Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jauh-jauh KKN UGM ke Maluku, Isinya Malah Orang Jawa Semua, Serasa di Bantul!

David Aji Pangestu oleh David Aji Pangestu
25 Agustus 2024
A A
Jauh-jauh KKN UGM ke Maluku, Isinya Malah Orang Jawa Semua, Serasa di Bantul!

Jauh-jauh KKN UGM ke Maluku, Isinya Malah Orang Jawa Semua, Serasa di Bantul!

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian mahasiswa, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu momen paling diingat selama kuliah. Selain akan mengenal banyak mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi, momen KKN ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat. Tidak hanya dari masyarakat dalam provinsi kampus tersebut berada, tetapi bahkan sebagian kampus memberikan kesempatan bagi mahasiswanya untuk KKN ke luar provinsi dan luar pulau, termasuk saya yang melaksanakan KKN UGM di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.

Di kalangan mahasiswa UGM, KKN ke luar provinsi maupun luar pulau Jawa bukan sesuatu yang wah atau pun baru. Sebab, dari sejarahnya sendiri, KKN UGM dimaksudkan untuk memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat yang masih tertinggal sehingga pembangunan sosial dan ekonomi dapat lebih cepat terlaksana. Pada tahun 2023, tim saya bersama tiga tim lain dari UGM melaksanakan KKN di Provinsi Maluku. Tim saya sendiri kebagian di Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru.

Bagi mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Pulau Buru mempunyai pesona sendiri karena memiliki daya tarik sejarah sosial-politik sejak masa orde lama. Bagi orang yang mencintai karya sastra pun, istilah “Buru” sudah diidentikkan dengan tempat yang mempunyai makna mendalam karena merupakan daerah di mana salah satu sastrawan legendaris Indonesia menuliskan karya-karya terbaiknya, yaitu Pramoedya Ananta Toer. Dua alasan tersebut membuat saya kala itu sangat bersemangat melaksanakan KKN UGM di Pulau Buru.

Disambut lalapan ayam porsi jumbo dan dangdut khas Jawa Timuran

Sebelum sampai ke lokasi KKN, kami sudah mendapatkan informasi dari salah satu KAGAMA (Keluarga Gadjah Mada, organisasi alumni UGM) yang kami kenal bahwa masyarakat di Kecamatan Waeapo banyak yang keturunan Jawa. Hal ini disebabkan daerah tersebut merupakan wilayah transmigrasi yang merupakan program pemerintah pada era 80-an. Meskipun begitu, kami merespons dengan biasa saja. Toh, namanya juga transmigran, masa ya bakal mendominasi? Pasti masih banyak penduduk aslinya lah.

Akan tetapi, satu per satu praduga kami terpatahkan. Setelah menaiki kapal PELNI selama tiga hari tiga malam, di malam itu akhirnya kami tiba di salah satu balai desa di Kecamatan Waeapo untuk disambut secara sederhana untuk kemudian dipersilakan istirahat. Saat itu, hal pertama yang mengejutkan adalah makanan yang disajikan ke kami sangat Jawa, yaitu lalapan sayur dan ayam goreng yang sambalnya cukup medok. Ditambah lagi, ternyata kepala desanya malah fasih berbahasa Jawa karena keturunan orang Magelang. Musik pengiring makan pun dangdut Jawa Timuran yang meskipun tidak terlalu keras karena sudah malam, jedag-jedug-nya masih terasa khas.

Sambil menghabiskan lalapan ayam yang porsinya bisa buat dua orang itu, saya jadi was-was. Jangan-jangan, perjalanan tiga hari tiga malam hanyalah imajinasi atau mimpi belaka. Takut ternyata saya KKN-nya ternyata di Bantul, bukan di Maluku!

Antara percampuran budaya dan kaburnya identitas

Singkat cerita, masa-masa kaget kami pun berakhir. Akhirnya kami juga menyadari bahwa wilayah tempat kami KKN sudah cukup maju. Bahkan, beberapa anak di desa kami mengabdi, sudah ada yang menggunakan sepeda listrik. Alat pertanian juga sudah cukup modern. Hampir tidak ada yang memanen padi secara manual, sudah pakai mesin. Namun, ketika akan menggali potensi sosial-budaya, kami cukup kesusahan.

