Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

3 Coffee Shop Bergaya Jepang di Jogja

Farahiah Almas Madarina oleh Farahiah Almas Madarina
5 Juli 2022
A A
3 Coffee Shop Bergaya Jepang di Jogja Terminal Mojok

3 Coffee Shop Bergaya Jepang di Jogja (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai penggemar budaya Jepang yang mulai bosan nongkrong di warung ramen, saya rasa sudah saatnya untuk mencari tempat nongkrong lain yang nggak hanya menjual menu ramen dan sushi. Coffee shop ala Jepang yang ada di Jogja mungkin?

Selayaknya anak muda pada umumnya, saya senang sekali mengeksplor tempat-tempat nongkrong baru di Jogja. Beberapa tahun terakhir, Jogja mulai ramai dipenuhi oleh pembangunan coffee shop dengan berbagai macam tema menarik, mulai dari industrial, rustic, garden, hingga book store.

Namun, pernahkah kalian berkunjung ke coffee shop yang konsep bangunan dan desainnya bergaya Jepang di Jogja?

Yup, kehadiran beberapa coffee shop bernuansa Jepang di Jogja patut diacungi jempol karena menjadi terobosan baru di industri perkopian. Saat kebanyakan coffee shop lain mengusung tema unfinished building dengan dinding semen tanpa cat, beberapa pebisnis memilih untuk menggarap coffee shop-nya dengan konsep yang lebih matang dan berciri khas kuat. Tentu saja hal ini mampu menarik perhatian banyak orang, terutama para pencinta kopi, baik dari kalangan wibu maupun orang biasa.

Barangkali kalian tertarik mencoba menikmati kopi dengan suasana baru, berikut tiga rekomendasi coffee shop bergaya Jepang yang worth it untuk dikunjungi.

#1 Tsudzuku.co

Coffee shop ini terletak di Jalan Kusumanegara No. 2B, RT 16, Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Lokasinya strategis, tepat berada di pinggir jalan, dan di dalam halamannya sudah terdapat lahan parkir—baik untuk motor maupun mobil—sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Seperti namanya yang terdengar “Jepang banget”, Tsudzuku memiliki konsep bangunan, ornamen, serta menu-menu yang berbau Jepang. Ruangannya terdiri dari indoor dan outdoor, lengkap dengan berbagai pilihan spot seperti meja dan kursi maupun meja untuk duduk lesehan.

Ada beberapa hal yang membuat saya betah nongkrong lama-lama di Tsudzuku.

Baca Juga:

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Pertama, baristanya super ramah dan informatif dalam menjelaskan berbagai menu minuman maupun makanan kepada para pengunjung.

Kedua, menu-menu yang ditawarkan Tsudzuku super lengkap. Mulai dari iced coffee, espresso based, manual brew, coffee mocktail hingga minuman-minuman non-coffee tersedia di sini. Dari sekian banyak variasi minuman yang mereka jual, saya paling tertarik dengan coffee mocktail-nya. Rasanya enak, segar, dan unik sekali. Kalau kalian sedang bosan dengan es kopi susu yang rasanya itu-itu saja, kalian wajib mencoba menu “Kawaii” saat berkunjung ke Tsudzuku.

Ketiga, fasilitas di Tsudzuku sangat memenuhi kebutuhan para pengunjung yang ingin duduk berjam-jam mengerjakan tugas maupun pekerjaan. Ada free Wi-Fi, stop kontak, roll kabel listrik, musala, hingga toilet yang ramah perempuan. Jujur, saya terkesan saat mengetahui bahwa mereka menyediakan pembalut gratis di dalam toilet. Coffee shop yang seperti ini di Jogja jarang ada, kan? Benar-benar poin plus, sih.

Sayangnya, saat ini Tsudzuku sedang tutup sementara waktu karena proses renovasi. Tapi jangan khawatir, Bestie. Di bulan Juli ini, mereka akan segera buka kembali dengan tampilan baru. So, jangan lupa ikuti perkembangan terbarunya di akun Instagram @tsudzuku.co, ya.

#2 Konogawa Coffee & Culture

Konogawa Coffee & Culture merupakan coffee shop berkonsep akulturasi Jepang-Jawa yang ada di Jalan Jati Mataram No. 277, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Coffee shop di Jogja yang bergaya Jepang ini memiliki bangunan berwarna dominan putih dan biru, sehingga memberikan kesan bersih dan nyaman.

Saat pertama kali datang ke sini, saya langsung jatuh cinta pada atmosfer ruangannya. Sentuhan gaya Jepang yang dilekatkan pada desain bangunan, properti, hingga act of service para baristanya sangat menghangatkan hati para pengunjung. Mereka selalu menyambut setiap customer yang datang dengan ucapan “Irasshaimase,” yang berarti selamat datang atau silakan masuk.

