Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membangun Bisnis Bersama Saudara

Fajar Fery Ferdiansyah oleh Fajar Fery Ferdiansyah
17 Juli 2022
A A
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membangun Bisnis Bersama Saudara

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membangun Bisnis Bersama Saudara (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagian orang menganggap membangun bisnis bersama keluarga atau saudara kandung itu lebih enak dan asyik. Alasannya karena sudah kenal dari kecil, paham dengan karakter masing-masing, dan nggak perlu repot-repot lagi dalam membangun komunikasi karena sudah terbiasa di kehidupan sehari-hari.

Tapi ternyata, membangun bisnis keluarga (atau membangun bisnis bersama keluarga) memang tak mudah. Banyak tetek bengek yang perlu dipikirkan. Dan nggak ada juga jaminan bahwa berbisnis bersama saudara itu akan selalu lancar.

Bisa-bisa ketika muncul masalah, hubungan persaudaraan pun bisa pecah, tak lagi saling tegur sapa. Saya malah ingat pesan orang tua yang wanti-wanti supaya lebih baik jangan berbisnis sama saudara atau sahabat. Sebab, dunia bisnis itu besar resikonya dan besar pula potensi konfliknya.

Yap, bagaimana pun yang namanya saudara, atau kakak adik walaupun lahir dari orang tua yang sama, nggak selalu punya kesamaan. Entah dalam cara berpikir, etos kerja, kesiapan mental, pengetahuan, kompetensi, dan lain-lain. Semua perbedaan itulah yang berpotensi bisa menimbulkan masalah.

Tapi bukan berarti kita nggak bisa berbisnis dengan saudara kandung. Karena banyak juga contohnya orang-orang yang sukses berbisnis bersama saudara kandungnya. Contohnya Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, pemilik usaha rokok Djarum yang berhasil masuk daftar 100 orang terkaya di dunia versi Forbes 2021.

Walau besar risikonya, berbisnis bersama saudara kandung tetap punya keunggulan. Paling tidak, rasa kepercayaan kita sudah tertanam sejak kecil. Kita yang paling tahu bagus buruknya saudara sendiri dibanding orang lain. Dengan ikatan keluarga yang kuat, proses musyawarah dah komunikasi pun juga tidak sulit.

Namun tetap saja, jangan sampai melupakan faktor kelemahannya. Kadang ketika berbisnis bersama saudara, segala masalah yang terjadi dianggapnya bagian dari masalah keluarga. Padahal, urusan bisnis dan keluarga harus dibedakan. Kita dituntut untuk tetap profesional dalam mengelola manajemen usaha. Harus ada rambu-rambu yang disepakati dan dipatuhi, termasuk dalam hal SOP.

Jadi kira-kira langkah apa saja yang perlu dipikirkan sebelum membangun bisnis bersama saudara kandung? Yang pertama adalah, harus menyamakan visinya dulu. Sebab, biar pun hubungan kakak-adik sudah sedemikian dekat, tapi kalau visinya nggak sejalan, akan repot juga. Misalnya, ketika sang kakak mulai semangat, tapi adiknya cenderung males-malesan. Atau ketika si kakak punya komitmen untuk mengembangkan usaha, eh adiknya malah sudah kelihatan nggak bergairah.

Baca Juga:

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara

Yang kedua, jangan terlalu saklek juga. Meskipun harus profesional, tapi jangan terlalu membuat peraturan yang membuat hubungan kakak-adik jadi kaku. Bagaimana pun jangan sampai melupakan faktor kekeluargaan. Misalnya, ketika sang adik tidak bisa ikut meeting karena harus mengurus anaknya yang sakit, si kakak pun harus bisa memaklumi. Tidak langsung menegur keras, marah, apalagi memutuskan hubungan rekan bisnis. Toh sebagai kakak, dia yang paling tahu tentang kondisi adiknya sendiri.

Ketiga, buatlah manajemen bisnis yang tepat, mencakup pembagian tanggung jawab, status kepemilikan usaha, pembagian laba, saham dan lain-lain. Hal ini harus sudah dilakukan sejak awal, meski bisnis yang dibangun masih kecil-kecilan. Ini supaya ketika bisnis sudah membesar, tidak perlu repot lagi menetapkan aturan, yang malah bikin pusing.

Dan keempat, nggak ada salahnya melibatkan bantuan profesional bila ada masalah yang tidak bisa terpecahkan. Malah, menurut saya, melibatkan profesional itu wajib. Ini demi meminimalisir hubungan kakak-adik menjadi renggang, ketika terjadi perbedaan pendapat di tengah-tengah perjalanan mengurus bisnis. Maka kesepakatan hitam di atas putih yang dilakukan di hadapan notaris bisa dilakukan sejak awal, sehingga tidak muncul perdebatan yang bisa memutus tali persaudaraan.

Nah, apakah kalian tertarik? Kalau iya, ingat pesan saya di atas ya. Semoga beruntung!

Penulis: Fajar Fery Ferdiansyah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Terjalnya Jalan Wirausaha Jika Kamu Tulang Punggung Keluarga

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2022 oleh

Tags: BisnisdjarumMichael Bambang HartonoRobert Hartonosaudara
Fajar Fery Ferdiansyah

Fajar Fery Ferdiansyah

Seorang kurir pengantar paket wilayah Jabodetabek, yang tertarik dengan dunia membaca dan menulis.

ArtikelTerkait

Menghitung Ongkos dan Untung Usaha Beternak Ayam untuk Pemula

Menghitung Ongkos dan Untung Usaha Beternak Ayam untuk Pemula

28 April 2020
Jadi Pengusaha Itu Mudah, yang Bikin Rumit Pikiran Kita Terminal Mojok (Unplash.com)

Jadi Pengusaha Itu Mudah, yang Bikin Rumit Pikiran Kita

13 September 2022
Dear Pemilik Kedai Kopi, Model Kursinya Jangan Panjang Semua, dong. Nggak Semua Pelanggan Kalian Datang Rombongan, lho

Dear Pemilik Kedai Kopi, Model Kursinya Jangan Panjang Semua, dong. Nggak Semua Pelanggan Kalian Datang Rombongan, lho

3 November 2023
Fotografer Lari, Profesi dengan Potensi Cuan yang Amat Lumayan untuk Kamu Coba

Fotografer Lari, Profesi dengan Potensi Cuan yang Amat Lumayan untuk Kamu Coba, Satu Foto Seharga Seratus Ribu!

18 Januari 2025
hobi resign dari tempat kerja alasan ragu cara memutuskan menyesal mojok.co

Kalau Temanmu Resign, Tugasmu Hanya Memberi Semangat, Nggak Usah Komentar yang Lain

19 Oktober 2021
membangun usaha mojok.co

5 Hal yang Sering Terjadi Ketika Membangun Usaha Bareng Teman Kuliah

22 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026
Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

18 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.