Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Halalbihalal: Merunut Silsilah dan Sejarah Keluarga

H.R. Nawawi oleh H.R. Nawawi
9 Juni 2019
A A
halalbihalal

halalbihalal

Share on FacebookShare on Twitter

Tirto.id pernah mengulas perkara keturunan Nabi Muhammad beberapa kali dengan keterangan yang tegas dan tidak berdasar mitos-mitos. Jikalau mitos menjadi partikel data yang bisa digali, para wartawan curiga, mungkin para pembaca akan bingung-bingungan nantinya. Pembahasan topik tersebut sangatlah penting untuk menyingkap bagaimana prosedur pengakuan keluarga habib dan kemudian dapat diketahui oleh khalayak ramai.

Alhasil kita tahu nantinya siapa yang perlu dihormati karena jasa beliau dan guna untuk memposisikan keluarga nabi pada tempatnya. Kadang kita gamang sebagai warga muslim melihat para habib yang punya metode seperti Habib Rizieq dan akhir-akhir ini Habib Bahar sebagai penggantinya. Paling tidak karena pengetahuan tersebut kita bisa posisikan beliau-beliau sebagaimana keturunan Nabi, namun urusan memilih tuntunan kita masih punya Habib Lutfi Pekalongan serta habaib lain yang punya kesejukan berdakwah dan membumi.

Maksud saya mengutip laporan di atas karena pembahasan halalbihalal, bukan tradisinya, punya konsep atau tatacara pelaksanaannya dipilih dari keturunan siapa. Seperti di Jawa ada urutan silsilah: Bapak, Simbah, Mbah Buyut, Canggah, Wareng, dan seterusnya seperti catatan di Wikipedia. Nah dari keturunan-keturunan tersebut ditentukan dari anak keturunan yang mana untuk dijadikan cakupan acara tersebut. Biasanya dari keturunan yang masih terdeteksi dan mudah dilacak.

Kalau soal acara halalbihalal siapa yang memulainya dan bagaimana mulanya masih simpang siur. Sebagian orang percaya sejak tahun awal abad 20an, karena kata itu ada dalam kamus Dr. Pigeaud (orang Belanda) 1930an yang memasukkan entri dengan tulisan “alal behalal”. Ada yang mengatakan perpaduan solusi antara KH. Wahab Hasbullah dan Bung Karno untuk menghadapi disintegrasi bangsa oleh DI/TII dan PKI. Bahkan ada juga yang mengatakan sejak Mangkunegara I bertahta sudah ada tradisi halalbihalal.

Namun biarlah para sejarawan berpusing-pusing mengolah data, dan yang penting acara ini baik untuk sekalian warga muslim. Marilah tidak rumit-rumit cari siapa pelaku pertamanya atau pencetusnya. Bukan kemudian saya menolak sejarah, tapi lebih baik mendahulukan fungsi dan manfaatnya daripada sekedar mengenal siapa yang pertama punya gagasan. Apalagi rata-rata orang jawa itu low profile, dan nanti sepertinya hanya ditimpali jawaban, “sejak simbah-simbah dulu mas,”

Dan jawaban itulah yang menarik, karena jika orang jawa itu banyak yang low profile mengapa acara halalbihalal pada umumnya hari ini hanya terikat oleh satu Bani (Keturunan) saja? Sedangkan tradisi ‘open house‘ yang punya fungsi sama dan juga dilakukan setelah lebaran lebih jarang digunakan atau disematkan pada kita. Padahal secara arti acara halalbihalal mencakup keseluruhan manusia yang pernah punya salah (pelaku) dan perlu kehalalan dari korban—jika analoginya korban dan pelaku kesalahan.

Bahkan parahnya lagi, saya setiap tahun merasakannya, orang-orang yang satu Bani tidak pernah bertemu kecuali acara tahunan tersebut merasa rikuh dan dihantui pertanyaan kapan saya punya salah sama orang yang bahkan ketemu sekali dua kali saja dalam setahun. Apa fungsinya halalbihalal, jangan-jangan ini hanya ajang perjodohan?

Karena bisa saja, ketika satu Ibu dari klan apapun, terutama masyarakat tapal kuda dan Madura, bertemu dengan Ibu-Ibu lainnya acapkali membahas obrolan calon menantu dan siapa anaknya yang sudah siap menikah. Jarang sekali obrolan mengenai bagaimana zakat fitrah dipraktekkan, kiat-kiat meraih malam seribu bulan, atau hukum-hukum agama soal ubudiyah-muamalah yang pernah dihadapi.

