Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Betapa Menjengkelkannya Orang yang Merasa Paling Oke

Erwin Setia oleh Erwin Setia
17 Juni 2019
A A
Paling Oke

Paling Oke

Share on FacebookShare on Twitter

Suatu ketika Anto—sebut saja begitu—baru selesai membaca sebuah buku. Buku tebal yang kelihatannya sakral sekali. Tertulis di sampul buku nama sang penulis: Pramoedya Ananta Toer. Lantas, dengan kehebohan seorang anak-anak yang menemukan mainan baru, Anto berkoar, “Ini buku bagus banget. Buku paling baik yang pernah saya baca. Kamu sudah membacanya, belum? Ngaku pembaca buku tapi belum baca buku ini? Wah, rugi dan sia-sia sekali hidupmu kalau begitu.”

Mendapati sikap Anto yang terkesan meremehkan dan sangat jumawa, Rudi pun merasa jengkel. Ia pernah dengar beberapa kali nama Pram dan pernah membaca bukunya walau tak sampai tamat. Tapi, kata-kata terakhir Anto, bahwa hidupnya merugi dan sia-sia hanya karena belum pernah baca buku yang telah dibaca Anto, tak ayal membuat pikiran Rudi mengembang seperti parasut.

“Lucu banget kalau untung-rugi hidup seseorang diukur dari ia sudah membaca buku tertentu atau belum. Bagaimana kalau buku itu memang bukan seleranya? Bagaimana kalau ia tak membaca buku itu karena ia sibuk membaca buku-buku lain yang boleh jadi lebih baik?” batin Rudi.

Belum sempat Rudi menanggapi, Anto ngeloyor duluan dan mengungkapkan kata-katanya barusan kepada teman-teman lainnya. Rudi pun hanya bisa memendam kedongkolannya sambil meneruskan tumpukan bacaan yang mesti ia tamati.

Kali lain, Edo—seorang pemuda milenial yang aktif bermediasosial—menulis status sepulang dari bioskop. “Gue abis nonton Avengers: Endgame nih. Seru banget gila. Ayo kalian yang belum nonton, nontonlah. Atau kalian ternyata sama sekali nggak pernah nonton serial Avengers? Waduh, unfaedah banget kalo begitu hidup kalian. Apalagi kalo ngakunya pencinta film. Hahaha.”

Regi, seorang teman Edo di media sosial yang juga rajin menonton film, tak sengaja membaca status Edo tersebut. Untuk beberapa saat, ia mengernyitkan dahi dan menekan tanggapan beremotikon marah pada postingan tersebut.

“Apa-apaan. Hidup gue dibilang unfaedah cuma gara-gara nggak nonton film yang gue yakin sebagian besar penduduk bumi pun nggak menontonnya. Emak sama Bapak gue nggak pernah nonton film itu, tapi hidup mereka berfaedah banget, tuh. Buktinya bisa ngasih makan dan menyekolahkan gue sampe sekarang.”

Mulanya Regi ingin sekali menulis tanggapan tersebut dalam kolom komentar. Namun, ia memilih untuk menahannya. Sebab, berkaca dari pengalaman sebelumnya, ia kenal Edo, selain sebagai orang yang suka merasa paling baik, juga kerap menolak semua pendapat yang tak sejalan dengannya walaupun beragam argumentasi sudah diberikan.

Baca Juga:

Iklan Indomilk Gemas 2022: Iklan Cerdas yang Tampar Masyarakat Indonesia

Iklan Kritik Sosial Terbaik Jatuh kepada Sampoerna A Mild

Sementara, di bagian semesta yang lebih sejuk, tersebutlah Hamid dan Rahman. Mereka sedang berdiskusi tentang suatu permasalahan agama di satu grup WhatsApp. Awalnya obrolan berlangsung adem-adem saja, sampai kemudian Hamid mengomentari ustadz yang pengajiannya sering didengar Rahman.

“Astaghfirullah, Man. Antum sih belajar agama ke orang itu. Dia mah udah terkenal dari dulu sering mengeluarkan pendapat yang sesat dan nyeleneh. Walaupun dia terkenal dan bergelar, sebaiknya antum nggak usah belajar lagi dari dia. Belajar tuh ke ustadz A. Videonya juga udah banyak di YouTube dan Instagram. Bukan ke ustadz itu. Pantesan aja pendapatmu ngaco dan sesat begini. Belajar ke ustadz sesat, sih!”

Mendengar ustadz yang menjadi panutan banyak orang (termasuk dirinya) dibilang sedemikian itu oleh Hamid—seorang pemuda yang lebih banyak mendengarkan ceramah melalui potongan video YouTube—Rahman pun terkaget-kaget. Ia geram dan merasa apa yang dikatakan Hamid itu lancang sekali.

Setelah menyampaikan satu-dua patah nasihat, yang tetap ditanggapi Hamid dengan, “Emang betul ajaran-ajaran dia banyak yang sesat, kok.” Rahman pun mengetik satu pesan terakhir di grup dengan huruf besar-besar: ENTE KALI TUH YANG SESAT. Lalu, tanpa pamit, ia keluar grup dan minum air putih sambil mengucap istighfar dalam-dalam.

***

Sehabis membaca hikayat-hikayat singkat di atas, Cak Hakim, seorang tetua yang terkenal bijak dalam menanggapi berbagai macam persoalan menggeleng-gelengkan kepala. Ia merasa heran, bagaimana mungkin dari jutaan buku yang pernah terbit, ribuan film yang pernah tayang, dan ratusan ustadz yang ada di muka bumi; hidup seseorang menjadi mendadak sia-sia dan sesat hanya karena tidak membaca satu judul buku tertentu, tidak menonton satu film tertentu, dan tidak mendengarkan ceramah satu ustadz tertentu.

Sesudah geleng-geleng panjang, Cak Hakim pun mengujarkan satu perkataan menohok: “Ternyata, selain orang yang gila kekuasaan, orang yang merasa apa yang pernah dilakukannya paling baik dan paling benar dan paling oke —lain tidak—itu menjengkelkan banget, ya!”

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2022 oleh

Tags: Kritik SosialMenjengkelkanPaling Oke
Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

ArtikelTerkait

enggan miskin

Miskin Enggan, Kaya Tak Mampu

22 Mei 2019
knalpot brong

Bertaubatlah Kalian yang Pakai Knalpot Brong

15 Agustus 2019
entah apa

Lagu Entah Apa yang Merasuki “Demokrasi” Kita dan Efek Suara Gagak

24 September 2019
receh

Pertanyaan-Pertanyaan Receh Namun Sangat Berkesan Buat Orang Lain

31 Mei 2019
emansipasi

Berbicara Soal Emansipasi Tapi Masih Tanya Alasan Cewek Sekolah Tinggi: Ngana Sehat?

13 Agustus 2019
rasisme

Tidak Ada Tempat Bagi Rasisme di Dunia Ini, Sekalipun Dalam Sepak Bola

5 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.