Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Rumah Saya Perlahan Kehilangan Rasa Nyaman Akibat Kandang Ayam yang Datang Belakangan

Nikmaturrahmaniya oleh Nikmaturrahmaniya
21 Juni 2026
A A
Kandang Ayam Datang Belakangan, Rusak Kenyamanan (Unsplash)

Kandang Ayam Datang Belakangan, Rusak Kenyamanan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Jangan gampang tergiur dengan pemandangan desa yang kelihatan asri. Nyatanya, saat ini, tinggal di desa menjadi dilema bagi saya semenjak seorang peternak pintar tiba-tiba punya ide mendirikan kandang ayam dekat rumah warga.

Bagi saya, mendirikan kandang ayam di dekat rumah warga adalah wujud minimnya etika pemilik peternakan. Saya tidak bekerja di kandang ayam, tidak pula mendapat keuntungan dari bisnis itu, tapi setiap hari saya merasakan kerugiannya.

BACA JUGA: Pesan buat yang Pelihara Ayam di Rumah: Jaga Baik-baik Ayam Kalian, Jangan Sampai Keluyuran di Tengah Jalan. Bikin Orang Lain Kecelakaan, lho!

Tidak ikut merasakan untungnya, tapi bau tai ayam itu harus saya terima dengan suka rela

Saya tidak ikut memiliki kandang ayam, tidak ikut memberikan pakan, juga tidak pernah ikut menikmati keuntungan setiap panen datang. Tapi, entah bagaimana pada tahun-tahun terakhir ini saya selalu mendapatkan bagian yang paling konsisten: bau tahi dan lalat yang terus hinggap di pekarangan.

Konsep dari bisnis kandang ayam ini cukup unik. Keuntungannya hanya dinikmati oleh beberapa orang saja, tapi dampaknya kena merata kepada warga yang dekat dengan kandang.

Saya tahu, bau memang tidak punya etika. Manusia juga tidak bisa mengendalikan angin. Tapi, logikanya, jika seseorang mendirikan usaha dan memperoleh manfaat dari sana, dirinya seharusnya memiliki tanggung jawab atas dampak negatifnya.

Masalahnya, hingga saat ini, saya tidak pernah mendapatkan kompensasi atas pencemaran udara yang selalu mampir. Dan yang membuat saya heran, setiap ada yang mengeluhkan kondisi ini, seolah kami tengah mempersoalkan hak orang lain yang mencari nafkah.

Penjajahan tak selalu tentang perang

Hal yang membuat saya sulit berdamai sebenarnya bukan sekedar bau tai ayam atau lalat yang datang seperti pasukan perang. Tapi, perasaan bahwa perlahan kami kehilangan kenyamanan di rumah yang sudah puluhan tahun kami tempati jauh sebelum kandang ayam itu berdiri.

Baca Juga:

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

Mempertanyakan Orang-orang yang Nggak Suka Dada Ayam padahal Bagian Ayam Ini Paling Worth It

Rumah yang awalnya terasa nyaman, kini tiap saat terusik dengan hilir mudik kendaraan membawa pakan. Dini hari yang seharusnya menjadi waktu paling tenang, harus sesekali terbangun sebab suara kendaraan yang disetir ugal-ugalan.

Perlu saya klarifikasi. Jalur menuju kandang bukankah jalan umum dan sebagian petak tanah dari jalan itu milik keluarga saya. Tapi saya dan keluarga sebagai pihak yang paling merugi ditempatkan sebagai kelompok yang harus memahami keadaan.

Dari sini saya sadar. Bentuk penjajahan tak selalu tentang perebutan kekuasaan atau peperangan. Bisa jadi, perlahan kami kehilangan perasaan nyaman akibat aktivitas kandang yang datang belakangan.

BACA JUGA: 4 Alasan Usaha Ternak Ayam Sebaiknya Jangan Dilakukan karena Hanya Akan Mendatangkan Kerugian Jika Tak Diurus dengan Benar

Saya tidak membenci peternak dan kandang ayam, saya hanya ingin rumah tetap menjadi rumah yang nyaman

Agar tak ada kesalahpahaman, rasanya perlu ada penjelasan bahwa saya tidak membenci peternak ayam atau dendam pribadi kepada ayam. Bagaimanapun, jika isi dompet memungkinkan saya selalu dengan senang hati membeli ayam goreng untuk mengenyangkan perut yang lapar.

Karena dari awal, persoalan yang saya rasakan bukan sekedar soal ayam atau para peternaknya. Saya tahu, dalam operasional kandang ayam, ada roda ekonomi yang berputar bahkan beberapa menjadikan itu sebagai sumber penghidupan.

Tapi jangan lupa, bahwa di sekitar kandang ada kehidupan lain yang sama-sama layak dihargai. Ada orang tua yang ingin menghabiskan masa tuanya dan ada anak-anak yang tumbuh di rumah yang perlahan tanpa sadar kehilangan kenyamanannya.

Memang, tak banyak berubah, rumah masih berdiri di tempat yang sama, dindingnya masih kokoh, alamatnya pun tak berubah. Tapi perasaan nyaman yang dulu melekat kini tak lagi utuh, bentuk kehilangan yang tak pernah dapat dilihat pengelola kandang ayam.

Harapan saya tidak berlebihan. Cukup adanya kesadaran bahwa di sekitar usaha itu ada rumah-rumah yang sedang diperjuangkan pemiliknya. Setiap orang memang punya hak mencari nafkah tetapi semua orang juga berhak merasa nyaman di rumahnya sendiri.

Penulis: Nikmaturrahmaniya

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Penderitaan Tinggal di Rumah yang Dekat dengan Kandang Ayam Potong, Makan Tak Pernah Nikmat, dan Malu pada Tamu yang Berkunjung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2026 oleh

Tags: ayambau ayamkandang ayamtahi ayamternak ayam
Nikmaturrahmaniya

Nikmaturrahmaniya

Alumni santri dari salah satu pesantren di Surabaya. Saat ini bekerja sebagai freelance writer di beberapa media online dan menyukai komik Detektif Conan

ArtikelTerkait

Ayam dan Keseruan Menikah dengan Orang Magelang (Unsplash)

Ayam Jago dan Keseruan Menikah dengan Orang Magelang

12 Mei 2023
telur ayam usaha ternak ayam mojok

Komentar Ayah atas Tulisan Saya tentang Larangan Usaha Ternak Ayam

13 Mei 2020
Mempertanyakan Orang-orang yang Nggak Suka Dada Ayam padahal Bagian Ayam Ini Paling Worth It

Mempertanyakan Orang-orang yang Nggak Suka Dada Ayam padahal Bagian Ayam Ini Paling Worth It

2 Oktober 2025
Bagi Saya, Membersihkan Ceker Ayam Adalah Pekerjaan yang Paling Membagongkan terminal mojok

Bagi Saya, Membersihkan Ceker Ayam Adalah Pekerjaan yang Paling Membagongkan

25 April 2021
Dear Tetangga, Tolong Kendalikan Hewan Peliharaan Anda! (Unsplash)

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

24 Maret 2026
Meskipun Ketat, KFC Lebih Baik Dibandingkan McD! terminal mojok.co

Meskipun Ketat, KFC Lebih Baik Dibandingkan McD!

26 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026
Kebodohan pembeli soto ayam yang bikin saya muak dan jijik (Wikimedia Commons)

Akulah pelanggan soto ayam yang marah itu gara-gara konsumen nggak punya hati yang bikin muak, mual, dan jijik

26 Juli 2026
Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Saya akhirnya mengakui keunggulan Indomaret karena 3 barang ini

28 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026
Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.