Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Jangan Lakukan 6 Hal Ini kalau Mau Hidup Bertetangga dengan Nyaman di Jepang

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
23 Desember 2022
A A
Jangan Lakukan 6 Hal Ini kalau Mau Hidup Bertetangga dengan Nyaman di Jepang Terminal Mojok

Jangan Lakukan 6 Hal Ini kalau Mau Hidup Bertetangga dengan Nyaman di Jepang (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa bilang hidup di Jepang itu enak? Orang Eropa yang pernah ke Jepang saja bilang kalau negara ini memang nyaman untuk dikunjungi tapi nggak nyaman untuk ditinggali. Saya pribadi 80% setuju karena berdasarkan pengalaman pribadi tinggal di Negeri Sakura selama beberapa tahun, hidup bertetangga dengan orang Jepang itu cukup ribet. Apalagi kalau status kita di sana sebagai orang asing (gaijin). Pokoknya harus hati-hati, deh.

Namun bukan berarti kita nggak bisa hidup bertetangga dengan baik di Jepang. Setidaknya, agar bisa tetap tenang dan nyaman, jangan melakukan hal-hal berikut ini, ya.

#1 Jangan berisik dan bau

Boleh dibilang orang Jepang memiliki pendengaran dan penciuman yang cukup sensitif. Jangan bayangkan kalian bisa menyetel lagu “Ojo Dibandingke” dengan suara kencang. Bisa masuk penjara, Gaes! Atau jangan bayangkan kalian bisa menggoreng terasi yang aromanya bisa tercium hingga radius 2 kilometer itu. Wah, beneran bisa didatangi polisi, lho.

Saya pernah merasakan tinggal di apartemen dengan tetangga kanan kiri orang Jepang. Bisa dibilang agak nggak nyaman, sih. Lantaran bangunan kontrakan kami terbuat dari kayu dan sudah tua, saat berjalan di dalam kamar pun harus pelan-pelan karena bisa terdengar hingga kamar sebelah. Bahkan suara flush toilet atau batuk-batuk tetangga juga bisa terdengar hingga ke kamar kami.

Ngobrol via telepon di malam hari? Jangan mimpi bisa melakukannya, Gaes. Saking dekatnya jarak antar-kamar di apartemen, kami jadi kikuk menjalani hari-hari, bahkan nge-flush toilet di atas jam 10 malam saja bikin deg-degan.

Maka, sebisa mungkin kita nggak bikin gaduh selama bertetangga dengan orang Jepang. Takutnya kalau mereka menganggap kita mengganggu kenyamanan mereka, kita bisa dilaporin ke polisi.

#2 Jangan lupa memberi salam

Memberi salam (aisatsu) merupakan salah satu hal yang harus dilakukan di Jepang. Saat baru pindah, sebaiknya kita menyapa tetangga baru dan memberi salam perkenalan pada mereka. Syukur-syukur kalau sambil memberi sesuatu. Etikanya sih begitu kalau di sana.

Salam yang biasanya diucapkan ya selamat pagi (ohayou gozaimasu) atau selamat siang (konnichiwa) sambil membungkuk kecil dan tersenyum. Yang jelas, kita harus ramah dan tersenyum saat memberi salam. Kalau memang sedang sibuk, mengangguk saja sudah cukup saat berpapasan dengan tetangga sekitar.

Baca Juga:

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Tetangga yang Hobi Bakar Sampah Memang Pantas Dibenci, Sehari-hari Cuma Bikin Sesak Napas

#3 Jangan salah membuang sampah

Saat tinggal di Jepang, saya pernah mendapat komplain satu kali dari salah seorang tetangga gara-gara saya salah membuang sampah. Seharusnya sampah organik, tapi ada plastik yang nggak sengaja ikut terangkut di situ. Saya langsung mendapat telepon dari ibu kontrakan dan diajak blio ke kantor wali kota untuk mengambil brosur sampah.

Sebenarnya urusan pemilahan sampah ini sudah dijelaskan secara detail oleh pihak kampus waktu saya tinggal di asrama kampus. Tapi demi kenyamanan bersama, saya ikut saja lah sama si ibu kontrakan ini. Namanya juga salah, ya harus legowo.

Konon, imej orang asing memilah sampah itu sering dikaitkan dengan manusia berbudaya. Jadi, kita dianggap nggak berbudaya kalau nggak bisa mematuhi aturan membuang sampah di Jepang. Waduh.

#4 Jangan SKSD

Nah, ini nih kemarin yang terjadi dengan YouTuber NEO Japan. Dia sampai didatangi polisi dan disuruh membuat surat pernyataan karena ada yang melaporkannya ke polisi. Jadi kronologisnya gini, dia menyapa anak yang bermain di taman sekitar tempat tinggal mereka, kemudian dia menawari mainan. Setelah kejadian itu, dia didatangi langsung oleh polisi dan diberi penjelasan kalau hal seperti itu nggak boleh dilakukan.