Baca Juga:

5 Problem Utama di Tahun Pertama Pernikahan

Iklan Indomilk Gemas 2022: Iklan Cerdas yang Tampar Masyarakat Indonesia

“Jagalah dirimu dan keluargamu…” kutipan ayat yang dikatakan pengisi ceramah dalam acara halalbihalal (HBH) kami “dari situ ibu-ibu, bapak-bapak, dan para hadirin acara HBH ini penting dilaksanakan!”

“Berarti bukan hanya urusan maaf-maafan doang ya,” pikirku yang duduk di barisan paling belakang di acara Halalbihalal.

“Kita dibelakang aja, malu keturunan sambung perempuan doang,” sambar saudara sepupuku saat menjawab tamu lain yang baru datang.

Orang itu senyum, kemudian mengisi daftar hadir dan kotak sumbangan. Ia duduk di barisan dekat kita, jumlah kami pun bertambah bersamaan dengan pembahasan yang diobrolkan. Di sela-sela kami bicara, Saya terus mencoba fokus mendengar isi cermah dari salah satu tokoh masyarakat yang diundang mengisi acara Bani kami. Lagi-lagi kerumunan tidak bisa saya hindarkan, rasa ingin merekam pun juga hilang dengan puluhan pesan mintaa maaf yang mengantri di WhatsApp.

Sebab ingatan yang sempat melekat dan laporan yang pernah ditulis oleh Tirto.id dua tahun lalu, saya jadi sedikit tahu mengapa halalbihalal menjadi penting, bukan sebagai membangga-banggakan keturunan melainkan juga bicara untuk saling menjaga dan mengingatkan. Meskipun di waktu yang sama kita bisa merunut kembali keturunan dan sejarah leluhur kita, meskipun kita tak akan lepas dari kalimat: katanya.

Selain itu juga perlu diketahui dan disadari bahwa keturunan-keturunan macam punya kita tidak punya satu wadah sepenting dan seketat Rabithah Alawiyah yang mengurus garis keturunan Nabi Muhammad. Yang jelas Simbah kita itu hanya perlu doa, dan anak keturunannya saling melindungi dan tidak saling fitnah satu sama lain.

Dan akhirnya kita merasa butuh merawat tradisi lama yang masih baik, seperti halalbihalal dan tidak malu-malu meniru tradisi ‘open house’ seperti warga muslim yang hidup di kota atau lebih seringnya para pejabat negara lakukan. Karena jika bisa menggabungkan seperti itu, maka berarti kita bisa sekali dayung dua pulau terlampaui: saling maaf-maafan dan menjaga silsilah atau sejarah keluarga.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: HalalbihalalKeturunanKritik SosialSilsilah
H.R. Nawawi

H.R. Nawawi

Jika di dunia hanya ada dua pilihan antara riang dan menangis. Saya memilih menangis. Kehampaan.

ArtikelTerkait

tolong

Ungkapan Maaf, Tolong, dan Terima Kasih yang Mulai Ditinggalkan dari Peradaban Kita

20 Juli 2019
belajar dan sekolah

Sekolah Tidak Lebih Penting dari Belajar

3 Juli 2019
knalpot brong

Bertaubatlah Kalian yang Pakai Knalpot Brong

15 Agustus 2019
rasis

Rasis: Akibat dari Sekolah yang Belum Tuntas

20 Agustus 2019
bau badan

Kenapa Sih Orang yang Bau Badan Nggak Sadar dengan Bau Badannya Sendiri?

10 Agustus 2019
feminisme

Ngobrolin Feminisme di Tengah Gelombang Penolakannya

25 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026
Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat Mojok.co

Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat

10 Maret 2026
Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan (Unsplash)

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja

9 Maret 2026
Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

12 Maret 2026
5 Fakta Menarik tentang Kebumen yang Tidak Diketahui (Unsplash)

Liburan di Kebumen Itu Aneh, tapi Justru Bisa Jadi Pilihan yang Tepat buat Kita yang Muak dengan Kota Besar

10 Maret 2026
Tiga Makanan Para Pengembara di Timur Tengah

Tiga Makanan Para Pengembara di Timur Tengah

9 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.