Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Karangreja, Jalur Penghubung Purbalingga-Pemalang yang Bikin Pengendara Tegang

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
31 Oktober 2023
A A
Jalan Karangreja, Jalur Penghubung Purbalingga-Pemalang yang Bikin Pengendara Tegang

Jalan Karangreja, Jalur Penghubung Purbalingga-Pemalang yang Bikin Pengendara Tegang (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jalan Karangreja menguji nyali pengendara yang lewat Purbalingga-Pemalang.

Pada tahun 2021, untuk pertama kalinya saya melewati jalan Karangreja yang dijadikan sebagai pintu utama bagi para pelancong yang datang ke Kabupaten Purbalingga. Setelah adik saya diterima di salah satu SMA di Kota Pekalongan pada 2022, jalan ini menjadi jalur wajib yang kami lalui dalam setahun belakangan.

Fyi, letak rumah saya berada di Kabupaten Purbalingga bagian timur. Sebenarnya untuk menuju ke Kota Pekalongan jalur terdekat di Google Maps adalah menggunakan jalur timur via Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara. Namun, setelah mendengarkan beberapa cerita dari tetangga yang pernah melalui jalur Karangkobar, mereka menyarankan agar kami lebih baik menggunakan jalur barat saja.

Akhirnya kami sekeluarga selalu menggunakan jalur barat (Karangreja) untuk bepergian ke Kota Pekalongan. Namun, jalan Karangreja ini juga nggak semudah yang dibayangkan. Alih-alih merasa santai dan bergembira sepanjang jalan. Kebanyakan sopir akan mengalami suasana yang menegangkan dan tertantang saat melintasi jalan satu ini. Kenapa bisa demikian? Berikut ini alasannya, Lur!

Kabut yang turun di jalan Karangreja tak mengenal waktu

Saat mengantarakan adik ke Pekalongan, bapak selalu mewanti-wanti agar saya dan ibu bisa bangun lebih awal. Perjalanan di pagi hari diharapkan bisa memberikan nuansa sejuk. Makanya hampir selama satu tahun ini kami selalu berangkat pagi hari saat hendak mengantar atau menjemput adik di Pekalongan. Kadang kami berangkat setelah subuh, kadang jam lima dan maksimal kami berangkat pukul enam pagi.

Selama perjalanan dari Kecamatan Kejobong (daerah asal saya) hingga Kecamatan Bobotsari, jalan terpantau lengang. Hanya ada beberapa motor dan kendaraan umum yang melintas di pagi hari. Matahari pun mulai mengintip di balik ufuk timur. Namun, setelah kami memasuki jalan Karangreja, semua itu berubah.

Perubahan ini dimulai saat mobil kami melewati SPBU Pertamina di Karangreja. Pengendara akan disambut oleh kabut yang tebal. Sebab, jalan Karangreja ini berada di kaki Gunung Slamet. Apalagi saat pagi hari, jarak pandang sopir hanya sekitar empat hingga enam meter.

Saat melewati jalan ini, sering kali kaca depan mobil jadi basah sehingga wiper langsung dinyalakan. Jangan sampai saat melewati jalur ini wiper mobil kalian nggak berfungsi, Gaes. Kalau begitu, nggak ada yang bisa kalian lakukan kecuali berhenti dan mengelap kaca secara berkala. Merepotkan sekali, kan?

Baca Juga:

Kenapa sih kita gampang banget emosi lalu ngamuk kalau ada orang blayer-blayer knalpot brong?

Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

Suatu ketika, saya juga pernah pulang dari Kabupaten Pemalang pada malam hari. Saya kira saat mulai melintasi perbatasan Kecamatan Belik (Pemalang) dan Karangreja, mobil akan aman melintas. Ternyata, saat mulai menanjak di tugu perbatasan, mobil kami mulai dikelilingi kabut yang amat tegal. Untung saja waktu itu nggak hujan. Sudah malam hari, kabut pula. Akhirnya, bapak hanya bisa memacu kendaraan dengan kecepatan di bawah 30 kilometer per jam. Menegangkan nggak tuh? Kalau belum, kita lanjut!