Masyarakat Buru, khususnya di wilayah unit, sebutan untuk wilayah yang dihuni oleh mayoritas masyarakat transmigran, identitas kebudayaannya cukup sulit untuk didefinisikan. Mau disebut orang Jawa, tetapi mayoritas dari mereka lahir dan besar di Buru. Mau disebut orang Maluku, mereka fasih berbahasa Jawa dan hanya bisa sedikit-sedikit berbahasa lokal. Mereka juga hidup berkelompok dengan sesama komunitas Jawa. Bahkan, di sebagian titik, berkelompok sesuai asal daerah orang tua mereka.

Baca Juga:

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

Pada akhirnya tugas kami untuk menggali potensi mereka tidak tuntas. Kami hanya mengamini bahwa mereka adalah masyarakat yang unik, tetapi sekaligus prihatin. Mereka mengagumi dua kebudayaan sekaligus, Maluku dan Jawa. Namun, keduanya tidak ada yang mereka pahami dengan benar-benar utuh. Muatan lokal di sekolah pun sampai sekarang belum bisa memfasilitasi fenomena unik tersebut.

Pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa KKN dan pemerintah setempat

Selama sekitar empat puluh hari di Kabupaten Buru, kami lebih banyak berinteraksi secara kasual dengan masyarakat setempat. Tidak ada proker yang benar-benar menyelesaikan masalah yang ada di desa pengabdian. Namun, bukan berarti KKN yang kami sebut babat alas (karena memang lokasi baru) ini gagal total. Pada tahun 2024, langkah kami di Kabupaten Buru dilanjutkan oleh adik tingkat, meskipun di daerah yang berbeda. Lebih Maluku, alias tidak di wilayah unit lagi.

Kesalahan pertama kami ketika akan melaksanakan KKN UGM di Kabupaten Buru adalah menyerahkan secara total masalah penempatan kepada pemerintah daerah. Kami terlalu percaya bahwa akan mendapatkan lokasi yang paling cocok. Namun, nyatanya, setiap pihak mempunyai kepentingan masing-masing dan belum tentu sinkron. Mahasiswa perlu aktif untuk menyuarakan kepentingan dan kebutuhannya juga. Kami lalai di tahap ini.

Akan tetapi, tetap saja pengalaman KKN di Kabupaten Buru tersebut sangat berkesan. Tanpa itu, saya nggak akan menemui orang dengan logat Maluku, tetapi berbahasa Jawa dengan fasih. Saya nggak akan tahu sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI) versi masyarakat lokal. Saya nggak akan tahu ternyata Nahdlatul Ulama punya LAZISNU, tidak hanya Muhammadiyah dengan LAZISMU. Terakhir, saya nggak akan tahu bagaimana rasanya terombang-ambing di kapal selama tiga hari tiga malam bersama kecoa. Rasanya tidak ada perjalanan yang tidak ada arti.

Penulis: David Aji Pangestu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Unik Mahasiswa KKN UGM Bersama Suku Mentawai yang Lakukan Tradisi Runcingkan Gigi untuk Kecantikan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2024 oleh

Tags: JawaKKN UGMmaluku
David Aji Pangestu

David Aji Pangestu

Penulis blasteran Jawa-Madura.

ArtikelTerkait

mitos jawa anak sesajen mojok

Saya Nggak Akan Pernah Percaya Mitos Jawa, Karena Nggak Ada yang Masuk Akal

10 Juli 2020
7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit Mojok.co

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

14 Februari 2026
Begini Rasa Indomie Versi Sumatra Menurut Lidah Orang Jawa Terminal Mojok.co

Begini Rasa Indomie Versi Sumatra Menurut Lidah Orang Jawa

22 Februari 2022
Belajar dari Kasus Netflix Malaysia, Orang Jawa Harus Bangga Berbahasa Jawa terminal mojok.co

Belajar dari Kasus Netflix Malaysia, Orang Jawa Harus Bangga Berbahasa Jawa

3 Februari 2021
indonesia timur

Curhatan Seorang Timur yang Menyesal Iri pada Jawa

28 Mei 2019
mengurangi nafsu belanja online shop ongkir paket jawa ke luar jawa mahal orang luar jawa tak dapat gratis ongkir mojok.co

Gratis Ongkir Belanja Online? Orang Luar Jawa Can’t Relate

18 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
  • Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.