Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Berterima Kasih pada Mantannya Pacar, Bukan Mencemburuinya

Maria Kristi oleh Maria Kristi
16 Maret 2020
A A
mantannya pacar

Berterima Kasih pada Mantannya Pacar, Bukan Mencemburuinya

Share on FacebookShare on Twitter

Konon pacaran dan mantan itu seperti roda yang berputar. Dulu kita punya pacar, lalu putus, jadi mantan. Mantan kita punya pacar baru dan kita pun punya pacar baru. Pacar baru kita mungkin saja merupakan mantan orang lain. Gitu terus, muter kaya roda. Kecuali kalau pacaran pertama terus langsung nikah ya, kaya teman SMP saya dulu.

Nah, berhubung saya tidak seberuntung teman SMP yang sekali pacaran langgeng sampai sembilan tahun terus berakhir di pelaminan (iya bener, mereka pacaran sembilan tahun dari kelas 2 SMP sampai selesai kuliah S1), maka mau tidak mau saya punya mantan pacar. Suami saya pun punya mantan pacar. Impas.

ADVERTISEMENT

Nah, masalah hubungan dengan mantan ini kadang bisa menjadi dilema tersendiri. Kalau sekarang pas sudah nikah sih relatif anteng ya. Toh sudah lewat, sudah mantan. Tapi waktu masih belum nikah lain lagi ceritanya. Kali ini saya mau cerita dilema dari sisi saya ya. Nggak tahu kalau pak suami.

Kalau Mbak Utamy Ningsih di-stalking pacar baru mantan pacarnya, maka saya dicemburui pacar baru mantan saya. Nggak tahu sih, saya di-stalking juga atau tidak (tapi sepertinya di-stalking), yang jelas tiba-tiba saya di-unfriend mantan saya di media sosial.

Iya, saya memang nggak me-remove mantan saya dari list teman. Soalnya yang mutusin saya, jadi dia nggak punya salah yang cukup kuat untuk alasan me-remove dari friendlist saya. Lagipula, semenjak putus, saya jarang membuka akun mantan saya itu. Toh nggak ada lagi yang perlu diperbincangkan. Kami beda jurusan dan beda kampus pula.

“Lho? Kalau nggak pernah buka akun mantan, kok tahu kalau di-remove?”

Tahu dong. Sebetulnya ceritanya agak sedih sih. Karena saya dan mantan masih satu alumni, kami masih satu grup alumni. Nah, dari situ ada berita kalau mamanya mantan meninggal dunia. Sebagai mantan yang baik, saya mau ngucapin bela sungkawa dong. Berhubung saya ada di luar kota, saya ngucapinnya lewat media sosial.

Nah, ketika mau mengucapkan belasungkawa ini saya kaget. Sebab dia sudah tidak tercantum lagi sebagai teman saya. Ebuset, saya di-remove dong.

Baca Juga:

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 Ide Pacaran Unik yang Hanya Ada di Bantul, Dijamin Nggak akan Terlupa

Ya sudah, akhirnya saya mengucapkan belasungkawa di grup besar alumni. Sekalian “protes halus” karena sudah di-remove sebagai teman. Tentu dengan bahasa yang baik ya, kan dianya sedang berkabung.

Tidak dinyana ternyata dia membalas lewat pesan pribadi. Japri gitu. Dia berterimakasih atas ucapan belasungkawa saya sekaligus mengatakan bahwa dia tidak tahu sama sekali kalau saya sudah tidak ada dalam daftar temannya.

“Mungkin mantan gue sebelum ini yang nge-remove elo,” begitu katanya.

Saya nggak komentar soalnya saya tahu setelah dia putus sama saya, belum sempat punya pacar lagi sebelum pacarnya yang sekarang. Jadi nggak mungkin kalau pelakunya mantan pacarnya. Kalau bukan dia sendiri ya pacar barunya.

“Kalau mantan cowok elo tiba-tiba nge-remove atau ngeblok elo, maka pelakunya pasti pacarnya yang sekarang.” Entah mengapa tiba-tiba kata-kata salah satu teman saya terngiang-ngiang di telinga.

“Maaf banget ya,” kata sang mantan sambil mengirimkan permintaan pertemanan ulang. Saya accept biar pacar barunya sebel, hehe …

Yang saya nggak habis pikir, buat apa coba pacar barunya mantan saya itu nge-remove saya dari daftar teman pacarnya. Lha wong kami ini ngobrol saja tidak. Apa takut CLBK? Cinta lama belum kelar.

Seharusnya dia nggak khawatir akan kemungkinan saya CLBK sama mantan. Lha wong cantikan dia ke mana-mana. Selain cantik, tingginya juga 20 cm lebih tinggi dari saya yang cuma semeter setengah ini. Dari segi umur, dia sembilan tahun lebih muda. Dari segi restu orangtua, ortunya merestui ortu saya enggak (eh).

Kalau mau dipaksa cari kekurangannya paling cuma satu: waktu itu saya sudah dokter dan dia masih kuliah semester satu. Ini pun sifatnya masih relatif, tergantung persepsi masing-masing.

Kalau menurut saya, sebaiknya kita berterimakasih pada mantannya pacar, bukan cemburu. Kenapa? Karena kalau dulu mereka nggak putus, maka sampai saat ini mereka masih pacaran (dan kita yang jomblo).

Seperti saya ini lho, saat ini saya berterimakasih dari lubuk hati yang paling dalam pada mantannya pak suami. Kalau dulu mereka nggak putus, maka saat ini mungkin saya belum punya suami. Ya tho?

Nb. Padahal sekalinya ketemu mantannya pak suami (dulu masih pacar, belum suami) yang ternyata kakak kelas saya yang baik banget sama saya, muka saya pucat pasi. Sampai-sampai teman saya nanya “kenapa Kris, kok kamu kaya habis lihat hantu?”

BACA JUGA Hush, Jangan Suudzon Merasa Tidak Dicintai Pasangan, Bahasa Cinta Kalian Mungkin Berbeda atau tulisan Maria Kristi Widhi Handayani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2025 oleh

Tags: Mantan PacarPacaranputus cinta
Maria Kristi

Maria Kristi

Seorang Dokter Spesialis Anak yang menemukan ruang praktiknya tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di rumah bersama lima buah hatinya. Ia Memadukan ilmu medis dengan insting seorang ibu

ArtikelTerkait

Jasa Merangkai Kata yang Laris Manis: Kok Bisa?

Jasa Merangkai Kata yang Laris Manis: Kok Bisa?

7 Agustus 2019
ambyar

Ambyar: Mengubah Ingatan Lama Menjadi Deraian Air Mata

30 Juli 2019
4 Tempat Pacaran di Jogja yang Seharusnya Dihindari

4 Tempat Pacaran di Jogja yang Harus Dihindari

5 November 2020
Kumpulan Alasan Cowok Cuma Jemput Cewek di Depan Gang Terminal Mojok

Kumpulan Alasan Cowok Cuma Jemput Cewek di Depan Gang

22 Desember 2020
jatuh cinta

Jatuh Cinta dan Patah Hatilah dengan Bahagia!

22 Agustus 2019
fiersa besari

Hewan-hewan Ini Lebih Bucin dari Fiersa Besari

3 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi jasanya menandai hari jadi Klaten pada 28 Juli akan selalu diingat Mojok.co

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

28 Juli 2026
Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park memang bukan tempat wisata termurah, tapi Jatim Park jelas adalah tempat wisata terbaik, paling worth it, dan masih affordable, kok

30 Juli 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

31 Juli 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.