Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ibu-ibu yang Suka Nge-bully Anak Artis di Media Sosial, Otaknya di Mana ya?

Dicky Setyawan oleh Dicky Setyawan
1 September 2020
A A
pelecehan seksual wanita berkumis motivasi kerja dengan perundungan bullying anak artis dihujat netizen ibu-ibu mojok.co

bullying anak artis dihujat netizen ibu-ibu mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Media sosial telah menjadi ruang publik bertemunya opini satu dengan opini lainnya. Perbedaan inilah yang akhirnya menjadi akar dari keributan tiada akhir. Hal yang membuat saya kadang malas untuk ikut beropini. Sesekali saja mungkin saya tidak tahan untuk mengeluarkan unek-unek dan berbalas argumen di media sosial, selebihnya saya menyebut diri saya sebagai “tukang nyimak komentar orang”.

Keributan di dunia maya memang lucu, sering opini yang dikeluarkan tidak make sense dengan topik dan opini sebelumnya. Contohnya misalnya perdebatan antar orang-orang edgy di Twitter, pembullyan massal mas-mas TikTok di Instagram, netizen yang tersinggung karena jokes di YouTube, hingga perdebatan pilpres tahun lalu. Lucu kalau disimak walau sering bikin kesel juga.

ADVERTISEMENT

Saya pikir perdebatan-perdebatan semacam itu adalah level tertinggi ke-toxic-an warganet. Hal yang tidak sepenuhnya benar setelah saya tidak sengaja mengeklik akun gosip dan membaca komentar di postingannya. Bak Aquaman mencari tombak Trident dan bertemu makhluk Trench, begitulah yang saya rasakan.

Awalnya saya tidak menaruh curiga ketika tidak sengaja mengeklik postingan yang menampilkan berita tentang anak salah satu artis di explore Instagram. “Lucu, manis, pasti banyak yang gemes,” begitulah yang terlintas di pikiran saya.

Kenyataannya kontras 180 derajat. Saya yang niatnya nyemplung cuma pengen menyegarkan otak malah jadi kesel sekesel-keselnya. Dari atas sampai bawah didominasi komentar hujatan khas warganet. Yang lebih parah, yang diposting kan anak salah satu artis, tapi seolah karena karena orang tuanya sering dicap buruk oleh media, anaknya pun jadi pelampiasan kebiadaban warganet.

Karena penasaran, saya berselancar di YouTube dan mencari berita serupa. Kali ini katakanlah anak artis B dengan kata pencarian “kelucuan anak si B”. Artis ini beda dari yang dihujat tadi. Eh, rupanya sama aja. Seperti anak si artis A yang dihujat di akun gosip di Instagram, anak si B pun digonggongi dengan tak kalah sadis. Apalagi si B sendiri namanya cukup menjadi perbincangan hangat di dunia maya setelah membuat kontroversi, komentar-komentar di video-nya jadi tak kalah sadis.

Anak tidak bisa memilih dari siapa ia dilahirkan, dan anak ini tidak tahu dosa orang tuanya. Lahir dari siapa pun, anak berhak mendapatkan kepolosan dan kesuciannya. Saya tidak bisa membayangkan di usianya yang mungkin sepuluh atau belasan tahun, si anak bermain gawai dan menemukan dirinya jadi bahan bully-an warganet. Orang yang pernah di-bully di internet pasti, di-bully karena salah saja sakitnya minta ampun. Apalagi kalau di-bully tanpa kita tahu kesalahan kita apa.

Lagian pada percaya bener sih sama info seleb. Gopipnya itu lho, luar biasa. Misal ada artis baru diduga begini, baru diduga ya, eh hujatannya udah kayak bener-bener ngelakuin aja.

Baca Juga:

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Artis yang diberitakan negatif kadang cuma korban gosip lho. Misalnya emang melakukan kesalahan pun, ada kebiasaan aib itu lalu dikorek habis-habisan. Ujung-ujungnya jadi kesel sama si artis, terus kekesalan itu melebar ke anaknya. No debat, tindakan kayak gini sudah pasti salah!

Setelah saya kepo lalu mengeklik akun para komentator julid di media sosial itu, sekilas bisa dilihat mayoritas adalah ibu-ibu, perempuan,  yang profil akunnya sebagian religius. Hadeuh. Mereka punya anak kecil nggak sih? Dan masak untuk berempati sama anak-anak, harus punya anak sendiri dulu?

Kegeraman memuncak sampai saya mengaktifkan akun alternatif alias akun fake. Harus diakui memang ironi orang kita beropini dengan akun fake. Akun yang awalnya saya gunakan untuk posting meme tersebut saya gunakan untuk membalas komentar-komentar jahat warganet. Bukannya tidak pede dengan argumen saya sendiri, cuma takut dikira termasuk netizen julid dan kepo.

Pada akhirnya saya menyesal pernah tidak sengaja melihat postingan tersebut. Tapi pembelajaran yang bisa saya ambil adalah: tidak hanya anak-anak yang perlu diawasi ketika berselancar di internet, orang tua dan calon orang tua juga perlu. Gimana bangsa ini mau cerdas, lha wong para orang tua dari anak-anak penerus bangsa ini suka mem-bully anak-anak. Gimana anak bangsa mau sehat mentalnya, wong dari kecil sudah di-bully orang-orang tua.

BACA JUGA Bully yang Dialami Adik Saya dan Surat Cinta Terbuka Untuknya dan tulisan Dicky Setyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 September 2020 oleh

Tags: Anakanak artisbullyingMedia Sosial
Dicky Setyawan

Dicky Setyawan

Pemuda asal Boyolali. Suka menulis dan suka teh kampul.

ArtikelTerkait

couple goals

Tren Couple Goals: Hubungan dan Kemesraan yang Selalu Dipamerkan

13 Agustus 2019
Format Akun 'txtdari' Belakangan Bikin Twitter Jadi Toksik terminal mojok.co

Format Akun ‘txtdari’ Belakangan Bikin Twitter Jadi Toksik

29 Oktober 2020
Drama Korea Celebrity, Lebih dari Sekadar Sisi Gelap Influencer

Drama Korea Celebrity, Lebih dari Sekadar Sisi Gelap Influencer

6 Juli 2023
Ragam Celoteh ala Kaskuser yang Terus Saya Amalkan media sosial kaskus forum terbesar di indonesia nostalgia kenangan emoticon thread agan jual beli mojok

Ragam Celoteh ala Kaskuser yang Terus Saya Amalkan

7 Mei 2020
Dari Friendster Sampai Instagram: Mixtape Nostalgia Media Sosial dari10 Tahun Lalu terminal mojok.co

Dari Friendster Sampai Instagram: Mixtape Nostalgia Media Sosial dari 10 Tahun Lalu

2 Desember 2020
Googling Sebelum Bertindak Terasa Lebih Relevan Daripada Berpikir Dulu terminal mojok.co

Googling Sebelum Bertindak Terasa Lebih Relevan daripada Berpikir Dulu

22 Januari 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

23 Agustus 2026
Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa Mojok.co

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

24 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.