Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Duka yang Dirasakan Penduduk di Sepanjang Rel Kereta Api

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
18 Juli 2022
A A
4 Duka yang Dirasakan Penduduk di Sepanjang Rel Kereta Api . (Unsplash.com)

4 Duka yang Dirasakan Penduduk di Sepanjang Rel Kereta Api . (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Rumah simbah saya di Tulungagung dekat dengan rel kereta api. Jaraknya tidak sampai 15 meter dari pintu rumah. Menurut cerita turun-temurun, rel kereta api ini sudah ada sejak zaman Belanda. Tidak jauh dari rumah simbah juga ada pabrik gula yang kini sudah berhenti beroperasi.

Pernah sekali waktu kereta yang saya naiki berhenti di depan rumah simbah karena menunggu ganti rel sebelum memasuki stasiun. Alhasil, saya yang masih kecil digendong bapak untuk turun langsung di depan rumah. Rasanya sudah seperti naik angkot saja. Padahal, jarak rumah dengan stasiun juga tidak jauh. Bisa ditempuh dengan jalan kaki. Tapi itu dulu ya, sebelum peraturan soal naik kereta diperketat.

ADVERTISEMENT

Orang-orang dari luar daerah yang baru pertama kali berkunjung ke rumah simbah pun “akan norak” melihat kereta lewat, terutama anak-anak. Melihat kereta melintas setiap saat memang jadi salah satu privilese orang-orang yang tinggal dekat dengan rel kereta api. Bagi orang-orang luar, hal itu unik dan layak untuk dijadikan bahan story media sosial. Memang sih melihat kereta lewat bisa jadi hiburan.

Dulu simbah saya suka duduk di teras, menanti kereta yang mengangkut anak cucunya lewat. Entah jam berapa saja kereta kami lewat, simbah selalu setia duduk di kursinya sambil dada-dada walaupun sebenarnya beliau nggak tentu bisa melihat kami duduk di mana. Sejak simbah meninggal setahun lalu, tidak ada lagi yang menunggu kereta saya lewat. Saya jadi sedih setiap melintas di depan rumahnya.

Selain kisah-kisah manis yang bisa diromantisasi, ada juga kisah menjengkelkan tinggal di dekat rel kereta api. Dulu, sebelum 2010, banyak benda tidak lazim yang ditemui penduduk di sepanjang rel kereta. Dari sampah, popok bayi, bau pesing urin, sampe kotoran manusia lantaran di zaman itu kereta masih memakai toilet bolong.

Saat ada pertandingan bola, penduduk sekitar rel kereta api juga dibikin ketir-ketir. Pasalnya, kereta yang mengangkut suporter fanatik lawan terkadang melempar batu ke rumah penduduk sepanjang rel di wilayah musuhnya untuk melampiaskan emosi. Akibatnya, baku lempar batu dari dalam dan luar kereta tidak bisa dihindari. Tapi sekali lagi, itu dulu saat aturan kereta belum ketat dan sebagus saat ini. Sekarang, kejadian semacam itu tidak pernah terjadi. Tapi masih ada duka penduduk sekitar rel kereta api yang masih abadi:

#1 Bising

Untuk penduduk di sepanjang rel kereta api, apalagi yang rumahnya hampir mepet, suara bising dan getaran kereta lewat tidak bisa dihindarkan. Suara dan getarannya bahkan bisa mencapai radius 500 meter. Kadang enak-enak bertelepon akan terpotong bunyi kereta yang lalu lalang.

Buat yang nggak biasa tinggal di sekitar rel kereta api dan apesnya sensitif pada bunyi-bunyian, kalian harus siap-siap susah tidur. Pasalnya, kereta masih akan lewat bahkan sampai tengah malam. Terkadang, bunyi kereta lewat juga memunculkan kesan horor yang membuat diri resah. Kalau penduduk setempat sih sudah biasa tidur nyenyak walaupun terganggu suara kereta.

Baca Juga:

Rasanya Hidup di Pengok Jogja: Tidur di Antara 2 Rel, Pasti Bisa Bangun Pagi karena Suara Kereta Begitu Membahana

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

#2 Hewan peliharaan gampang mati

Ada yang bilang ayam itu hewan paling menyebalkan saat mau menyebrang. Mungkin beberapa dari kita pernah mengalami sendiri, ketika dibuat jengkel oleh kelakuan si ayam yang kalau ditunggu malah nggak nyebrang. Tapi, giliran kita lewat, mereka juga ikutan nyelonong tiba-tiba. Ayam-ayam ini terlalu mudah bimbang.

Padahal ya, mata mereka kan ada di samping kiri dan kanan. Harusnya memudahkan untuk nggak tolah-toleh lagi sebelum nyebrang. Mungkin kecerobohan inilah yang bikin ayam di sekitar rel kereta api gampang tertabrak kereta yang melintas.

Sudah tidak terhitung ayam simbah saya dan tetangga-tetangganya yang jadi korban tabrak lari kereta. Beberapa tewas mengenaskan, beberapa yang lain harus menderita cacat seumur hidup. Semoga saja arwah para ayam dan hewan lainnya yang jadi korban tabrak lari kereta bisa tenang di alam sana.

#3 Dihantui cerita seram

Banyak kisah seram yang jadi urban legend di desa simbah saya lantaran di sana ada beberapa pabrik tua, pelakon pesugihan, dan rel kereta api. Sudah bukan rahasia lagi jika banyak cerita seram di sepanjang perlintasan kereta. 

