Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Mencoba Memahami Kenapa KKN di Desa Penari Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa

Savira Alvionita oleh Savira Alvionita
14 Januari 2023
A A
Detail Kecil tentang KKN yang Luput di Film KKN di Desa Penari Terminal Mojok

Detail Kecil tentang KKN yang Luput di Film KKN di Desa Penari (Instagram KKN Movie)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai seorang sinefil dan moviegoer sejati, saya tidak boleh pilih-pilih film. Demi mendalami peran tersebut, saya siap menyisihkan waktu, merelakan uang, dan mencurahkan pikiran untuk mengkonsumsi segala jenis genre sebanyak-banyaknya meskipun kadang harus bergelut dengan diri sendiri karena tak jarang berseberangan dengan idealisme  dan selera. Salah satu film yang berseberangan dengan idealisme dan selera namun akhirnya tetap saya tonton, salah satunya adalah KKN di Desa Penari: Luwih Dowo Luwih Medeni.

Sejak MD Picture memutuskan untuk membuat versi film dari utas—dengan judul yang sama—yang sempat viral beberapa tahun lalu itu, saya memang tidak menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi. Bukan tanpa alasan, saya merasa sudah sering dikecewakan dengan film-film bergenre horor keluaran rumah produksi tersebut sebelum-sebelumnya. Meskipun saya masih bisa menikmati genre drama produksi MD Picture yang memiliki nama besar seperti Ayat-Ayat Cinta dan Habibie & Ainun, namun soal urusan horor, menurut saya MD Picture harus lebih berusaha dan melakukan improvisasi. Satu-satunya hal terniat dan patut diapresiasi dalam setiap film horor keluaran MD Picture adalah strategi marketing dan momentumnya, setidaknya begitulah yang saya lihat.

Kepandaian tim marketing MD Picture dalam membuat gimmick dan menentukan momentum yang pas saat merilis filmnya, membuat beberapa film horornya berhasil menjajaki list deretan film horror terlaris di Indonesia, salah satunya film KKN di Desa Penari. Bahkan awal Januari lalu, MD Picture secara resmi mendeklarasikan pencapaian 10 juta penonton dari akumulasi perolehan penonton dari dua film KKN di Desa Penari versi cut dan uncut tersebut.

Jujur, saya tidak menonton versi awal KKN di Desa Penari, sehingga saya tidak bisa membandingkan secara objektif dengan versi uncutnya. Tapi saya cukup banyak membaca dan menonton review terkait versi film pertamanya itu, dan kalau bisa saya simpulkan banyak yang mengeluh dan mengatakan kecewa terhadap film KKN versi awal tersebut. Hal itu juga yang membuat saya dengan bulat enggan untuk menontonnya meskipun dalam waktu singkat film versi pertamanya mampu menarik jutaan penonton.

Idealisme saya patah ketika film tersebut dinyatakan sebagai film terlaris sepanjang masa dan kemudian-MD Picture-lagi-lagi berhasil memanfaatkan momentum-dengan meliris versi extend/uncut nya dengan embel-embel “luwih dowo-luwih medeni” itu.  Untuk membuktikan bahwa saya tidak niat-niat sekali untuk menonton film ini, saya menontonnya tepat di hari terakhir penayangan film tersebut di kota saya. Jadi saya tidak punya pilihan, now or never.

Secara garis besar ada dua hal yang membuat film versi kedua ini berbeda, yang pertama penambahan waktu 40 menit lebih panjang dari film pertama dan yang kedua ada cuplikan film lanjutan dari universe KKN di Desa Penari bertajuk “Sewu Dino” atau dalam Bahasa Indonesia berarti seribu hari, yang lagi-lagi itu adalah bagian dari strategi marketing MD Picture dalam mempromosikan film lanjutannya tersebut. Dengan iming-iming dua hal tersebut MD Picture mampu menggenapkan jumlah penonton film KKN di Desa Penari menjadi 10 juta, bahkan lebih.

