Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Bersikap Adil pada Pak Ribut, Isu LGBTQ, dan Segala Keributannya

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
28 Maret 2022
A A
Bersikap Adil pada Pak Ribut, Isu LGBTQ, dan Segala Keributannya Terminal Mojok.co

Bersikap Adil pada Pak Ribut, Isu LGBTQ, dan Segala Keributannya (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Diakui atau tidak, isu LGBTQ tidak akan pernah selesai tanpa ribut-ribut. Tentu karena ini bergesekan dengan moral masyarakat dan agama. Dan keributan kali ini muncul di suatu sekolah yang baru saja bisa merasakan tatap muka. Keributan yang berasal dari unggahan TikTok seorang guru bernama Pak Ribut.

Seperti mengamini pepatah “nama adalah doa”, video Pak Ribut bersama anak didiknya memancing keributan yang sebenarnya ra mashok. Video yang sebenarnya menghibur serta edukatif ini menjadi pergunjingan hingga sampai ke ranah Dinas Pendidikan.

ADVERTISEMENT
Siswa belajar di ruangan (Shutterstock.com)

Tanpa bermaksud menghakimi nama Pak Ribut, mari memahami sumber keributan ini adalah ketika para murid yang digawangi Dek April bertanya ngalor-ngidul. Pertanyaan ini berujung pada pertanyaan tentang kaum sodom. Kaum yang menurut teologi Abrahamis adalah homoseksual ini dijelaskan dengan bahasa yang semudah mungkin diterima.

Sebenarnya Pak Ribut sudah sering mengunggah video saat berdiskusi dengan siswa-siswi, terutama Dek April. Dari hak kursi sampai menggunjingkan tetangga dibahas dengan ringan oleh Pak Ribut. Selain mengisi waktu luang, pria yang juga menjadi instruktur tari ini juga mendapatkan penghasilan tambahan dari kanal TikTok dan YouTube miliknya.

Nah video tentang sodom ini viral, namun dalam arti negatif. Sebagian orang memandang beliau membahas urusan seksual yang tabu. Sebagian lagi menyayangkan Pak Ribut yang dianggap menyebarkan kebencian pada kaum LGBTQ. Sisanya memandang rezim ini bobrok. Mari berfokus pada dua kelompok masyarakat dan, seperti biasa, memandang kelompok terakhir sebagai buzzer.

Bendera LGBTQ (Shutterstock.com)

Pertama, tentang kelompok yang memandang Pak Ribut tidak senonoh. Saya pribadi merasa apa yang disampaikan Pak Ribut sangat child friendly. Tidak ada tendensi untuk memperkenalkan kecenderungan seks tertentu, maupun seks secara serampangan. Lagipula, pertanyaan tentang kaum sodom ini relevan dengan materi anak SD tentang kisah 25 Nabi dalam agama Islam.

Jika ini dipandang sebagai pendidikan seks, bukankah memang itu peran sekolah? Dengan sistem pendidikan yang diatur oleh kurikulum, pendidikan seks ikut menjadi tanggung jawab pengajar. Pak Ribut sendiri tidak membahas tema sodom di luar kewajaran, kok.

Jika yang dipermasalahkan adalah para siswa-siswi yang sudah mengenal homoseksual, ya bukan salah bapak ini juga. Setidaknya beliau berhasil menjawab rasa penasaran siswa-siswi sesuai koridor pengajar. Saya juga tidak memandang perkara pendidikan seks bagi anak SD terlalu cepat. Ingat, banyak anak SD yang menjadi korban pelecehan seksual. Mereka butuh bekal tentang hak atas tubuh terutama yang menyangkut seksual.

Baca Juga:

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

Kedua, kelompok yang menganggap Pak Ribut menyebarkan kebencian pada kaum LGBTQ. Mari kita pandang beliau sebagai tenaga pengajar dan bukan personal. Apa yang dipandang sebagai hujatan terhadap kaum LGBTQ ini ada dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

Maka kurang tepat jika memandang Pak Ribut menyebarkan kebencian. Silakan putar berulang-ulang video yang bikin ribut ini, dan cari di mana tendensi merendahkan LGBTQ secara personal ini. Apabila Anda memandang ujaran “Pak Ribut normal” sebagai ujaran kebencian, ingat satu hal: Pak Ribut adalah bagian dari sistem pendidikan Indonesia. Sudut pandang negara terhadap LGBTQ masih mengikuti arus utama moralitas masyarakat.

Maka penting bagi kita untuk memahami situasi beliau, serta berlaku adil pada keributan ini. Pak Ribut dalam video tersebut adalah Pak Ribut sebagai bagian dari sistem pendidikan. Anak-anak berusia dini mengenal isu ini sebagai bagian dari pelajaran yang mereka terima. Video tersebut adalah cerminan pendidikan Indonesia.

Siswa sedang hormat (Shutterstock.com)

Meskipun berlebihan, saya memandang model diskusi beliau seperti yang selama ini diunggah adalah model paling mudah dari pendidikan alternatif. Pendidikan ala Pak Ribut ini membuat saya teringat akademi Plato. Di mana setiap siswa bisa berdiskusi dan berargumen tanpa hierarki sosial selain pengetahuan yang dimiliki.

Pak Ribut, jangan berhenti membuat konten. Dek April, teruslah penasaran dan berani berargumen. Kemendikbud, coba lihat polemik ini sebagai landasan kurikulum mendatang. Dan netizen, jangan lupa cuci muka sebelum berdebat di media sosial!

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Maret 2022 oleh

Tags: gurulgbtqPak Ribut
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

guru slb pendidikan khusus pendidikan luar biasa sarjana spesialisasi pengalaman disabilitas mojok.co

Alasan Kuliah di Jurusan Pendidikan Khusus dan Bagaimana Rasanya Dilatih Jadi Guru SLB

22 Mei 2020
Sisi Gelap Jadi Guru Swasta yang Gajinya Tidak Seberapa Mojok.co

Sisi Gelap Jadi Guru Swasta yang Gajinya Tidak Seberapa

11 Oktober 2024
Menyalahkan Orang Tua dan Guru Memang Gampang, tapi Mari Telisik Dulu Mengapa Ada Siswa SMP Tidak Bisa Membaca

Menyalahkan Orang Tua dan Guru Memang Gampang, tapi Mari Telisik Dulu Mengapa Ada Siswa SMP Tidak Bisa Membaca

6 Agustus 2024
Konten Kreator Pendidikan Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer. Sebuah Peringatan Sebelum Terjebak Terlalu Dalam Mojok.co

Konten Kreator Pendidikan Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer. Sebuah Peringatan Sebelum Terjebak Terlalu Dalam

7 April 2024
Derita Jadi Lulusan PPG: Statusnya Saja Guru Profesional, tapi Cari Kerja Tetap Susah Mojok.co

Derita Jadi Lulusan PPG: Statusnya Saja Guru Profesional, tapi Cari Kerja Tetap Susah

24 September 2025
Mengenal Cikgu Tiger dalam Serial Upin Ipin, Sosok Guru yang Menyimpang dari Makna Digugu dan Ditiru

Cikgu Tiger dalam Serial Upin Ipin, Sosok Guru yang Menyimpang dari Makna Digugu dan Ditiru

4 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

28 Juli 2026
7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya Mojok.co

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

30 Juli 2026
Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

27 Juli 2026
Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

Perempatan Jetis Jogja adalah anomali, perempatan paling berpendidikan sekaligus meresahkan di Jogja

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.