Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

Sayekti Ardiyani oleh Sayekti Ardiyani
24 Maret 2026
A A
Dear Tetangga, Tolong Kendalikan Hewan Peliharaan Anda! (Unsplash)

Dear Tetangga, Tolong Kendalikan Hewan Peliharaan Anda! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Adab bertetangga tidak hanya mengendalikan mulut dan perilaku tapi juga hewan peliharaan.

Dalam perjalanan pulang dari silaturahmi Lebaran kali ini, ada satu hal menarik yang saya jumpai saat melewati Dusun Kayupuring, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. 

ADVERTISEMENT

Di beberapa titik strategis, terpasang banner kuning menyala dengan tulisan merah mencolok yang sangat mudah dibaca. Kurang lebih bunyinya: “Hewan peliharaan harap dikandangkan, jika tidak maka hewan tersebut menjadi milik umum.”

Dugaan saya, pemasangan banner tersebut pastilah dilatarbelakangi kejadian tidak mengenakkan. Kemudian, kompromi dan musyawarah yang bisa jadi tidak mudah sudah terlewati. 

Bagi banyak warga wilayah lain, pemasangan banner mungkin jadi hal aneh, lucu, atau ora umum. Tapi bagi saya, keputusan memasang tulisan itu patut mendapat pujian dan banyak daerah harus mencontohnya. Terutama oleh dusun saya. Mengapa?

Korban hewan peliharaan yang tak diurus

Keluarga saya adalah satu dari beberapa korban dari hewan peliharaan. Khususnya oleh tetangga yang abai dan tidak mengurusnya dengan baik. Mereka membiarkan hewan peliharaan berkeliaran di dusun. 

Ada masanya, anak atau suami saya tiap pagi harus ngomel-ngomel mengepel lantai teras yang kotor oleh tahi ayam. Di waktu yang sama, ada tetangga yang hampir tiap hari bertanya di grup WhatsApp RT dengan lampiran foto. “Siapa yang memiliki ayam yang petangkringan di atap rumah?” 

Tidak hanya bertahi, ayam-ayam itu sampai bertelur dan telurnya jatuh mengenai lantai rumahnya. Tak jauh dari rumah warga yang yang kerap mengirim pesan di grup, tetangga lain pernah sambat ada ayam yang suka masuk rumahnya, nelek di mobil bahkan masuk kamar anaknya karena jendelanya sangat rendah. Dia sampai berujar, biar disembelih saja ayamnya!

Baca Juga:

Rumah Saya Perlahan Kehilangan Rasa Nyaman Akibat Kandang Ayam yang Datang Belakangan

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Kucing yang bikin emosi

Rumah kami agak jauh dari dua warga yang mengeluh itu. Pemilik hewan peliharaan yang tingkahnya sama itu tentu saja berbeda. Untungnya, soal ayam itu sudah berlalu. Teras kami sesekali masih kena telek. Tapi tidak separah dan sesering dulu.

Lepas dari ayam, sekarang rumah kami tidak aman dari hewan peliharaan orang lain bernama kucing yang suka nyelonong masuk ke rumah lewat jendela. Sebenarnya, kejadian dengan kucing dulu sekali sudah pernah terjadi. Sering malahan. 

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Pertama, kami pernah sambat sering bau tahi kucing di dalam rumah padahal tidak punya hewan peliharaan kucing. Kedua, ikan di meja makan pernah hilang. Gongnya adalah, ada tahi kucing di atas kasur!

Katahuan, ternyata ada kucing yang bersembunyi di bawah bufet rumah. Kucing itu keluar ketika rumah sepi. Setelah ketahuan, kucing tidak pernah kembali ke rumah. Aman. 

Kejadian ketiga, di waktu yang jaraknya jauh. Ketika membuka lemari paling bawah, anak saya kaget karena menemukan beberapa ekor bayi kucing. Induk kucing bisa masuk ke rumah lewat jendela yang terbuka. Kejadian itu sudah berlalu lama.

Terulang kembali

Nah, kejadian menjengkelkan tadi terulang kembali. Tetangga dekat rumah punya hewan peliharaan kucing. 