Menurut penuturan penduduk, hal itu benar adanya. Rel kereta jadi saksi bisu nahasnya orang-orang yang meregang nyawa karena tertabrak kereta. Ada yang sengaja bunuh diri, tidak sengaja tertabrak saat mabuk, kecelakaan, atau jatuh terlindas dari atas kereta.

Sialnya, korban-korban itu kadang menampakkan diri untuk meminta bantuan dicarikan bagian tubuhnya yang tidak lengkap. Ada cerita orang yang ditampaki sosok yang meminta tolong dicarikan jempol tangan. Eh besoknya jempol itu benar-benar ketemu di tempat yang ditunjukkan “si makhluk”. Jempol itu lantas dikembalikan ke kuburan yang bersangkutan sehingga tidak ada lagi teror penampakan.

Cerita lainnya saat geger 65 dulu. Para “sakera” di tempat simbah saya sering mengasah kelewangnya di atas besi rel kereta api. Suara deritnya yang memilukan itu konon menjadi alasan tetangga simbah saya frustasi dan akhirnya gantung diri di rumahnya saat sang suami pergi dinas ke luar kota. 

Padahal, kabarnya, si simbah ini bukan orang yang aktif berorganisasi, jadi entah apa alasannya. Rumahnya kebetulan hanya berjarak tiga rumah saja dari rumah simbah saya. Sampai saat ini, kabarnya, rumah itu jadi angker.

Untungnya saya bukan orang yang “sensitif” dan tidak suka keluyuran malam-malam. Jadi, selama puluhan tahun saya berkunjung ke rumah simbah belum pernah mengalami kejadian mistis walaupun beberapa saudara saya pernah mengalaminya. Jangan sampai, naudzubillah.

#4 Siap-siap digusur PT KAI

Penggusuran ini berlaku untuk orang-orang yang menempati lahan milik PT KAI. Sewaktu-waktu, saat PT KAI perlu mengklaim kembali kepemilikan lahannya, misalnya untuk pelebaran rel kereta api, penduduk harus siap-siap hengkang. 

Hal ini pernah saya lihat langsung ketika rumah dan kios dekat stasiun dibongkar. Untungnya, penggusurannya juga tidak mendadak. Selalu ada pemberitahuan jauh-jauh hari. Alhamdulillah, rumah simbah saya sudah menempati tanah milik sendiri, jadi tidak perlu risau pada penggusuran.

Itulah derita yang biasa dialami penduduk di sepanjang rel kereta api. Memang selalu ada plus dan minus di mana saja kita tinggal. Dari tepi rel kereta api, saya ikut menyaksikan perubahan wajah perkeretaapian negeri ini. Saya sangat bersyukur dengan revolusi perkeretaapian Indonesia yang sekarang sudah lebih tertib dan baik untuk para penumpang maupun penduduk di sekitarnya.

Penulis: Erma Kumala Dewi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 5 Hal Konyol yang Saya Temui Saat Melewati Palang Pintu Rel Kereta Api.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2022 oleh

Tags: Bunuh Diricerita mistispt kairel kereta apistasiun kereta
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Alasan di Balik Stasiun Prambanan Ditulis Brambanan

Alasan di Balik Nama Stasiun Prambanan Ditulis Brambanan

11 Juli 2024
Budaya Bunuh Diri di Jepang yang Merugikan Orang Lain terminal mojok

Membedah Budaya Bunuh Diri di Jepang yang Merugikan Orang Lain

25 Juli 2021
Stasiun Nambo Bogor, Rock Bottom "SpongeBob SquarePants" di Dunia Nyata yang Dihindari para Anker

Stasiun Nambo Bogor, Rock Bottom “SpongeBob SquarePants” di Dunia Nyata yang Dihindari Anker

14 Oktober 2023
3 Aturan Tidak Tertulis di Stasiun Bogor yang Perlu Dipatuhi Penumpang

4 Aturan Tidak Tertulis di Stasiun Bogor yang Perlu Dipatuhi Penumpang

11 Februari 2025
pengalaman berteman dengan orang yang dikucilkan di kampus mojok.co

Pengalaman Saya Jadi Teman Orang yang Dikucilkan Pergaulan Kampus

5 September 2020
Ambisi PT KAI Perluas Lempuyangan Bikin Pelaju KRL Jogja Solo Menderita (Unsplash)

Terbitnya SP3 dari PT KAI buat Warga Lempuyangan dan Bayangan Mengerikan Biaya Transport Pelaju KRL Jogja Solo sampai Setengah UMP Jogja

18 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

23 Juni 2026
4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul daripada Stasiun Solo Balapan di Mata Saya Mojok.co

4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul Dibanding Stasiun Solo Balapan di Mata Saya

22 Juni 2026
4 Coffee Shop yang Jadi Pusat Skena Perkopian di Klaten, Wajib Kalian Coba!

Coffee Shop Skena di Klaten Part 2: Pemain Baru, tapi Kualitas Kopinya Boleh Diadu

26 Juni 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Udara Bersih, Hak Asasi yang Cuma Bisa Dirasakan Warga Depok Sebulan Sekali

28 Juni 2026
3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

Sebagai Pengendara Motor di Bandung, Saya Capek Ikut Menyumbang Macet Setiap Hari

27 Juni 2026
Honda BeAT, Motor Terbaik untuk Menemani Mahasiswa UNNES Menjalani Hidup pertamax pertalite

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

28 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.