Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Angkot, Sahabat Sejati Mahasiswa yang Ingin Hidup Minimalis

Muhammad Ikhdat Sakti Arief oleh Muhammad Ikhdat Sakti Arief
28 Mei 2019
A A
Posisi Duduk di Angkot yang Paling Keren di Tingkat Kecamatan terminal mojok.co

Posisi Duduk di Angkot yang Paling Keren di Tingkat Kecamatan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pagi sekali, sekitar jam 7 saya sudah berdiri di pinggir jalan raya. Sambil memperhatikan kendaraan-kendaraan yang lalu lalang, saya sedang menunggu mobil angkot untuk saya tumpangi ke kampus. Sebagai seorang mahasiswa milenial yang miskin pengen hemat, inilah pilihan terbaik yang saya punya.

Saya memilih moda transportasi ini sebagai kendaraan mau ke kampus karena tentu saja tarifnya yang murah. Jauh dekat hanya tiga ribu. Dan juga karena saya tidak mampu membeli motor Kawasaki Ninja 250R yang suara mesinnya saja terkadang bisa bikin hati cewek-cewek berdesir. Jangankan mau beli motor, diktat dari dosen saja kadang ngutang—miskin memang.

Suara mesin angkot itu tidak ada bagus-bagusnya. Tapi setidaknya suara mesinnya itu lebih bagus dari suara yang katanya wakil rakyat di Senayan sana yang janji menyampaikan aspirasi masyarakat, tapi pas rapat malah molor.

Cara memberhentikan angkot itu gampang saja—nggak perlu banyak gerak. Cukup berdiri di pinggir jalan sambil menikmati es kelapa muda, niscaya ia akan berhenti dengan sendirinya.

Setelah sekitar lima menit menunggu, akhirnya yang ditunggu datang juga.

Angkot yang saya tumpangi itu biasanya macam-macam—ada yang body mobilnya biru polos saja, kadang ada juga yang ditempel sama stiker Capres atau Caleg. Biasanya juga ada tulisan-tulisan yang cukup menarik untuk dibaca—misalnya dari yang paling klasik, “kutunggu jandamu”, “tidak naik angkot tidak ganteng” dan tulisan lucu seperti “pilihlah pasangan nomor 10, saya jadi pemimpin, kalian sengsara sejahtera”.

Pas masuk ke dalamnya, bagian interiornya tak kalah menarik dan juga macam-macam. Ada yang dibiarin kayak gitu aja—polos. Cuma ada kursi yang berhadapan kayak bangku biasa, jadi penumpang duduknya berhadap-hadapan. Ada juga yang dimodif—misalnya dimotif jadi warna pink Hello Kitty, warna biru Doraemon. Biar kelihatan lebih menarik, ada yang masang layar monitor biar penumpang bisa nonton. Dan hanya di dalam kendaraan ini kalian bisa melihat personil Blackpink joget diiringi musik koplo.

Ada beberapa pengalaman saya saat naik moda transportasi favorit masyarakat ini—semoga saja menarik dan membuat tulisan ini layak untuk dimuat di Terminal Mojok.

Baca Juga:

Ternyata Bus Trans Jatim Nggak Ada Bedanya dengan Angkot, Ngebut dan Ugal-ugalan!

4 Hal Menyebalkan dari Oknum Sopir Angkot yang Bakal Kamu Temui saat Berada di Jakarta

Yang pertama adalah tentang sopir angkot ini biasanya sangat suka ngebut yang kadang membuat penumpang itu jengkel dan tidak nyaman. Tentu saja tidak bagi kami, mahasiswa yang sebentar lagi bakal telat dan tidak akan diizinkan buat masuk oleh dosen. Kalau dari pengalaman saya, saya curiga para sopir ini sebenarnya bercita-cita mejadi pembalap. Saya yakin kalau mereka ini jadi pembalap di Formula 1, Fernando Alonso pun bakal keteteran buat bersaing.

Sebagai mahasiswa yang sebentar lagi akan telat, kami bahkan tidak menyukai sopir yang jalannya lambat. Apalagi sopir yang dikit-dikit berhenti—tentu saja buat naikin penumpang. Tapi apesnya pas angkot berhenti, ada orang yang ditanya sama sopirnya mau naik atau tidak, malah nggak jawab. Sopirnya nggak mau rugi, jadinya nungguin nih orang sampai ke angkot. Pas sudah nyampe di angkot, eh ternyata nggak mau naik—tinggal lewat doang. Pengen rasanya turun dari angkot dan ngasih tendangan terbang uang sama orang kayak gitu. Tolonglah, apasih susahnya tinggal bilang atau ngasih kode kalau nggak mau naik angkot biar nggak ditungguin.