Pulang kerja, kami sering mendapati meja makan berantakan. Lauk sudah berada di bawah meja, atau bahkan berkurang dan raib. 

Cari aman, kami menutup jendela sebelum berangkat kerja. Tapi, apa iya kami terus-terusan menutup jendela rumah. Dan, yang kami khawatirkan terulang ketika Lebaran.

Jadi, kami meninggalkan rumah dengan jendela terbuka. Tidak ada pikiran bakal ada hewan peliharaan kucing masuk dan mengacaukan meja makan. 

Menu di atas meja hanya nasi, kerupuk, sayur bening, dan tempe mendoan. Tidak ada bau ikan dan makanan amis.

Pulang silaturahmi dan masuk ruang makan, kami syok dengan beling-beling berserakan di bawah meja dengan sepotong tempe tersisa. Air menggenang di antara pecahan beling. Kucingnya tidak hanya menabrak atau menyenggol atau mendorong, atau apalah, membuat piring terjun bebas tapi juga sebuah teko kaca berisi penuh air putih ikut hancur. 

Nggak usah punya hewan peliharaan kalau tidak bisa merawat 

Saya yakin sekali segala kekacauan itu terjadi karena hewan peliharaan kucing. Bukan tikus, apalagi cicak.

Sebelumnya, saya beberapa kali mendapati kucing yang menjadi hewan peliharaan tetangga, sudah naik meja makan dan kaki depannya berusaha membuka tudung saji.

Itu sebabnya, saya sangat setuju kalau semua dusun mencontoh banner seperti di Dusun Kayupuring. Adab bertetangga, saya rasa tidak hanya mengendalikan mulut dan perilaku tapi juga mengendalikan hewan peliharaan.

Penulis: Sayekti Ardiyani

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Maret 2026 oleh

Tags: adab bertetanggaayamhewan peliharaankabupaten magelangKecamatan GrabagKucing
Sayekti Ardiyani

Sayekti Ardiyani

Alumni Sasindo yang menjadi Guru SD. Tinggal di batas kota dan Kabupaten Magelang.

ArtikelTerkait

3 Oleh-oleh Muntilan Magelang yang Bisa Dibawa Pulang selain Jajanan Toko Nyonya Pang

3 Oleh-oleh Muntilan Magelang yang Bisa Dibawa Pulang selain Jajanan Toko Nyonya Pang

22 Februari 2025
4 Orang yang Nggak Cocok Tinggal di Magelang, Pikir Ulang sebelum Pindah ke Sini

4 Orang yang Nggak Cocok Tinggal di Magelang, Pikir Ulang sebelum Pindah ke Sini

11 Mei 2025
5 Macam Kepribadian Kucing Kompleks Berdasarkan Observasi Lapangan terminal mojok.co

Pengalaman Street Feeding dan Catatan Hati untuk Pemilik Kucing Ras

29 Mei 2020
Whiskas Adalah Makanan Kucing yang Berbahaya terminal mojok

Bagi Saya, Whiskas Adalah Makanan Kucing yang Berbahaya

9 Mei 2021
bapak kos melihara ayam pengalaman aneh anak kos ayam jago sabung ayam mojok

Pengalaman Absurd Punya Bapak Kos yang Hobi Pelihara Ayam

22 April 2020
kucing cacingan bisa meninggal cara mengatasi kucing cacingan tanda-tanda kucing cacingan mojok.co

Cacingan pada Kucing Jangan Disepelekan, Bisa Berakibat Kematian

21 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri

Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri

9 Juli 2026
Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan

Kalian boleh kesal sama emak-emak, tapi oknum bapak-bapak merokok saat berkendara jauh lebih meresahkan

11 Juli 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Malang Memang Sekarang Panas, tapi Tetap Lebih Nyaman daripada Merantau di Surabaya 

8 Juli 2026
8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen Mojok.co

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

11 Juli 2026
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Honda Win Memang Bikin Repot, tapi Sejak Kapan Motor Tua Punya Kewajiban Memanjakan Pemiliknya?

6 Juli 2026
Ketika arah mata angin jadi masalah buat orang Jogja di Jakarta (Unsplash)

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

11 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.