Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
7 September 2025
A A
15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana

15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kolam pemancingan seharusnya jadi tempat orang cari hiburan. Duduk tenang, ngobrol santai, menunggu tarikan ikan. Tapi kenyataannya, banyak pemancing justru membawa dosa masing-masing. Bukannya bikin suasana enak, malah bikin kolam jadi ladang kekesalan.

#1 Para pemancing saling berebut spot

Dosa paling klasik adalah rebutan spot. Begitu gerbang dibuka, para pemancing langsung lari kayak lomba. Yang dapat pinggir saung dianggap juara. Yang kehalang, langsung pasang muka masam.

Tidak jarang ada yang sengaja nyelipin kursi atau barang sejak pagi untuk “ngecaplok” tempat. Pemancing lain cuma bisa ngedumel. Kolam yang harusnya tenang, malah kayak arena rebutan tanah garapan.

#2 Adu bising di kolam pemancingan

Banyak pemancing tidak tahu arti tenang. Ngobrol keras-keras atau ketawa meledak. Bahkan, teriak-teriak kalau strike.

Yang lebih parah, ada yang bawa speaker portable. Musik dangdut koplo diputar keras-keras. Padahal orang lain butuh konsentrasi. Kolam pemancingan yang seharusnya syahdu, jadi kayak warung karaoke pinggir jalan.

#3 Kaki dan tangan usil

Tidak semua pemancing sabar. Ada yang hobi nendang air, buang sampah ke kolam, atau sengaja ciprat-cipratin orang sebelah. Ada juga yang iseng, sengaja tebar pakan di dekat kail orang lain biar ikannya kabur. Usilnya bukan main. Orang lain cuma bisa geleng-geleng kepala.

#4 Pemancing yang suka nyampah

Pemancing identik dengan rokok. Itu sudah biasa. Tapi dosa muncul ketika puntung rokok dilempar ke kolam. Bisa juga abu diempas sembarangan.

Kolam pemancingan akhirnya jadi penuh puntung. Air makin kotor, bau makin parah. Padahal tangan masih pegang joran, mulut sibuk ngeluarin asap, tapi tanggung jawab hilang.

Baca Juga:

Sendang Keongan Mengubah Pandangan Saya tentang Wisata Grobogan yang Gitu-gitu Aja

4 Cara Halus Pemilik Kolam Pemancingan Memeras para Pemancing

Selain puntung rokok, banyak pemancing yang meninggalkan plastik umpan, bungkus mie, botol minuman, dll. Semua dibiarkan berserakan. Kolam jadi kotor, saung penuh sampah. Pemandangan jadi menyedihkan.

#5 Bawa umpan terlarang

Banyak pemancing sengaja main curang. Bawa umpan yang jelas-jelas dilarang. Ada yang pakai pelet campur bahan kimia. Ada juga yang pakai racikan bau menyengat.

Alasannya simpel: biar strike cepat. Tapi efeknya bikin ikan stres. Orang lain akhirnya jadi korban. Satu orang curang, satu kolam rusak.

#6 Pemancing yang pamer berlebihan malah bikin suasana di kolam pemancingan tambah panas

Setiap kali dapat ikan, beberapa pemancing langsung lebay. Diangkat tinggi-tinggi, difoto dari segala sisi. Setelah itu di-posting ke media sosial lengkap dengan caption: “Strike lagi, bos!”.

Sementara orang lain yang dari tadi zonk, cuma bisa cemberut. Pamer memang sah-sah saja, tapi kalau berlebihan bikin suasana jadi panas.

#7 Ngomel tiada henti

Ada tipe pemancing yang mulutnya tidak bisa berhenti. Dari awal lempar kail sampai pulang, isinya hanya keluhan. “Ikannya nggak ada”, “Kolamnya curang”, “Spotnya jelek”, dll.

Ngomelnya keras, bikin suasana makin sumpek. Bukannya santai, orang lain jadi kena imbas badmood.

#8 Egois soal kail

Dosa lain pemancing di kolam pemancingan adalah tidak peduli kailnya nyangkut di senar orang. Begitu lempar, asal-asalan. Senar orang lain ditabrak, malah balik nyolot.

Padahal kolam lagi penuh, semua orang harus berbagi ruang. Tapi ada saja pemancing yang mancing seolah-olah kolam itu milik pribadi.

#9 Pemancing yang hobi gosip bikin mancing jadi ajang julid

Kolam pemancingan sering berubah jadi ruang gosip. Ada pemancing yang hobinya ngomongin orang. Mulai dari panitia, pemilik kolam, sampai pemancing lain. Ngobrolnya pedas, nadanya tinggi, kadang sampai bikin orang tersinggung. Mancing berubah jadi ajang julid.

#10 Bawa pasukan

Tidak sedikit pemancing datang bawa rombongan ke kolam pemancingan. Anak, istri, saudara, bahkan tetangga. Bukannya salah, tapi seringnya berujung ribut.