Beradu dengan bus Sinar Jaya yang melaju di atas kecepatan rata-rata

Jalan Karangreja yang menjadi penghubung antara Purbalingga dan Pemalang ini juga dilalui bus-bus besar seperti Sinar Jaya. Kayaknya nggak perlu saya menjelaskan betapa lihai dan beringasnya sopir Sinar Jaya di jalanan. Mereka seolah tak mengenal jalan berlubang dan curam, semua kontur jalan dianggap sama.

ADVERTISEMENT

Pernah suatu kali saya sekeluarga melintasi jalan Karangreja dari arah Pemalang sekitar pukul 18.00. Kami membelah jalanan Karangreja yang meliuk dengan sabar dan penuh waspada. Saat jalanan menurun, tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah bus Sinar Jaya memotong jalur. Bapak yang saat itu kebetulan mengendarai mobil kami merasa kaget.

Saya sudah mewanti-wanti bapak agar menyalakan lampu jarak jauh jika ada pengendara yang nekat memotong jalur berlawanan. Akan tetapi bapak tak menggubris saran saya. Beliau lebih suka mengalah meskipun harus menekan rem hingga kendaraan berhenti demi mempersilakan bus-bus besar mengambil jalur kami.

Coba saja kalau saya yang pegang kendali, sudah pasti bunyi klakson dan kedipan lampu jarak jauh berkali-kali digunakan. Ulah para sopir bus besar yang memacu kendaraan di atas kecepatan rata-rata membuat suasana berkendara di jalan Karangreja semakin menegangkan.

Jalur meliuk tajam, area sepanjang jalan tanpa tumbuhan dan rawan longsor

Jalan yang berada di sisi paling utara dari Kabupaten Pubalingga ini bisa melatih skill pengendara. Kenapa saya mengatakan demikian? Karena kondisi jalannya meliuk bak belut yang melingkar ke segala penjuru. Sopir harus pandai memainakn tuas rem dan kopling saat melintasi jalur satu ini.

Tak hanya itu, sepanjang jalan setelah SPBU Karangreja ke arah utara nggak ada tumbuhan rindang di pinggir jalan. Saat hujan angin melanda, pengendara yang lewat sini harus memasang mata dengan jeli karena jarak pandang terganggu. Apalagi di beberapa ruas jalan rawan terjadi longsor saat musim hujan. Ngeri tenan, Lur!

Itulah beberapa alasan mengapa jalan Karangreja yang menjadi penghubung Purbalingga-Pemalang bikin tegang dan menguji nyali pengendara. Rika pada wani lewat dalan kie ra, Lur?

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pemalang dan Purbalingga, 2 Kabupaten Punya Nasib yang Menyedihkan.

ADVERTISEMENT

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2023 oleh

Tags: jalan KarangrejaKarangrejaPemalangpengendarapurbalinggasopir bus
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
Alun-Alun Purbalingga Tetap Bermasalah: Masih Tak Ramah bagi PKL dan Tak Kunjung Ada Solusi

Alun-Alun Purbalingga Tetap Bermasalah: Masih Tak Ramah bagi PKL dan Tak Kunjung Ada Solusi

18 April 2024
Polisi Tidur Dibuat untuk Keselamatan Pengguna Jalan, tapi Tak Jarang Bikin Celaka

Polisi Tidur Dibuat untuk Keselamatan Pengguna Jalan, tapi Tak Jarang Malah Bikin Celaka

24 Juni 2023
Knalpot Purbalingga: Berawal dari Dandang, Berakhir Jadi Legenda

Knalpot Purbalingga: Berawal dari Dandang, Berakhir Jadi Legenda

30 November 2022
Melihat Persaingan Sengit Teh Kota dan Teh Desa di Purbalingga, Siapa Jawaranya?  Mojok.co

Melihat Persaingan Sengit Teh Kota dan Teh Desa di Purbalingga, Siapa Jawaranya? 

6 Desember 2023
Bukateja, Kecamatan Paling Penting bagi Purbalingga

Bukateja, Kecamatan Paling Penting bagi Purbalingga

19 Juni 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Ra srawung rabimu suwung adalah jokes tongkrongan yang sudah tidak relevan dan sebaiknya tidak usah disampaikan

16 Agustus 2026
Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.