Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Dasar Anak Zaman Now

Arief Syahnakri oleh Arief Syahnakri
1 Juli 2019
A A
anak zaman now

anak zaman now

Share on FacebookShare on Twitter

Dasar anak zaman now sering kita temui di akun-akun meme yang subur bertumbuh akun media sosial. Meskipun saya juga tahu meme anak zaman now sudah masuk dalam kategori dead meme. Tapi rasanya tidak ada salahnya membahas fenomena masyarakat internet yang satu ini.

Perkembangan internet dari tahun-tahun tak bisa kita bendung. Yang menjadi konsumen tak kenal umur. Dari balita, sosialita, sampai bapak-bapak yang merasa muda aktif menyusuri dunia digital. Facebook, Twitter, Instagram, Musically, dan Tiktok menjadi sosial media andalan. Media sosial tersebut muncul menjadi tempat para pengguna media digital mencari teman, musuh, ajang pamer, dan ada juga yang cari jodoh. Dari sekian banyak fenomena, format meme, dan drama yang berseliweran di internet, anak zaman now sepertinya menarik dibahas.

Anak-anak sejak dini sudah mahir memfungsikan gadget. Tak jarang orang tua ketinggalan jauh dengan anaknya tentang gagdetlogi. Pengguna media sosial usia anak-anak pun tak sedikit. Instagram dan Tiktok menjadi tempat berkreasi mereka. Facebook sudah mulai ditinggalkan oleh kaum generasi Z. Biarlah tempat itu menjadi media para emak-emak fashionista dan om-om gagah nan kumisan. Jangan lupa juga dengan YouTube, yang sudah mendahului ketenaran para sesepuhnya.

Tiktokers, selebgram, dan YouTuber cilik tumbuh subur. Para selebgram dengan duckface, para YouTuber dengan “Guys,” dan Tiktokers dengan keahlian memutarbalikkan gadget, gerakan gadget maju mundur, dan bibir yang lincah mengikuti lirik lagu.

Para sosialita cilik ini tak kalah tenarnya dengan para artis maupun musisi yang sudah ada. Ambil contoh Bowo, Tiktokers yang mencuri perhatian dunia digital. Dengan pengikut yang mencapai angka ribuan dan fans yang tak kalah militan dengan Kpopers.

Cita-cita mulai bergeser. Dari awalnya yang bermimpi menjadi dokter, pilot, dan PNS kini menjadi Youtuber, selebgram, dan Tiktokers. Dengan alasan ingin tenar dan menghaslkan karya seperti idolanya.

Respon masyarakat digital beragam. Kebanyakan netizen mempermasalahkan anak-anak yang memiliki gayanya sendiri dan memilki cita-cita menjadi selebrtiti internet. Tapi kalo kita renungkan bersama-sama, memang apa salahnya?

Dunia berkembang tiap zaman. Tiap zaman tersebut melahirkan para generasi yang terbentuk dari pengaruh lingkungan pada zaman tersebut. Zaman generasi milenial dan zaman generasi Z tentu sangat berbeda. Gaya dan tujuan hidup pasti juga berbeda.

Baca Juga:

Dilema Lucu Content Creator: Cari Uang dari Mengajar Orang Menghasilkan Uang

Jasa Perangkai Kata: Profesi yang Dianggap Aneh dengan Job Desc yang Lebih Aneh

Satu dekade yang lalu tak terpikirkan bagaimana upah seorang gamer jauh melebihi upah para pekerja kantor. Malahan game termasuk dalam salah saru cabang olahraga Sea Games.  Mungkin saja suatu hari nanti, profesi seleb digital sudah diakui masyarakat dan menjadi salah satu profesi yang paling digandrungi. Atau mungkin sudah terjadi.

Masalah yang lain adalah komentar negatif dari para netizen. Coba sekali-kali pantau kolom komentar salah satu video dari youtuber cilik. Tak tanggung-tanggung, seorang yotuber cilik yang sedang menyanyikan lagu dihina suaranya. Miris melihatnya, terpakasa sang youtuber menutup kolom komentar. Bayangkan jika anak itu tak tahan melihat komentar negatif dan mengalami depresi yang berat meyebabkan ia memutuskan untuk bunuh diri. Amit-amit.

Agung Hapsah merupakan youtuber dengan karya-karya yang bisa dibilang salah satu terbaik di YouTube. Ia mengaku sejak dari kecil ia hobi membuat video dangan handycam dan software edit video yang seadanya. Kualitasnya jauh berbeda dengan yang sekarang, malah jauh lebih buruk. Namun, Agung tak henti-hentinya diberikan dukungan oleh orang tuanya. Hasilnya, di usia yang muda Agung sudah berkerja sama dengan brand-brand besar untuk dipromosikan di videonya.

Bayangkan berapa banyak Agung-Agung kecil yang muncul di YouTube, tetapi karena komentar negatif yang ia terima, ia memutuskan untuk berhenti membuat video.

Sebagai generasi yang lebih tua seharusnya kita mendukung apapun yang anak ingin lakukan. Jelek maupun bagus tetap kita apresiasi, karena pada dasarnya anak-anak masih belajar dan belajar. Dukungan dan masukan dari kitalah yang merak sangat butuhkan. “Kerajaan Roma juga tidak dibangun dalam semalam kan?” kata abang Lebron James. Jikalaupun yang dilakukannya tidak benar, nasihatilah dengan baik.

Jangan juga kita menghardik apa yang apa ia kerjakan untuk hidup suatu hari nanti. Cita-cita tak melulu doker, pilot, dan PNS. Dunia mereka suatu hari nanti akan jauh berbeda dengan dunia saat ini. Biarkan ia berkembang. Karena generasi yang terbaik adalah generasi yang menghasilkan generasi yang lebih baik.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: anak zaman nowfenomena media sosialKritik Sosial
Arief Syahnakri

Arief Syahnakri

ArtikelTerkait

rasisme

Tidak Ada Tempat Bagi Rasisme di Dunia Ini, Sekalipun Dalam Sepak Bola

5 September 2019
makam BJ Habibie

Di Balik Aksi Selfie di Makam BJ Habibie

17 September 2019
receh

Pertanyaan-Pertanyaan Receh Namun Sangat Berkesan Buat Orang Lain

31 Mei 2019
gender rokok

Sejak Kapan Rokok Punya Gender?

30 September 2019
toleransi kebahagiaan

Toleransi Terhadap Perbedaan Kadar Kebahagiaan

5 Juni 2019
peternak ikan

Apa Salahnya Punya Cita-Cita Sebagai Peternak Ikan?

11 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja Aneh, Membiarkan Tukang Becak Mati dalam Kemiskinan (Unsplash)

Jogja Itu Aneh: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

21 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.