Bagi saya strategi itu cukup efektif menggaet penonton anyaran seperti saya yang penasaran belum sempat menonton film versi pertamanya. Dengan durasi total film selama 2 jam 50 menit ditambah iklan 15 menit itu, saya mencoba untuk bertahan, menyerapi adegan demi adegan dan mulai mengerti kenapa banyak orang yang menyatakan kekecewaannya terhadap film ini. Jahitan cerita yang sangat kasar, lompat ke sana kemari secara tidak beraturan, dan terkesan hanya mengikuti utas aslinya tanpa berusaha untuk berinovasi menjadikan skenarionya layak tonton sangat terlihat di film ini. Adegan jumpscare yang jor-joran sejak awal hingga akhir film-yang sama sekali tidak menakutkan-mengingatkan saya pada film-film horor kelas B namun dengan versi lebih bermodal.

Tidak ada chemistry yang terjalin antar para karakter utamanya yang terdiri dari Nur, Widya, Ayu dan Bima  membuat film ini terkesan kaku, membosankan dan sulit untuk dinikmati. Kehadiran karakter Wahyu, diperankan  oleh Fajar Nugra, yang kerap melontarkan celetukan spontan yang menggelitik dan partner sohibnya, Anton, yang selalu siap merespons akan celetukan tersebut membuat film ini agak sedikit cair. Tetap saja hadirnya duo Wahyu-Anton tidak cukup untuk menyelamatkan keseluruhan film.

Baca Juga:

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

4 Keuntungan Punya Rumah Dekat Kuburan yang Jarang Disadari Orang

Dari curhatan saya di atas, bisa terlihat kenapa saya mempertanyakan film KKN di Desa Penari menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia. Padahal, sebelumnya kita sudah punya beberapa film bergenre horror yang jauh lebih layak menyandang gelar tersebut seperti Pengabdi Setan besutan Joko Anwar yang menjadi breakthrough genre horor di Indonesia atau Ratu Ilmu Hitam yang bisa tampil lebih seru dan berani arahan sutradara Kimo Stamboel.

Sebagai catatan, saya tidak mempermasalahkan soal marketing dari sebuah rumah produksi untuk film yang dirilisnya. Karena saya paham sejatinya film itu bukan hanya sekedar tontonan atau produk budaya semata, film juga adalah produk jualan, barang dagang yang punya target market. Selayaknya barang dagang pemilik modal pasti ingin produknya laku dan laris di pasaran.

Namun sebagai target pasar dan konsumen, saya merasa akan lebih baik jika kualitas dari produk yang dijual sejalan dengan marketing yang digembor-gemborkan tersebut. Karena menurut saya, ada satu hal penting yang bisa menjadi jaminan dan menentukan kelanggengan hubungan antara  penjual dan pembeli, yaitu rasa percaya.

Penulis: Savira Alvionita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Detail Kecil tentang KKN yang Luput dalam Film KKN di Desa Penari

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2023 oleh

Tags: Hororkkn di desa penariMD entertainment
Savira Alvionita

Savira Alvionita

Sinefil, moviegoer, belajar nulis.

ArtikelTerkait

kucing hitam pembawa sial Hera Zeus mitos mojok

Percaya Mitos Kucing Hitam Adalah Pembawa Sial Itu Sungguh Merepotkan

11 Oktober 2020
KKN di Desa Penari

KKN di Desa Penari Versi Ketiga

29 Agustus 2019
Misteri Siti Zainab, Sosok Gaib Penunggu Stasiun Kaliwedi

Misteri Siti Zainab, Sosok Gaib Penunggu Stasiun Kaliwedi

1 November 2022
the wailing horor korea santet mojok

The Wailing: Film Horor yang Menggambarkan Adu Santet ala Korea

15 September 2020
mitos horor sekolah mojok

4 Mitos Horor yang Sering Kali Muncul di Sekolah

19 Juli 2020
reuni malapetaka

Reuni yang Berujung Malapetaka

23 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Tidak Sekadar Mengajar, Guru Les Online Wajib Menghibur agar Tidak Ditinggal Murid-muridnya Main Game Terminal

Tidak Sekadar Mengajar, Guru Les Online Wajib Menghibur agar Tidak Ditinggal Murid-muridnya Main Game

20 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.