Sebenarnya nggak cuma NEO Japan, saya pun sempat mengalami hal serupa waktu tinggal di Negeri Sakura. Waktu itu saya bertanya soal sekolah ke kakak teman anak saya. Eh, ekspresinya seperti orang ketakutan. Ternyata di sekolah Jepang, anak-anak sedari dini sudah diajari untuk menjaga jarak dengan orang lain. Maklum saja, saya pikir tanya-tanya sedikit nggak masalah lantaran kami sudah cukup sering bertemu. 

Intinya, menyapa orang lain secara berlebihan malah bikin kita jadi mencurigakan. Apalagi kita adalah orang asing di sana. Jadi nggak usah SKSD, ya.

#5 Jangan membagikan makanan sembarangan

Jangan bermimpi deh bisa bertukar makanan dengan tetangga orang Jepang kalau bukan oleh-oleh khas Jepang yang kemasannya terjamin (oleh-oleh liburan, misalnya). Kalau kita masak rawon atau soto lalu membagikan pada tetangga kanan-kiri dan kebetulan dia sakit perut, bisa-bisa kita dianggap pengin meracuni dia, lho!

Lha, terus gimana dong caranya biar kita bisa memperkenalkan budaya kita lewat masakan? Ya nggak usah repot-repot dan memaksa, kecuali kalau kita masak bareng-bareng si tetangga dan bahan masakannya jelas. Jadi, selama tinggal di Jepang, mending nggak usah memberi atau menawari makanan pada tetangga sendiri, deh. Jangan lupa juga kalau sedang menggoreng cabai jangan sampai aromanya keluar rumah!

#6 Jangan memotret sembarangan dan menguploadnya

Dulu, salah seorang teman saya ada yang pernah diinterogasi gara-gara dia nggak sengaja mengambil foto orang Jepang di depannya. Maklum, di Indonesia, memotret sekitar kita dan orang di sekitar kita tertangkap kamera pun nggak masalah, kan?

Selain nggak boleh memotret sembarangan, mengupload foto di media sosial pun sama ketatnya. Jadi, sebisa mungkin hindari mengupload foto yang ada wajah orangnya. Kalau pengin banget diupload, kita harus nge-blur wajah mereka. Selain itu, kalau hendak berfoto bersama dengan orang Jepang, akan lebih baik jika minta izin terlebih dulu. Ini sudah etika dasar di sana.

Di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung. Setidaknya itulah yang seharusnya menjadi prinsip hidup kita saat merantau di luar negeri. Makanan, budaya, dan aturan yang jelas berbeda mau nggak mau harus kita taati dan lakukan demi kenyamanan bersama. Selamat merantau, Gaes!

Penulis: Primasari N Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pengalaman Saya Hidup Bertetangga dengan Pengedar Narkoba.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2022 oleh

Tags: jepangtetangga
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

Tak Perlu Sembunyikan Identitas Sebagai Seorang Wibu, tapi Tak Perlu Juga Dipamerkan!

Tak Perlu Sembunyikan Identitas Sebagai Seorang Wibu, tapi Tak Perlu Juga Dipamerkan!

27 Februari 2020
Tempe, Makanan Mewah bagi Perantau di Jepang Terminal Mojok

Perjuangan Perantau Indonesia Menikmati Tempe di Jepang

31 Maret 2022
Kerja Paruh Waktu di Jepang agar Bisa Kirim Uang untuk Keluarga di Indonesia terminal mojok

Serba-serbi Kerja Paruh Waktu di Jepang untuk Pelajar Asing

5 September 2021
6 Gaya Rumah Estetik dari Berbagai Negara yang Bisa Kamu Tiru terminal mojok.co

6 Gaya Rumah Estetik dari Berbagai Negara yang Bisa Kamu Tiru

8 Oktober 2021
Ternyata di Jepang Ada Wabah Kutu Rambut Terminal Mojok

Ternyata di Jepang Ada Wabah Kutu Rambut

21 Februari 2022
Juhachi Kippu: Cara Orang Jepang Keliling Negara Menggunakan Kereta

Nembak Kereta, Kelakuan Memalukan Orang Indonesia di Jepang

25 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

10 Juni 2026
Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat Mojok.co

Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat

12 Juni 2026
Kota Minyak, Julukan yang Kini Jadi Derita Warga Balikpapan (Unsplash)

Kota Minyak, Julukan yang Tidak Bisa Lagi Dibanggakan Warga Balikpapan

14 Juni 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026
4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026
Angkot Bekasi Bikin Kapok, Udah Bener Naik Motor Aja (Unsplash)

Sekali Naik Angkot Bekasi, Saya Paham Kenapa Orang Jakarta Lebih Pilih Motor

12 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.