Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pengalaman Menyenangkan Naik Kereta Whoosh, Kereta Cepat yang Jauh Lebih Baik ketimbang Kereta Cepat Taiwan

Yudhistira Adityawardhana oleh Yudhistira Adityawardhana
26 Maret 2026
A A
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah saya merantau 3.5 tahun di luar negeri, kali inilah di tahun 2026 saya baru mencoba naik kereta Whoosh, yang merupakan proyek kebanggaaan pemerintah dan kontroversial. Mula-mula saya skeptis dengan kendaraan ini, karena saya merasa tanggung hanya dibuat dari Jakarta ke Bandung. Stasiunnya pun tidak di pusat kota. Plus, yang paling penting, mahal.

Saya sempat ragu, apa ya mungkin kereta ini laku, padahal biaya proyek ini amat besar. Tapi jelas, itu bukan urusan saya.

Februari lalu, saya akhirnya mencoba kereta Whoosh bersama Bapak dan Ibu saya, pulang-pergi ke Bandung. Saya datang ke Stasiun Halim sekitar jam 9 pagi karena sudah booking tiket dari situs travel online untuk keberangkatan jam 10 pagi menuju Stasiun Padalarang. Ketika saya hadir di Stasiun Halim, saya takjub melihatnya stasiun ini megah dan besar seperti terminal bandara.

Fasilitas di Stasiun ini juga sangat lengkap. Ada minimarket serta banyak pilihan restoran dan kafe. Stasiun ini juga dilengkapi integrasi transportasi umum seperti LRT Jabodebek dan Transjakarta. Toilet dan musala pun juga ada dan bersih. Saya juga melihat papan informasi keberangkatan pun jelas terlihat dengan baik. Saya juga melihat petunjuk yang ada di stasiun cukup lengkap jadi tidak membingungkan penumpang.

Kembali ke Whoosh. Hari itu stasiun amat ramai, tapi saya tidak mengira bahwa yang di situ adalah penumpang kereta Whoosh. Lagi-lagi ya, karena, mahal. Tapi saya salah, ternyata peminat kereta ini cukup bawah.

Saya naik ke lantai dua Stasiun Halim, sesuai dengan petunjuk di papan. Setelah petugas keamanan mengecek barang bawaan, barulah saya bisa masuk ruang tunggu. Tak lama kemudian, sekitar 15 menit, kereta datang.

BACA JUGA: Proyek Kereta Cepat Whoosh Terlalu Eksklusif, Cuman bikin KAI dan Rakyat Menderita

Whoosh lebih baik ketimbang kereta cepat Taiwan

Kereta cepat berangkat tepat waktu sesuai jadwal pukul 10:00, kemudian melesat cepat melewati jalur yang bersampingan dengan jalan tol Jakarta-Cikampek kemudian berbelok ke arah Selatan melewati Purwakarta dengan kecepatan hampir penuh sebesar 346 km/jam.

Baca Juga:

Dari Bogor ke Bandung Naik Whoosh Adalah Hal Terbodoh dalam Hidup yang Pernah Saya Lakukan

Kereta Whoosh tiba di Stasiun Padalarang pukul 10:30, sungguh cepat hanya 30 menit sampai di tujuan. Akan tetapi, saya dan keluarga harus melanjutkan perjalanan dengan KA feeder dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung sekitar 18 menit perjalanan dan tiba hampir jam 11:00.

Jujur saja, saya kagum dengan mengendarai Whoosh sangat cepat dan efektif ke Bandung daripada dengan kendaraan pribadi bisa memakan waktu lebih dari 3 jam. Meski mahal dan kontroversial, bagi saya, okelah kereta ini.

Jika dibandingkan dengan negara yang saya tinggal dahulu, yaitu Taiwan, keretanya disebut THSR (Taiwan High Speed Rail), kereta Whoosh masih lebih unggul. Dari segi kecepatan, Whoosh menang karena THSR hanya menyentuh 300 km/jam, sedangkan Whoosh mencapai 350 km/jam. kelas penumpang pun hanya ada dua, bukan tiga seperti Whoosh. Tapi perkara jarak tempuh, THSR menepuk dada keras-keras karena mencapai 350 kilometer (Taipei-Kaohsiung), sedangkan Whoosh hanya 142 km, tak sampai separuhnya. Integrasi THSR juga lebih baik karena lebih ada 3 stasiun yang nyambung ke kereta cepatnya.

Bangga dengan Indonesia

Untuk kursi di kelas ekonomi juga memiliki susunan yang sama ,yaitu 3-2. Tetapi seinget saya di kereta cepat Taiwan tidak ada gerbong restorasi seperti ada gerai indomaret di Whoosh. Namun, ada sebuah vending machine di dalam gerbong tertentu, serta terdapat petugas keliling menjual makanan dan minuman dengan gerobak dorong.

Kemudian saat kita memasuki kereta cepat jika di Taiwan tidak disambut oleh petugas dan tidak ada sistem boarding. Berbeda dengan Indonesia yang terdapat petugas yang ramah dalam menyambut penumpang, jadi memberi kesan suasana hangat sebelum memulai perjalanan.

Lama perjalanan jika dibandingkan dengan yang ada di Taiwan, untuk rute Halim ke Padalarang bisa dikomparasi dengan rute kota Taipei ke Miaoli dengan jarak 100-105 km. Akan tetapi waktu bisa lebih lama sekitar 40 menit. Tapi, untuk lama perjalanan dengan waktu 30 menit jika di Taiwan, setara dengan rute Taipei ke Hsinchu yang jaraknya lebih pendek dari Taipei ke Miaoli.

Sebagai orang Indonesia, saya bangga dengan kereta Whoosh, yang canggih serta efisien, tidak kalah saing dengan negara (yang lebih maju) seperti Taiwan. Meski belum memiliki rute panjang, tetapi sudah amat membantu. Meski stasiun tidak berada di pusat kota, tapi tetap efektif.

Saya yakin kereta Whoosh akan makin dinikmati, apalagi jika rutenya diperpanjang. Mungkin saja, siapa tahu kan?

Penulis: Yudhistira Adityawardhana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Dari Bogor ke Bandung Naik Whoosh Adalah Hal Terbodoh dalam Hidup yang Pernah Saya Lakukan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2026 oleh

Tags: harga tiket whooshkelas penumpang whooshkereta cepat negara lainkereta whooshthsr
Yudhistira Adityawardhana

Yudhistira Adityawardhana

Saya Yudhistira Adityawardhana, lulusan S3 Teknik Mesin dari National Taiwan University of Science and Technology. Saat ini saya memiliki minat menulis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta esai yang membahas pengalaman dan opini saya.

ArtikelTerkait

Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Dari Bogor ke Bandung Naik Whoosh Adalah Hal Terbodoh dalam Hidup yang Pernah Saya Lakukan

26 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot terminal di bogor angkot jakarta

4 Hal Menyebalkan dari Oknum Sopir Angkot yang Bakal Kamu Temui saat Berada di Jakarta

16 April 2026
7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga Mojok.co

7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga

16 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
Resign demi Jadi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Resign demi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

18 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.