Bangunan Konogawa terdiri dari dua area, yakni indoor dan outdoor. Di area indoor, ada jenis meja yang dilengkapi dengan kursi berhadapan, serta ada pula jenis meja berukuran rendah yang di bawahnya terdapat bantal tipis untuk duduk lesehan. Sedangkan di area outdoor, merupakan area bebas rokok yang kerap dijadikan sebagai tempat bersantai sekaligus spot foto-foto bersama teman.

Secara keseluruhan, Konogawa Coffee & Culture sangat worth it untuk dijadikan tempat nongkrong maupun menyendiri. Minuman dan makanannya recommended. Ada berbagai macam minuman coffee based, kopi susu, manual brew, hingga non-coffee. Tidak hanya itu, menu makanan di Konogawa Coffee juga cukup lengkap. Mulai dari aneka rice box, katsu series, mentai, juga snack-snack ringan dan dessert.

Oh iya, coffee shop ini bisa kalian kunjungi dari pukul 14.00-22.00 WIB.

#3 CultureHead

Nah, kalau coffee shop yang satu ini bisa dijadikan sebagai tempat tongkrongan favorit para penghuni Jakal Atas di sekitaran kampus UII Jogja. CultureHead terletak di Jalan Kaliurang KM. 14, Tj. Manding, Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan jam buka pukul 10.00-00.00 WIB.

Bangunan CultureHead cukup luas, di dalamnya terdapat tiga bagian area yang sama-sama menarik. Ada area indoor (non-smoking) yang sangat proper digunakan untuk nugas, area semi-indoor untuk duduk lesehan, dan area outdoor untuk bersantai sambil menikmati pemandangan langit Jakal.

Seperti kebanyakan coffee shop bergaya Jepang lainnya, CultureHead juga menerapkan nuansa Jepang di konsep bangunan, interior, menu makanan dan minuman, sampai ke playlist lagu-lagunya. Dari sekian banyak area menarik di CultureHead, salah satu spot yang paling keren adalah area toiletnya. Dinding-dinding toilet coffee shop ini tidak hanya dicat seperti biasa, tetapi juga dipasangi art work ala komik Jepang sehingga tampak sangat estetik.

FYI, CultureHead memiliki harga minuman dan makanan yang terjangkau, lho. Jika kalian datang di pagi hari, kalian bisa mendapatkan promo morning coffee seharga Rp10.000 untuk menu minuman americano, cappuccino, dan cafe latte. Murah banget, kan?

Itulah tiga rekomendasi coffee shop bergaya Jepang yang bisa kalian datangi saat berkunjung ke Jogja. Selain memiliki fasilitas yang lengkap, ketiga coffee shop tersebut juga sangat nyaman digunakan sebagai tempat bekerja, nongkrong, atau sekadar melepas penat sambil berfoto-foto ria.

Penulis: Farahiah Almas Madarina
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sisi Gelap Kedai Kopi Jogja: Ganti Barista Tiap 3 Bulan demi Cuan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2022 oleh

Tags: Coffee ShopjepangJogja
Farahiah Almas Madarina

Farahiah Almas Madarina

Magister Sosiologi yang banting setir ke dunia digital marketing. Menulis di Terminal Mojok sejak 2021 dan saat ini aktif menjadi remote worker di sebuah business architecture studio.

ArtikelTerkait

Wedang Ronde vs Bandrek Bu Dewarsi Pusaka Lidah Orang Jogja (Unsplash)

Bandrek Bu Dewarsi vs Wedang Ronde, Adu Mekanik Minuman Tradisional dan Pusaka Lidah Orang Jogja

3 Agustus 2024
Harus Punya Tabungan Rp20 Juta di Usia 25 Tahun, Fresh Graduate UMR Jogja Cuma Bisa Nangis Mendengarnya Mojok.co

Harus Punya Tabungan Rp20 Juta di Usia 25 Tahun, Fresh Graduate UMR Jogja Cuma Bisa Nangis Mendengarnya

21 Mei 2024
Sumber Kencono yang Berbahaya Menyelamatkan Hidup Saya (Unsplash)

Kenangan Masa Kecil dengan Bus Sumber Kencono, Bus Berbahaya tapi Malah Pernah Menyelamatkan Hidup Saya

6 Januari 2024
Sudah Saatnya Jogja Meninggalkan Kata “Istimewa” dan Kembali ke “Berhati Nyaman” Mojok.co

Jogja Tidak Lagi Pantas Menyandang Status Istimewa. Saatnya Kembali ke Jogja Berhati Nyaman

13 Februari 2024
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Surabaya Jauh Lebih Superior dari Semarang (Unsplash)

Semarang Boleh Lebih Superior Ketimbang Cikarang, tapi Masih Kalah Jauh Dibandingkan Surabaya

17 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.