Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jembatan Comal Pemalang: Jembatan Penghubung Pemalang-Pekalongan yang Penuh Misteri

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
5 November 2022
A A
Jembatan Comal Pemalang: Jembatan Penghubung Pemalang-Pekalongan yang Penuh Misteri

Jembatan Comal Pemalang: Jembatan Penghubung Pemalang-Pekalongan yang Penuh Misteri (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi kalian yang sering melewati jalan Pantura pasti nggak asing dengan daerah satu ini. Yaps, Kabupaten Pemalang. Sebelumnya, Saya telah membahas mengenai misteri suku pedalaman Purbalingga atau yang lebih dikenal dengan Wong Alas Carang di daerah perbatasan antara Purbalingga dan Pemalang. Kali ini, Saya akan membahas mengenai salah satu jembatan yang ada di Kabupaten Pemalang. Jembatan ini disebut dengan nama Jembatan Comal.

Jembatan satu ini dinamai sesuai dengan nama sungainya, yaitu, Sungai Comal. Jembatan Comal terletak di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Keberadaannya sangat vital, karena jembatan ini menjadi satu-satunya penghubung antara Kabupaten Pemalang dan Pekalongan. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 25 meter. Selain itu, Jembatan Comal menjadi jembatan wajib yang dilewati setiap pengendara yang melalui jalur Pantura. Sehingga, Jembatan penghubung Pemalang-Pekalongan ini tidak pernah sepi oleh lalu-lalang kendaraan. Baik kendaraan roda dua, roda empat, bahkan truk dan bus-bus besar.

Meskipun demikian, jembatan satu ini tidak lepas dari kisah mistis yang menyelimutinya. Jembatan ini sempat viral akhir-akhir ini. Hal ini karena ada sebuah video yang menunjukkan robohnya Jembatan Comal karena banjir. Namun, berita itu hanya hoax semata. Meski ya, jembatan yang terletak di jalur Pantura ini pernah roboh sebanyak tiga kali. Tepatnya pada tahun 1923, 1989, dan terakhir pada 2014. Pada 2014, Jembatan Comal mengalami banjir sehingga membuat struktur bangunannya miring. Namun, setelah mengalami sedikit perbaikan oleh Bina Marga, jembatan ini sudah bisa dilalui kendaraan.

Robohnya jembatan ini pun dikaitkan dengan peristiwa gaib yang menyelimutinya. Warga menyatakan bahwa Jembatan Comal merupakan tempat bersemayamnya tiga kerajaan gaib.

Kerajaan pertama ada di pintu pertama bantaran sungai. Konon, Jembatan Comal dihuni oleh sosok ular dan buaya putih. Hal ini yang membuat warga sekitar beranggapan, robohnya jembatan ini karena penghuni kerajaan ular dan buaya putih. Bahkan, beberapa kali warga sempat memberikan kepala kerbau sebagai juru selamat untuk mencegah sosok tersebut mengamuk.

Kerajaan kedua ada di atas jembatan. Sosok yang menghuni tempat ini ada para wanita berpakaian serba putih. Sosok ini sering kali kita sebut dengan nama kuntilanak. Ngeri nggak, tuh?

Kerajaan ketiga ada di dekat makam yang ada di bawah jembatan. Makam tua yang sudah tidak terawat lagi. Beberapa warga juga pernah melihat sosok makhluk gaib di sana. Penghuni tempat ini adalah sosok laki-laki yang menggunakan pakaian serba hitam.

Selain itu, sering terjadi kecelakaan tunggal yang tidak diketahui dengan pasti sebabnya. Bahkan, jembatan yang memiliki panjang 25 meter ini, sering menelan korban jiwa. Namun, sebelum kecelakaan terjadi selalu ada pertanda yang sama. Para calon korban kecelakaan mendengar suara tangisan bayi. Bahkan, ada yang melihat sesosok anak kecil yang tiba-tiba melintas jembatan. Inilah yang membuat konsentrasi pengendara buyar dan mengakibatkan kecelakaan. Sehingga banyak yang mengaitkan kejadian ini dengan tiga kerajaan gaib yang ada di Jembatan Comal tersebut.

Baca Juga:

Sebagai Warga Pemalang yang Baru Pulang dari Luar Negeri, Saya Ikut Senang Stasiun Pemalang Kini Punya Area Parkir yang Layak

10 Kosakata Pemalang yang “Ajaib” hingga Bikin Bingung Banyak Orang

Berdasarkan penuturan pekerja yang merenovasi jembatan pada 2014, blio sempat melihat sosok siluman ular. Hal mengejutkan adalah siluman ular ini berkepala wanita dan bertubuh ular berwarna putih. Meskipun tidak mengganggu, sosok tersebut sering kali mengagetkan para pekerja yang sedang bekerja.

Warga mengimbau kepada para pengendara untuk senantiasa waspada saat melalui jembatan satu ini. Terutama bagi kalian yang sering lalu-lalang melewati Jembatan Comal, waspadalah, karena segala hal bisa terjadi kapan saja. Jangan lupa untuk berdoa juga, ya, Guys! Agar kalian dapat terlindungi dari makhluk-makhluk jahat. Memang musibah bisa datang dengan tiba-tiba, tapi setidaknya kita berusaha untuk meminimalisirnya. Bahkan, mencegahnya.

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Makanan Khas Pemalang, biar Taunya Nggak Nanas Melulu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2022 oleh

Tags: buaya putihjembatan comalPemalang
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

Bangsa Ngapak Itu Nggak Cuma Banyumas, Ada Pemalang Juga yang Kaya Cerita Terminal Mojok(1)

4 Makanan Khas Pemalang, biar Taunya Nggak Nanas Melulu

15 Juli 2023
Perbedaan Pemalang Utara dan Selatan yang Perlu Dipahami Warga dari Daerah Lain

Perbedaan Pemalang Utara dan Selatan yang Perlu Dipahami Warga dari Daerah Lain

22 Juni 2025
Susahnya Jadi Warga Pemalang yang Minim Hiburan, Mau Nonton Bioskop Aja Harus ke Pekalongan Atau Tegal

Susahnya Jadi Warga Pemalang yang Minim Hiburan, Mau Nonton Bioskop Aja Harus ke Pekalongan Atau Tegal

10 Maret 2025
Bangsa Ngapak Itu Nggak Cuma Banyumas, Ada Pemalang Juga yang Kaya Cerita Terminal Mojok(1)

Bangsa Ngapak Itu Nggak Cuma Banyumas, Ada Pemalang Juga yang Kaya Cerita

25 Desember 2020
Warga Kecamatan Randudongkal Orang Paling Beruntung Se-Kabupaten Pemalang  Mojok

Warga Kecamatan Randudongkal Orang Paling Beruntung Se-Kabupaten Pemalang 

26 Juni 2024
Pemalang Kota IKHLAS, tapi Makanan Khas Pemalang Bikin Penikmatnya Nggak Ikhlas pamulang, malang

Panduan Membedakan Pemalang dengan Pamulang dan Malang, biar Kalian Nggak Salah Sebut Terus-terusan

15 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.