Sesuai pengalaman saya, ada lagi satu kelebihan yang dimiliki oleh para supir angkot—mereka punya penglihatan yang sangat tajam. Saya curiga kalau sebenarnya mereka ini keturunan dari Klan Hyuga. Pernah waktu saya naik angkot tiba-tiba angkotnya berhenti. Saya nengok kiri kanan muka belakang, nggak ada orang. “Kenapa nih angkot berhenti”, pikir saya. Tapi tiba-tiba saja ada orang yang naik angkot. Hastagah, ini orang lewat mana yak~

Yang paling ngeselin lagi dari para supir angkot ini yaitu ketika tiba-tiba merubah arah. Misalnya tujuan kita belok kiri, tiba-tiba angkotnya belok kanan. Yang seharusnya lurus, tiba-tiba putar balik. Bilangnya sayang, padahal nggak. Kalau sudah gitu, pengen rasanya ngeluarin kata-kata mutiara. Tapi tentu saja saya tahu kalau mereka ini lagi nyari uang, jadi wajar saja. Memang sayanya saja yang sedang buru-buru saat itu. Kalau lagi nggak buru-buru, kita mah enjoy aja—mau keliling kota juga kita ngikut.

Kalau naik angkot di real life itu jangan pernah ngebayangin adegan romantis kayak Dilan sama Milea. Nggak akan pernah bisa. Angkot sungguhan tidak sesepi itu dan tidak jalan selambat itu. Dalam angkot itu bisa muat penumpang sampai sebelas orang—itupun sudah overload. Jadinya orang pada dempet-dempetan.

Misalnya Dilan mau gombal, “Milea, kamu can…”. “woi, minggir-minggir napa, sempit ini”.

Misalnya lagi, “Milea, aku belum mencin…., astghfirullah. Pak, pelan-pelan dong, lagi ngegombal ini”.

Dijamin nggak bakal ada romantis-romantisnya.

Belum lagi kalau angkot itu lewat di jalan yang kurang bagus. Jalan yang penuh lubang. Asli, berasa kayak naik kuda. Walaupun saya belum pernah naik kuda. Angkotnya kayak getar gitu.

Kalau sudah sampai tempat tujuan, usahakan untuk kasih tahu sopir untuk memberhentikan angkot 5 sampai 10 meter dari titik turun. Sesuai pengalaman, angkot itu kadang berhenti lebih jauh dari saat kita suruh untuk berhenti—entah kenapa. Bisa jadi karena terlalu ngebut atau remnya yang kurang bekerja.

Cara nyuruh angkot untuk berhenti itu gampang. Ingat jangan nepuk pundak si sopir—ini bukan ojek. Kalau mau berhenti itu usahakan bilang—ngomong. Kasih tau. Jangan main pergi aja tanpa ngasih alasan yang jelas. Kalau mau berhenti, ada 2 kata yang sering digunakan. “Minggir” atau “Kiri” dan “maaf, kamu terlalu baik buat aku”.

Terlepas dari semua kenyelenehan atau kekurangan saat kita naik angkot, sepertinya kita harus berterima kasih kepada mereka-mereka yang jadi sopir angkot. Mereka rela narik dari pagi buat nawarin jasanya. Jangan merendahkan mereka karena sopir angkot itu pekerjaan yang baik. Bayangin aja kalau nggak ada angkot—aktivitas pasti bakal terhambat dan perekonomian juga bisa jadi melemah.

Saya sudah sampe nih. Sudah dulu yak.

“Minggir mas~”

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: AngkotKritik SosialTransportasi
Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Nama saya Ikhdat, seorang pengangguran (semoga cepat dapat kerja) pecinta senja, penikmat kopi (biar dibilang anak indie) yang suka nulis.

ArtikelTerkait

membalas pesan

Malasnya Berurusan Dengan Orang yang Online Tapi Enggan Membalas Pesan

2 Agustus 2019
toleransi kebahagiaan

Toleransi Terhadap Perbedaan Kadar Kebahagiaan

5 Juni 2019
pelakor

Sudah Saatnya Berhenti Menggunakan Istilah Pelakor dan Pebinor

20 Juli 2019
Senjakala Layanan Kereta Api Kelas Bisnis di Indonesia Semakin Terlihat Jelas, Tinggal Menunggu Musnah

Senjakala Layanan Kereta Api Kelas Bisnis di Indonesia Semakin Terlihat Jelas, Tinggal Menunggu Musnah

3 Desember 2024
google

Google yang Serba Tahu dan Kemalasan Manusia Untuk Berpikir

10 Agustus 2019
4 Tipe Pembeli di Warung Sembako yang Nano-nano terminal mojok.co

Indomaret dan Alfamart Sama Saja: Apalagi Dalam “Melibas” Warung di Sekitarnya

6 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.