Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Gugatan Seorang Pedestrian Kepada Pengendara Motor yang Sembrono

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
16 Juni 2019
A A
pedestrian

pedestrian

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi mereka yang sudah berada di periode atau masa remaja akhir juga dewasa awal, mari lupakan sejenak soal THR yang didapat saat lebaran. Tidak perlu dihitung karena sudah pasti hanya sedikit untung bahkan tidak ada pemasukan sama sekali. Jika memang paling tidak cukup untuk membeli kuota internet selama satu bulan, tetap bersyukur dan bergembiralah.

Hal demikian juga saya alami perihal THR yang diterima setelah menjadi siswa SMA sampai dengan kuliah. Alih-alih mendapat lebih banyak—karena kebutuhan yang juga meningkat, eh, malah justru sebaliknya. Alhasil, sekadar nongkrong dan mengajak gebetan untuk nonton saja tidak bisa.

Sudahlah, lebih baik pasrah saja ihwal THR bagi kalian yang sudah dewasa. Masih banyak yang bisa dikerjakan dan mendapatkan THR dengan cara dan usaha sendiri. Untuk yang masih menjadi mahasiswa, bisa sambil bekerja atau paling tidak sebagai freelancer, itu pun jika tetap ingin ada pundi-pundi untuk sekadar nongkrong jika malu minta uang ke orang tua, sih.

Ingat soal revolusi mental? Buang jauh-jauh mental meminta-minta—kerja, kerja, kerja! Lagipula, masih banyak curhatan yang bisa diceritakan selain soal THR, saat menjadi pedestrian salah satunya.

Sebelumnya, saya ingin menyamakan persepsi sekaligus membuat penegasan bahwa, pedestrian itu pejalan kaki—orang yang berjalan kaki, bukan trotoar seperti yang sudah banyak beredar di beberapa media online atau menurut sebagian orang. Kata pedestrian sendiri disadur dari Bahasa Inggris. Masih ngeyel dan belum percaya juga? Silakan cek kamus atau Google Translate.

Pada zaman sekarang khususnya di beberapa tempat, rasanya sulit sekali menjadi pedestrian yang nyaman dalam menikmati lelahnya berjalan kaki. Penyebabnya beragam, kebanyakan karena ulah pengendara motor yang sembrono pun mobil yang sembarangan dalam memarkir kendaraan mereka. Hal ini juga tidak terlepas dari andil para oknum juru parkir yang tidak bertanggungjawab. Itu kenapa parkiran liar perlu diberantas –ditertibkan.

Saya yang dalam kesehariannya juga gemar berjalan kaki –sebagai pedestrian seringkali dibuat tidak nyaman oleh pengendara bermotor yang selain tidak hati-hati dalam berkendara, juga suka menyerobot trotoar ketika macet –tanda enggan bersabar dalam macet yang memang sudah menjadi pemandangan biasa di beberapa kota dan wilayah-.

Bahkan pernah saat sedang jalan santai di suatu trotoar, pengendara motor menyerempet lengan saya lalu pergi begitu saja dengan santainya –bak gebetan yang hilang tanpa kabar dan tidak menghubungi kembali tanda tidak ingin melanjutkan proses pendekatan dalam suatu hubungan.

Baca Juga:

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Ada kejadian di mana teman saya menjadi korban dari beringasnya pengendara bermotor yang melewati trotoar dan itu terjadi di depan mata kepala saya sendiri. Pengendara tersebut entah kenapa melaju dengan cepat, kami sedang berjalan dengan hati-hati. Tiba-tiba teman saya terjatuh dan kesakitan setelah diserempet.

Saya yang ketika itu kaget, segera memberikan pertolongan kepada teman yang tersungkur, beruntung dia hanya luka ringan. Si pengendara bermotor setelahnya hanya marah-marah, “makanya kalau jalan hati-hati!”. Lucu, bukan? Siapa yang salah, siapa yang marah, siapa yang sudah merampas hak. Saya hanya masih terpaku dan fokus ke teman dan berharap dia baik-baik saja.

Hak para pedestrian juga banyak yang dirampas saat ingin menyebrang di zebracross lampu rambu lalu lintas. Cukup banyak pengendara yang melampaui batas berhenti dan menunggu lampu berubah menjadi hijau tepat di tanda zebracross. Tentu ini sangat mengganggu dan mempersulit pejalan kaki yang ingin menyebrang.

Alih-alih mendapat pengertian atau kata maaf saat ditegur karena sudah merampas hak pejalan kaki, eh, malah mereka yang lebih galak dan balik menegur. Sebetulnya, saya termasuk cukup optimis dalam beberapa hal termasuk tentang Indonesia, tapi jika mengingat dan merasakan langsung hal seperti itu, apa salah jika terkadang saya berpikir, beberapa orang di negara ini belum siap jika kelak negara kita maju –karena tidak siap bersikap dan berkendara secara disiplin juga menaati peraturan atau hukum yang berlaku.

Bahkan jika didisiplinkan oleh pihak yang berwenang pun, tak jarang mereka malah mengamuk, merusak motor sendiri yang mungkin cicilannya belum lunas, lalu berujung pada kalimat template “keadilan dan hukum di Indonesia runcing ke bawah dan tumpul ke atas!”. Loh, Mas, Mba, sampeyan yang tidak mau ditertibkan, aparat dan petugas yang disalahkan.

Perlu digaris bawahi, kami sebagai pedestrian hanya ingin dapat berjalan kaki dengan santai dan nyaman, tanpa merasa was-was diserempet atau celaka. Hal itu tentu dapat diantisipasi jika kita semua tertib dan disiplin juga saling menghargai hak antara pengendara juga pedestrian. Dengan demikian, hidup damai dan berdampingan bukan hanya dalam angan.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: Kritik SosialPedestrianPengendara MotorPengguna Jalan
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

penampilan

Penampilan Luar Seseorang Seringkali Tak Berarti Apa-Apa

15 Juni 2019
resign

Bagi Para Karyawan, Semua Akan Resign Pada Waktunya

19 Juni 2019
Perfeksionis

Perfeksionis, bukan Kepribadian yang Mudah

30 Mei 2019
menggugat mantan

Menggugat Mantan

12 Agustus 2019
Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih? Mojok.co

Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih?

27 November 2025
sejarah korupsi

Saatnya Menulis Sejarah Korupsi di Daerah

27 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.