada saja penumpang yang meletakkan barangnya di jatah rak bagasi penumpang lain. Yang paling sial adalah penumpang seperti saya yang naik kereta tidak dari stasiun awal keberangkatan Lempuyangan atau Ketapang. Saya naik biasanya naik dari Solo dan turun Jember atau sebaliknya. 

Saya pernah mengalaminya ketika terakhir kali naik KA Sri Tanjung dari Jember. Ternyata bagasi yang menjadi hak saya sudah dipenuhi barang penumpang lain (satu koper besar dan 2 kardus besar). “Mas ini nomor kursi kami sekeluarga 9DE dan 10 DE. Berarti bagasi yang ada di atas kursi ini hak saya untuk menaruh barang saya, mengapa anda yang nomor tiketnya 6C meletakkan seluruh barang anda disini?” saya menjelaskan.


Bukannya sadar, penumpang ini malah membantah. “Saya naik kereta lebih dulu, makanya saya bebas meletakkan barang dimana saja,” sergahnya sok kuasa. Hadeh!

Sayapun keukeuh agar barang milik penumpang itu harus dipindah. Pikiran saya saat itu, kalau kita sungkan atau mengalah kepada orang yang tidak tertib, maka kejahatan akan menang. Dan saya nggak mau hal itu terjadi. 

#3 Mesti ekstra sabar pada orang tua yang membawa bocil

Saya tidak menyalahkan orang tua yang  bepergian naik kereta bersama anak-anak. Kalau ada kesempatan dan pilihan lain yang lebih nyaman, mereka pasti akan memilihnya demi anaknya. Saya tidak pernah tahu kondisi sedang mereka alami sehingga naik kereta ekonomi Sri Tanjung. 

Sayangnya, banyak orang tua bak tidak peduli kalau anaknya berperilaku merugikan penumpang lain. Mereka diam saja ketika anaknya teriak-teriak, lari-lari, loncat-loncat dan mereka tetap diam. Bahkan, tidak ada ungkapan atau gesture merasa bersalah soal itu. Celana saya pernah kotor gara-gara diinjak sepatu anak kecil yang berlompatan dari bangku satu ke bangku yang lain.

#4 Rawan salah naik kereta 

Penumpang yang kurang teliti bisa saja salah naik KA Sri Tanjung di Stasiun Surabaya Gubeng. Beberapa penumpang keblasuk salah naik kereta, antara Sri Tanjung rute Lempuyangan-Ketapang (arah ke timur) dengan Sri Tanjung rute Ketapang- Lempuyangan (arah ke barat).

Dua KA Sri Tanjung yang berlawanan arah itu memang bertemu (bersilang) di Surabaya. Selisih waktu kedatangan dan keberangkatan yang berhimpitan ini menyebabkan sering terjadi calon penumpang salah masuk kereta di Stasiun Gubeng.

Pada Februari lalu saya pernah ketemu suami istri yang akan pergi ke Pelabuhan Ketapang dan akan lanjut ke Bali.  Selepas Stasiun Wonokromo, mereka kaget bukan kepalang setelah mengetahui kereta yang ditumpangi itu berbelok mengarah ke Yogyakarta.

Itulah kelakuan-kelakuan “aneh” penumpang KA Sri Tanjung. Unik ya, walau kondisi dan fasilitas keretanya sudah jauh lebih baik, tipe penumpangnya masih mirip-mirip. 

Akan tetapi, di balik perilaku “aneh” itu, ada satu hal yang bikin saya senang naik kereta ekonomi satu ini. Penumpang biasanya saling kenal selama perjalanan sehingga tercipta suasana guyub rukun. Kadang banyak ilmu bisa saya dapat dari obrolan di kereta. Beruntung juga jika kita ketemu satu keluarga yang naik KA dengan membawa banyak makanan. Kita akan kecipratan makanan yang mereka bawa. Bahkan, dengar-dengar ada yang bisa ketemu jodoh juga.  “Betul pak, teman saya itu ketemu jodohnya waktu naik kereta ini. Saling sapa saling akrab, tukar nomor HP, akhirnya jadian deh,” cerita salah satu penumpang yang duduk di sebelah saya. 

Penulis: Erdy Priharsono
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Sisi Gelap KA Feeder Whoosh, Fasilitas Gratis yang Bikin Penumpang Whoosh Merasa Miris.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2026 oleh

Tags: KAKA Sri TanjungKeretakereta apikereta ekonomiKetapanglempuyangansri tanjung
Erdy Priharsono

Erdy Priharsono

Suka menulis. Suka berjalan kaki. Suka naik KA dan bus ekonomi relasi Jawa Tengah Jawa Timur PP.

ArtikelTerkait

KA Fajar Utama Solo Adalah Kereta Ekonomi Premium Terbaik, No Debat!

KA Fajar Utama Solo Adalah Kereta Ekonomi Premium Terbaik, No Debat!

21 Agustus 2024
KA Gumarang Ekonomi New Generation: Perjalanan Nyaman Jakarta ke Surabaya dengan Harga Ekonomis

KA Gumarang Ekonomi New Generation: Perjalanan Nyaman Jakarta ke Surabaya dengan Harga Ekonomis

20 Agustus 2025
Palang Pintu Kereta Api Banyumas: Tempat Rekreasi (Tidak) Ramah Anak yang Murah Meriah Mojok.co

Palang Pintu Kereta Api Banyumas: Tempat Rekreasi (Tidak) Ramah Anak yang Murah Meriah

17 November 2023
5 Tipe Penumpang Menyebalkan di KA Pandanwangi Jember-Banyuwangi

5 Tipe Penumpang Menyebalkan di KA Pandanwangi Jember-Banyuwangi

8 Maret 2025
Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya Mojok.co

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

28 Januari 2026
KA Probowangi, Penghubung Surabaya dan Banyuwangi yang Sayangnya Cuma Ada 1

KA Probowangi, Penghubung Surabaya dan Banyuwangi yang Sayangnya Cuma Ada 1

3 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Pengalaman Menyenangkan Naik Kereta Whoosh, Kereta Cepat yang Jauh Lebih Baik ketimbang Kereta Cepat Taiwan

26 Maret 2026
WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

27 Maret 2026
5 Hal yang Bisa Dibanggakan Kota Bandung meski Tata Kelolanya Buruk dan Transportasi Umumnya Tidak Layak

Seolah Tidak Mau Saya Pergi, Selalu Ada Alasan untuk Tetap Tinggal di Bandung

23 Maret 2026
Dear Tetangga, Tolong Kendalikan Hewan Peliharaan Anda! (Unsplash)

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

24 Maret 2026
Bandung Setelah Lebaran Jadi Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk Warlok Mojok.co

Bandung Setelah Lebaran Adalah Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk bagi Warlok

25 Maret 2026
Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja (Wikimedia Commons)

Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C
  • Peringatan untuk Gen Z si Paling Soft Saving: Boleh Nabung Sambil Menikmati Hidup di Masa Kini, tapi Masa Tua Jangan Sampai Jadi Beban
  • Realitas Pahit Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan Dihina Saat Kumpul Keluarga
  • Dibanding Stasiun Lempuyangan, Saya Lebih Pilih Stasiun Tugu Jogja yang Mahal dan Ramai asal Tak Harus Menahan Emosi Menunggu Jemputan
  • 5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta
  • ‘Na Willa’, Merangkul Inner Child dan Kebutuhan akan Film Anak dari Muaknya Komodifikasi Ketakutan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.