Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Dari Kasus Suap Benih Lobster, Kita Belajar bahwa Hukum Bisa Didiskon

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
24 April 2021
A A
kasus suap benih lobster korupsi hukuman ringan mojok

kasus suap benih lobster korupsi hukuman ringan mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Suharjito, terdakwa kasus suap benih lobster, mendapat hukuman penjara selama dua tahun plus denda 250 juta. Hukuman tersebut amat ringan untuk kasus yang besar, mengingat belakangan terdakwa kasus korupsi mendapat hukuman yang berat. Alasan Suharjito mendapat vonis yang ringan itu karena blio rajin bersedekah.

Saya ulangi lagi, blio mendapat hukuman yang ringan karena rajin bersedekah.

Sedekah, selain memberimu pahala dan membuatmu ingat bahwa ada kaum yang tak seberuntung dirimu, kini bisa membuatmu lolos dari hukuman berat korupsi. Saya merasakan mixed reaction dalam diri saya. Ada pergulatan batin yang tak pernah sehebat ini saya rasakan.

Maksudnya, anjir, bisa gitu sedekah dipakai buat mencurangi hukum. Gila.

Menurut Ketua Majelis Hakim Albertus Usada, Suharjito adalah tulang punggung keluarga, memberi pekerjaan kepada banyak karyawannya, serta memberangkatkan sepuluh pegawainya umrah setiap tahun. Suharjito juga kerap memberikan santunan kepada orang-orang membutuhkan, plus membangun dua masjid di daerah Jabodetabek. Hal itu dianggap cukup untuk membuat Suharjito diberi vonis yang ringan. Keren nggak tuh.

Tapi, saya merasa ada yang janggal di sini. Benarkah putusan tersebut semata karena blio sebaik itu? Kok kalau percaya, rasanya goblok juga ya.

Masalahnya begini, dengan memberikan vonis tersebut, pelaku korupsi tersebut seakan sedang ditasbihkan menjadi Robin Hood modern. Memuluskan langkah jahat untuk berbuat baik, kesannya gitu. Padahal yang dilakukan kan menyuap pejabat, bukan mencuri dari yang kaya.

Orang-orang yang baca berita tentang putusan kasus suap benih lobster tersebut kan paham dalam kasus ini, orang mencari untung dari kegiatan tersebut. Lha kalau memang sebaik itu, ya harusnya nggak perlu korupsi dong? Logikanya kan gitu.

Baca Juga:

Menyesal Kuliah Jurusan Pendidikan, Tiga Tahun Mengajar di Sekolah Nggak Kuat, Sekolah Menjadi Ladang Bisnis Berkedok Agama

Korupsi dan Krisis Integritas Adalah Luka Lama Banten yang Belum Pulih

Kalau begitu, koruptor lain tinggal berlomba-lomba bikin rumah ibadah atau bersedekah ke yatim piatu sebanyak-banyaknya. Hal itu memang bagus, tapi niatnya kan brengsek. Kurang brengsek apa coba, bangun rumah ibadah dan santuni orang kurang mampu agar bisa meringankan dosa yang dilakukan secara sadar?

Putusan kayak gini hanya akan bikin penyelesaian hukum lainnya diselesaikan dengan cara sebodoh ini. Udah cukup “nggak sengaja” saja yang jadi catatan kebodohan yang ada di negara ini, nggak perlu ditambahin lagi.

Lagipula, korupsi itu kejahatan yang amat brengsek. Kalau saya pribadi, vonis mati adalah hukuman lazim untuk para koruptor. Atau kalau nggak ya hukuman penjara selama 18,800 tahun kayak Sosuke Aizen gitu. Mamam noh membusuk di penjara.

Saya jahat? Ya bodo amat. Lagian jahat mana sama orang yang dengan tega ngemplang baksos? Jin Ifrit aja keknya minder. Masuk neraka malah jadi centengnya mah orang kek gitu.

Putusan kasus suap benih lobster tadi justru bikin pencegahan korupsi jadi makin berat. Udah berbusa-busa pejabat negara kita bilang bahwa pencegahan korupsi harus digalakkan, eh malah hukuman kasus korupsi seringan itu. Ya ngapain lah takut ketangkep korupsi kalau hukumannya ringan? Penjara dua tahun doang, itu bisa dapet remisi, keluarnya masih tetep kaya.

Dan ini tentu saja bikin orang makin nggak percaya sama hukum. Bayangkan saja, orang bisa kehilangan nyawa hanya karena ikut demonstrasi. Demonstrasi yang damai saja bisa digebuki polisi. Tapi, kejahatan kemanusiaan macam korupsi bisa dikasih hukuman ringan, lha siapa coba yang mau percaya? Hukum tajam ke bawah doang gini, tapi minta beritain penegak hukum yang baik-baik doang.

Pada akhirnya, kita tak lagi bisa berharap praktik korupsi yang menggerogoti negara dari banyak sisi ini bisa diatasi. Putusan-putusan aneh dengan alasan yang bodoh akan kita temukan nanti di masa depan. Kita hanya bisa menertawakan putusan tersebut, lagipula, kita bisa apa?

BACA JUGA Korupsi Bansos dan Dana Haji, Mana yang Lebih Bajingan? dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 April 2021 oleh

Tags: hukuman ringankasus suap benih lobsterKorupsikpk
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Mendukung Ide Hebat Rompi Penangkal Korupsi Ciptaan KPK unila

Mendukung Ide Hebat Rompi Penangkal Korupsi Ciptaan KPK

3 Juni 2022
Kemenangan Bongbong Marcos dalam Pilpres Filipina adalah Bukti Nyata Pentingnya Literasi Masyarakat

Kemenangan Bongbong Marcos dalam Pilpres Filipina adalah Bukti Nyata Pentingnya Literasi Masyarakat

23 Mei 2022
Beragam Keanehan Pertimbangan Hakim dalam Kasus Korupsi Terminal Mojok.co

Beragam Keanehan Pertimbangan Hakim dalam Kasus Korupsi

10 Maret 2022
Mars dan Himne KPK Beneran Penting Banget untuk Pemberantasan Korupsi, Percaya deh

Mars dan Himne KPK Beneran Penting Banget untuk Pemberantasan Korupsi, Percaya deh

19 Februari 2022
setya novanto bebas revisi pp 99 2012 yasonna loaly bebas umur 64 tahun penjara sukamiskin

Daftar Kegiatan Setya Novanto jika Jadi Dibebaskan Berkat Revisi PP 99/2012

7 April 2020
slank

KPK Sedang di Ujung Usia, Slank Ke Mana?

20 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang Mojok.co

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang

9 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak (Wikimedia Commons)

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.