Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Betapa Naifnya Orang yang Maksa Kuliah S-2 Cuma Buat Jadi Pelarian

Desi Murniati oleh Desi Murniati
13 April 2020
A A
Betapa Naifnya Orang yang Maksa Kuliah S-2 Cuma Buat Jadi Pelarian
Share on FacebookShare on Twitter

Saya pernah gap year setelah lulus SMA dan sebenarnya dibandingkan disebut dengan gap year apa yang saya alami lebih cocok disebut sebagai menganggur. Iya, menganggur yang sangat tidak enak dan sebagai pelarian akhirnya saya memutuskan untuk kuliah. Jadi, bisa dibilang pada saat itu alasan saya kuliah bukan karena ingin jadi sarjana atau ingin cari kerja sesuai jurusan, tapi karena pelarian.

Untuk lulusan SMA, menurut saya ini sesuatu yang wajar dipilih. Setidaknya dengan memilih kuliah, saya bisa menunda untuk terjun ke dunia kerja selama 4 tahun. Selama jadi mahasiswa, banyak hal yang bisa saya lakukan seperti memperbanyak teman dan relasi, jadi aktivis kampus, ikut lomba-lomba untuk menambah portofolio dan juga menaikan kemampuan di bidang akademik maupun non akademik. Tapi apakah hal ini juga bisa menjadi pilihan ketika bingung setelah lulus S1 lalu memilih lanjut S-2?

Pada awal-awal kuliah, saya pernah memimpikan bisa lanjut S-2 dengan beasiswa dan kalau bisa lanjut ke luar negeri. Tapi setelah mendekati semester akhir, saya bertanya kepada diri saya sendiri, “Yakin lanjut S-2 benar-benar untuk memperbaiki kualitas hidup? Bukan untuk pelarian dari tuntutan kerja lagi?” yang kemudian saya jawab sendiri, “Nggak yakin.”

Hingga pada akhirnya saya bertemu dengan seorang mahasiswa pascasarjana dan padanya saya bertanya, “Apa tujuan mbak lanjut S-2?”

Tahu jawabannya apa? Ternyata nggak jauh-jauh dari jawaban saya yang pernah memutuskan untuk kuliah S-1, yaitu yang penting kuliah, masalah kerjaan nanti.

Selain mbak-mbak mahasiswa pascasarjana, saya juga pernah menanyakan alasan kuliah S-2 kepada kakak tingkat yang kala itu sedang kuliah S-2 dan ternyata dia juga bingung dengan tujuannya lanjut S-2. Mungkin bagi ASN yang bisa naik jabatan dengan melanjutkan pendidikan magister, tentu saja S-2 itu pilihan yang tepat. Tapi bagi lulusan S-1 yang nyari kerja aja nggak dapat-dapat, kuliah S-2 itu buat apa?

Okelah, dengan S-2 peluang kerja lebih banyak. Dulu saya pernah berpikiran demikian sampai suatu hari saya membaca artikel yang membahas “Ada berapa banyak lowongan untuk S-2?” dan di sana dijelaskan ternyata lowongan S-2 itu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan lowongan untuk S1 maupuan SMA. Ya, setelah saya lulus S1 dan setiap hari mantengin akun-akun lowongan kerja, saya belum pernah nemu lowongan yang mengkhususkan untuk S-2.

Tidak hanya jumlahnya yang sedikit, perusahaan juga akan mikir 2 kali untuk merekrut karyawan dengan pendidikan S-2. Apakah perusahaan mampu membayar gaji? Apakah karyawan S-2 tersebut memiliki kualifikasi sesuai dengan ijazah? Nggak semua lulusan punya kualifikasi sesuai dengan yang tertera di ijazah.

Baca Juga:

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi

Mungkin alasan yang paling banyak lanjut S-2 adalah ingin menjadi dosen. Saya banyak menemukan alasan ini setiap menanyakan kepada teman-teman seangkatan maupun adik tingkat yang akan lanjut S-2. Tapi apakah segampang itu seorang lulusan S-2 bisa menjadi dosen? Nyatanya nggak.

Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi dosen setelah mendapatkan gelar magister. Salah satunya adalah adanya rekomendasi dosen tempat akan mengajar untuk calon dosen dan tentu saja ini nggak segampang itu didapatkan. Setidaknya kamu harus mengenal baik dosen tersebut sehingga ketika meminta rekomendasi tidak mendapatkan pertanyaan, “Kamu siapa?” Jangankan untuk menjadi dosen, untuk lanjut S-2 saja calon mahasiswa haru melampirkan surat rekomendasi dari dosen kampus asal, kan?

Melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2 bukan sesuatu yang salah apalagi tercela. Itu sah-sah saja asalkan jelas apa tujuan kamu melanjutkan S-2, apakah untuk kenaikan pangkat di tempat kerja, untuk naik jabatan atau sekadar untuk pelarian karena susahnya nyari kerja? Sebagai orang yang pernah menjadikan kuliah sebagai pelarian, saya mengakui dibandingkan kerja kuliah itu jauh lebih nikmat, apalagi jika semua dibiayai oleh orang tua. Sungguh nikmat!

Tapi, jangan sampai kenikmatan yang dirasakan sekarang akan menjadi beban di masa yang akan datang. Dengan minimnya lapangan pekerjaan untuk lulusan S-2, apakah dengan perjuangan selama kuliah S-2 mau kerja di kualifikasi S-1 dengan gaji S-1?

Setidaknya ketika memutuskan lanjut S-2 tahu apa tujuan kamu selanjutnya, jangan yang penting kuliah. Salam, dari saya yang ingin menyudahi pengangguran ini dengan lanjut kuliah.

BACA JUGA Bukti kalau Kepanjangan S.Pd. itu Bukan Sarjana Pendidikan, tapi Sarjana Penuh Derita atau tulisan Desi Murniati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 November 2021 oleh

Tags: kuliah s2Lulus KuliahMahasiswa
Desi Murniati

Desi Murniati

Content writer dan blogger yang s seringnya nulis SEO dan menulis konten opini. Sekarang sibuk belajar jadi content creator.

ArtikelTerkait

Saya Mahasiswa Ushuluddin yang Masa Depannya Dipertaruhkan oleh Mulut Tetangga terminal mojok.co

Betapa Menyebalkannya Teman yang Suka Ngomongin Tugas Kuliah

2 April 2020
Nggak Usah Heran Banyak yang Pamer PPSMB di Media Sosial, Menjadi Maba UGM Memang Membanggakan, kok

Nggak Usah Heran Banyak yang Pamer PPSMB di Media Sosial, Menjadi Maba UGM Memang Membanggakan, kok

6 Agustus 2023
Cara Chat Dosen Pembimbing supaya Cepat Lulus. Mahasiswa Akhir Wajib Baca Ini! Mojok.co

Cara Chat Dosen Pembimbing supaya Cepat Lulus. Mahasiswa Akhir Wajib Baca Ini!

5 Desember 2023
kkn di desa

Program Kerja Mahasiswa KKN yang Itu-Itu Saja

12 Mei 2019
Keunggulan UIN Dibandingkan Perguruan Tinggi Negeri Lain, Biaya Kuliah Lebih Terjangkau Salah Satunya Mojok.co

Keunggulan UIN Dibanding Perguruan Tinggi Negeri Lain, Biaya Kuliah Lebih Terjangkau Salah Satunya

1 Februari 2024
Tidak Ada yang Namanya Liburan untuk Anak Persma

Tidak Ada yang Namanya Liburan untuk Anak Persma

7 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
Pengalaman Orang Semarang Kaget Menemukan Sisi Lain Solo (Unsplash)

Pengalaman Orang Semarang yang Kaget Menemukan Sisi Lain Kota Solo

6 Juni 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total Mojok.co

5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total

3 Juni 2026
Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.