Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Setelah Luncurkan Buku Puisi, Fadli Zon Tancap Gas Luncurkan Buku Catatan Kritis

Redaksi oleh Redaksi
16 April 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah seminggu yang lalu meluncurkan buku antologi puisi, Fadli kembali luncurkan buku baru, kali ini tentang catatan-catatan kritisnya selama menjabat sebagai anggota DPR.


DPR RI boleh dibilang gagal sebagai sebuah institusi. Dari target 50 UU yang harus mereka selesaikan, hanya 5 yang berhasil mereka kerjakan.

Iklan

Kendati demikian, mereka masih cukup beruntung, sebab kegagalan mereka sedikit terobati oleh kiprah salah satu anggota mereka, Fadli Zon. Wakil Ketua DPR yang satu ini baru saja meluncurkan buku terbarunya yang berjudul “Kata Fadli”. Yah, lumayan, lah. Nggak bisa menerbitkan UU, tapi setidaknya bisa menerbitkan buku.

Peluncuran buku “Kata Fadli” ini digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Senin, 15 April 2019. Acara peluncurannya dihadiri oleh beberapa tokoh termasuk bromance Fadli sesama wakil ketua DPR, Fahri Hamzah.

Menurut Fadli, buku “Kata Fadli” berisi catatan-catatan kritis dia terhadap isu-isu politik dan ekonomi selama menjabat sebagai pimpinan DPR periode 2014-2019.

“Buku ini sebenarnya adalah kumpulan ucapan-ucapan, kemudian rilis-rilis pendek, komentar-komentar terhadap berbagai macam peristiwa dari hari ke hari selama 4,5 tahun,” terang Fadli dalam acara peluncuran bukunya itu. “Sebuah kompilasi dari berbagai macam isu, dan isu-isu itu saya tanggapi secara spontan. Dan Tentu berdasarkan juga data. Data-data ini adalah data-data yang ketika itu saya komentari.”

Buku “Kata Fadli” menjadi buku yang kedua bagi Fadli Zon yang terbit tahun ini.

Sebelumnya, seminggu yang lalu, Fadli Zon meluncurkan buku antologi puisinya yang berjudul “Ada Genderuwo di Istana”.

Seperti diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini memang sejak lama rajin membikin puisi. Ia banyak membikin puisi dengan untuk merespons pernyataan-pernyataan heboh presiden Jokowi atau kejadian-kejadian yang berhubungan dengan kubu 01. Nah, puisi-puisinya itulah yang kemudian dikumpulkan dan dibukukan.

Terbitnya buku Fadli Zon ini membuktikan bahwa ia bukan anggota DPR sembarangan. Ia adalah sosok yang hebat dan linuwih. Meluncurkan dua buku dalam jeda waktu yang hanya seminggu tentu saja bukan hal yang mudah. Hanya orang-orang yang punya kepedulian literasi yang tinggi yang bisa melakukannya. Dan Fadli Zon terbukti mampu menjadi salah satunya.

Perkara nggak sanggup menyelesaikan UU, itu soal lain. Yang penting kan bisa menyelesaikan buku.

Pokoknya yang penting literasi saja dulu. Ya tho?

Selamat ya Om Fadli. Jangan lupa kirim-kirim bukunya ke sini. Biar nanti bisa kita endorse.

Terakhir diperbarui pada 16 April 2019 oleh

Tags: BukuFadli Zon
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO
Kilas

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO
Urban

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO
Seni

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wali Kota Agustina Wilujeng ajak anak muda mengenal sejarah Kota Semarang lewat kartu pos MOJOK.CO
Kilas

Kartu Pos Sejak 1890-an Jadi Saksi Sejarah Perjalanan Kota Semarang

20 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.