Anak kecil lari-lari di pinggir kolam. Istri sibuk teriak minta jajan. Rombongan bikin suasana berisik. Orang lain merasa terganggu.

#11 Jagoan instan

Ada pemancing yang tidak sabaran. Begitu kail tidak disambar, langsung tuduh, “Kolamnya kosong!” Atau, “Ikannya sudah diambil orang dalam!” Padahal baru duduk lima menit. Mental jagoan instan ini bikin suasana kolam jadi penuh kecurigaan.

#12 Nyolong umpan orang

Percaya atau tidak, ada lho pemancing yang tega colong umpan orang. Diam-diam minta, lalu bawa kabur. Atau pura-pura pinjam, tapi tidak pernah balikin.

Kecil memang, tapi bikin jengkel. Umpan diracik dengan biaya dan waktu. Eh, ada saja tangan jahil.

#13 Tukang ribut

Kadang ada pemancing yang sengaja bikin keributan. Entah karena kalah lomba, entah karena senar kusut. Suara keras, nada marah, bikin kolam gaduh. Suasana mancing yang harusnya adem, langsung pecah jadi ajang debat.

#14 Pemancing tukang tipu

Ada pemancing yang sengaja menyembunyikan ikan kecil. Dikumpulin diam-diam, begitu ditimbang baru keluar sekaligus biar terlihat banyak. Ada juga yang sengaja menukar ikan dengan orang lain, seolah-olah itu hasil pancingannya. Semua demi status “jago mancing”.

#15 Tukang ngutang dan malas bayar

Dosa lain adalah pemancing yang suka ngutang di warung kolam. Pesan kopi, mie instan, rokok. Janjinya nanti bayar. Nyatanya kabur begitu lomba selesai. Pemilik warung merugi, pemancing lain jadi ikut dicurigai.

Ada juga yang sengaja telat bayar tiket atau pura-pura lupa. Kadang masuk dulu, bayar belakangan. Kalau ditagih, jawabannya muter-muter. Pemilik kolam jadi serba salah. Ujung-ujungnya, suasana jadi tidak enak.

Itulah 15 dosa para pemancing di kolam pemancingan. Kolam pemancingan bukan hanya soal kail dan ikan, ada banyak perilaku manusia yang ikut menentukan. Dosa-dosa para pemancing ini sering bikin suasana jadi rusak.

Awalnya niat hiburan, eh, malah berubah jadi ladang emosi. Pemancing yang bawa dosa, tanpa sadar bikin orang lain enggan datang lagi. Kolam pemancingan pun kehilangan fungsi aslinya, yaitu tempat menenangkan diri.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Mempertanyakan Orang-orang yang Punya Hobi Memancing

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2025 oleh

Tags: hobihobi mancingkolamkolam pemancinganpancinganpemancing
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Voice Over Challenge_ Seru-seruan yang Bisa Datangkan Cuan terminal mojok

Voice Over Challenge: Seru-seruan yang Bisa Datangkan Cuan

14 Juni 2021
Kumpulan ‘Mendadak Hobi’ di Tahun 2020 terminal mojok.co

Kumpulan ‘Mendadak Hobi’ di Tahun 2020

31 Desember 2020
Mengenal 7 Jenis Nomor Telepon Genggam yang Cantik terminal mojok

Mengenal 7 Jenis Nomor Telepon Genggam yang Cantik

27 Juli 2021
Kata Siapa Nonton Drakor Bikin Halu?

Kata Siapa Nonton Drakor Bikin Halu?

1 November 2019
Rakit gunpla

Nggak Cuma buat Pajangan, Hobi Rakit Gunpla Ada Peluang Bisnisnya!

20 September 2021
pakaian outfit seragam bapak-bapak pencinta burung berdasarkan burung kesukaannya mojok.co

Outfit Bapak-bapak Pencinta Burung Sesuai Burung Kesukaannya

29 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover

Suzuki Nex Crossover: Matic Underrated yang Seharusnya Lebih Laku Dibanding BeAT Street yang Payah Itu

9 Maret 2026
Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

8 Maret 2026
Yamaha Lexi Tercipta Untuk Orang Malang, Santai tapi Tegas (Wikimedia Commons)

Yamaha Lexi Adalah Motor yang Terlalu Santai tapi Sebenarnya Tegas, Paling Cocok Dipakai oleh Orang Kota Malang

8 Maret 2026
Lulus S2 dan Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, padahal Peluang Jadi Akademisi di Surabaya Nggak Kalah Menarik Mojok.co

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

10 Maret 2026
THR Ludes Sebelum Hari Raya Bukan Melulu Salahmu, Hidup Memang Lagi Susah Mojok.co

THR Ludes Sebelum Hari Raya Tidak Melulu Salahmu, Hidup Memang Lagi Susah

9 Maret 2026
Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

10 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.