Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Film Horor Indonesia Overdosis Eksploitasi Agama Islam dan Jawa untuk Menakut-nakuti semata Biar Laku

Arsyanisa Zelina oleh Arsyanisa Zelina
23 Maret 2024
A A
Film Horor Indonesia Overdosis Eksploitasi Agama Islam

Film Horor Indonesia Overdosis Eksploitasi Agama Islam

Share on FacebookShare on Twitter

Jagat film Indonesia sudah berkembang dengan baik, bahkan sangat bagus, sih menurut saya. Masyarakat bisa menerima produk-produk lokal, bahkan ada film yang bisa tembus 10 juta penonton. Nah, salah satu genre yang ramai dan selalu ada “yang baru” adalah film horor Indonesia.

Rasa-rasanya, hampir setiap bulan, saya melihat ada poster atau iklan film horor Indonesia. Wajar, sih, kalau melihat sejarah film Indonesia. Dulu, sekitar tahun 2000, banyak film horor yang laku keras karena menjual tubuh perempuan. Kalau sekarang lebih mendingan, agak normal, dengan sinematografi yang lebih baik.

Namun, ada satu kesamaan dari film horor Indonesia zaman dulu dengan sekarang. Mereka Sama-sama fomo melakukan eksploitasi. Kalau dulu eksploitasi cewek seksi, sekarang banyak film horor eksploitasi agama Islam maupun hal-hal yang berbau Jawa.

Film horor Indonesia overdosis jualan agama Islam

Yah, kita sama-sama tahu aja betapa seksinya eksploitasi agama. Termasuk untuk tema film, khususnya film horor Indonesia. Kalau menjelajah Twitter/X, kamu bisa dengan mudah menemukan bahasan tentang eksploitasi tema-tema Islam untuk menjadi sebuah tema film baru.

Misalnya saya, menemukan sebuah twit yang menggelikan. Adalah akun dengan nama Faza Meonk membuat sebuah kompilasi. Kamu bisa melihatnya sendiri di sini:

sholat cinematic universe pic.twitter.com/iz3aCUm0OW

— Faza Meonk (@FazaMeonk) March 21, 2024

Faza menggunakan kalimat “sholat cinematic universe” untuk twitnya. Lagi dan lagi, menggunakan unsur agama untuk dieksploitasi. Padahal, beberapa teman saya yang muslim merasa kurang nyaman dan agak nggak terima dengan kondisi ini.

Lalu, baru-baru ini muncul film horor yang bikin umat muslim lelah, judulnya “Kiblat”. Entah kenapa, alih-alih membuat film yang membuat para pendosa lebih takut setan, filmmaker Indonesia malah lebih memilih membuat salat maupun zikir menjadi seram. 

Baca Juga:

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

Kalau semua formula itu terasa kurang nendang, pakai saja “pocong” di film. Seakan-akan pocong nggak punya harga diri lagi di kancah film horor Indonesia

Eksploitasi budaya Jawa juga terjadi

Selain eksploitasi agama Islam, film horor Indonesia banyak menggunakan unsur Jawa untuk menakut-nakuti. Seakan-akan kalau mau laris, pakai saja atribut Jawa. Misalnya, temanya setan “asli” Jawa, menggunakan kosakata Jawa di judul, dan bikin adegan kesurupan lalu artisnya mengigau kata-kata pakai Bahasa Jawa.

Oya, jangan sampai lupa menambahkan tembang Jawa, yang liriknya sebenarnya tentang cinta. Lalu, akhirnya, filmnya bikin itu lagu itu terkesan mistis. Ya kayak lagu “Lingsir Wengi”, yang katanya lagu pemanggil kuntilanak.

Saya setuju dengan tulisan Mas Paksi Raras dalam tulisannya yang berjudul “Film Horor Indonesia Semakin Menistakan Budaya Jawa”. Dia menulis begini:

“Apa yang dilakukan oleh sineas film horor Indonesia ini melanggengkan konstruksi sosial akan unsur-unsur kejawaan yang negatif. Pemaknaan masyarakat akan kejawaan yang mistis akan semakin tebal. Cara filmmaker horor mendiskreditkan kejawaan dengan terus-menerus ini, pada akhirnya berdampak pada “kenyataan” di masyarakat yang cenderung diskriminatif dan menganggap negatif segala aspek kejawaan yang sebenarnya bisa saja berarti positif, jika mau dibaca lebih mendalam.”

Menurut saya, sineas Indonesia itu pasti kreatif. Kalau mau bikin film yang unik dan memenuhi unsur kebaruan pasti bisa. Saya yakin pasti ada pakem baru, yang nggak perlu mengeksploitasi agama dan budaya Jawa supaya laku. Yang penting, penikmat dan penonton film seram itu besar. Pasarnya sudah ada, tinggal bagaimana menangkap atensi mereka dengan sesuatu yang baru.

Penulis: Arsyanisa Zelina

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Exhuma, Film Horor Korea yang Menampar Sineas Horor Lokal Penjual Gimik, Mitos Agama, dan Jumpscare Murahan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Maret 2024 oleh

Tags: budaya jawaFilm HororFilm Horor Indonesiahoror Indonesiahoror jawaJawajualan agamalingsir wengi
Arsyanisa Zelina

Arsyanisa Zelina

Penulis lepas dari Kediri. Kerjanya di toko kpop dan fans berat NCT. Cinta dengan nulis sejak SMA. Selain buat iseng nguneg, juga iseng berkarya sebagai penulis AU di X dan Karyakarsa.

ArtikelTerkait

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
Betapa Repotnya Keluarga Suku Campuran di Hadapan Petugas Sensus

Betapa Repotnya Keluarga Suku Campuran di Hadapan Petugas Sensus

22 September 2023
Sistem Pembayaran dengan Sebungkus Rokok dalam Masyarakat Jawa, Solusi sekaligus Masalah dalam Satu Paket

Sistem Pembayaran dengan Sebungkus Rokok dalam Masyarakat Jawa, Solusi sekaligus Masalah dalam Satu Paket

1 Maret 2024
Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

27 Januari 2026
bahasa jawa krama inggil syekh subakir jawa tumbal ki semar mojok

Sabda Palon, Sebuah Perjanjian Antara Syekh Subakir dengan Mbah Semar

24 Oktober 2020
Ketika Pendidikan “Layak” Harus Dibayar dengan Luka yang Dalam (Unsplash)

Ketika Pendidikan “Layak” Harus Dibayar dengan Luka yang Dalam

19 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

21 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.