Balasan Fans Manchester United untuk Fans Real Madrid yang Pansos dan Nampaknya Buta Aksara Itu

Artikel

Beberapa hari belakangan sejak tulisan saya yang berjudul “5 Alasan Mengapa Manchester United Pantas Dibenci Banyak Suporter Bola” cukup menghebohkan khazanah sepak bola duniawi. Setelah rilis, tulisan ini turut mengundang hujatan dari beberapa penulis di Terminal Mojok. Total ada sekitar 4 tulisan, saya dikeroyok.

Terima kasih, saya, sebagai fans Manchester United, mau ucapin itu dulu. Karena jelas ketidaksetujuan dan keroyokan yang begitu banyaknya, menunjukkan bahwa Manchester United sebagai klub sepak bola memiliki taji yang mengerikan di mata suporter lain.

Kalau cuman klub macam Aston Villa, Sheffield United atau klub yang cuman bertahan dari degradasi mana mungkin dibenci? Wqwqwq, kepancing semua karena saya bahas fakta.

Okelah, tulisan dari Mas Gusti yang berjudul “Manchester United Layak Dibenci Karena Fans Mereka Seperti Anak Kecil” adalah balasan dari fans Liverpool. Sebab, ya, saya meledek fans Liverpool saban hari di tulisan pertama “Liverpool yang Juara, Kenapa MU yang Dihina? Norak!” walaupun sudah dibalas dengan baik oleh Mas Seto Wicaksono. Hitung-hitung meramaikan suasana, mungkin.

Lha, tapi masalahnya tiba-tiba ada fans klub bola lain yang pansos soal perkara ledek-meledek ini. Nggak ada angin, nggak geledek, nggak disebut tapi pengin ikutan. Siapa lagi kalau bukan fans dedemit, tiba-tiba kemarin ada tulisan berjudul “Sebagai Fans Real Madrid, Saya Kasihan Melihat Fans Manchester United dan Liverpool yang Saling Ejek” yang isinya sumpah sok asik banget.

Ibarat katanya ya, kita lagi nongkrong sama teman-teman bareng. Terus biasa ada perdebatan kecil-kecilan kalau di tongkrongan. Lagi asik debat, tiba-tiba ada bocah yang datang terus ikut teriak-teriak.

Apaan, sih, pengin banget diajak ngobrol atau gimana nih? Di liga sendiri apa nggak ramai, atau bagaimana? Kasihan banget, pengin dilihat kalau klubnya masih eksis (padahal mah aing sabodo teuing da asli) di jagad dunia sepak bola, huuh. Uuusayang~

Karena saya dikatain nyari validasi bak YouTuber (padahal orang pansos, sama nggak disindir adalah kebiasaan YouTuber yang hakiki) yang cari sensi doang. Saya tanggapin, biar senang aja. Mau dapat sensasi, sama orang-orang sadar kek, “Wah, ternyata Real Madrid mau juara La Liga tapi masih berjuang menghadapi Barca yang padahal isinya cuman orang tua, begitu?”

Agak miris sih tulisan Mas Rizky ini, bilangnya saya bahas Treble Winner Manchester United terus dan trofi piala Liga Inggris, tapi sendirinya bahas trofi si kuping besar dan ngaku-ngaku of course sebagai pemilik kuping besar paling banyak.

Saya, sebagai fans Manchester United, mewakili fans klub lain, yang merasa terwakili saja, sih, mau menegaskan kalau pamer piala itu lumrah, Mas. Udah menang banyak piala, kok, nggak boleh pamer. Alah berak!

Terus yang masalah Class of 92, pasti bacanya nggak lengkap ketahuan. Orang isinya bahas soal akademi Manchester United yang sangat bagus, dan mengambil contoh dari angkatan itu. Ini malah melebar ke mana-mana, aduh Mas Rizky kalau baca sampai selesai dong. Masa sekelas redaktur bacanya menggebu, dan sampai salah tangkap. Oh iya maaf, kan pansos ya? Wajar siii. Atau, jangan-jangan buta aksara? Waduh.

Lagian saya bahas akademi itu juga soal (((loyalitas))) pemain, Mas. Tunggu dulu, apakah Mas Rizky asing dengan kata itu? HAHAHA, maaf ya aku lupa kalau Madrid di bawah uang dan keteknya Papa Perez. Apa itu loyalitas? Apa itu menghargai pemain? Yang penting uang dan uang, saya cinta jadi budak kapitalis.

Diumpanin kok mau, Mas. Fyi, teman-teman yang budiman apakah tahu kalau ternyata legenda Real Madrid sesungguhnya adalah uang? Upsss.

Satu hal lagi mas, biar bacotnya tidak belepotan kemana-mana. Tengok masa jaya Real Madrid, lihatlah David Beckham dan Cristiano Ronaldo itu. Mereka itu dulunya pemain Manchester United yang Real Madrid beli, dan karena mereka, khususnya Ronaldo, klub kesayangan Anda bisa berjaya sampai diklaim sebagai (((terbaik di alam semesta))). Kalau Real Madrid terbaik di alam semesta, berarti Manchester United itu Lauhulmahfuz karena memberikan pemain terbaik ke Real Madrid, dong?

Kocak banget, padahal fans Real Madrid pada santai sama Manchester United. Anda doang emang yang pansos, Masss~

BACA JUGA Percampuran Budaya Sunda dan Betawi di Pernikahan Orang Bekasi dan tulisan Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Baca Juga:  Toleransi Terhadap Perbedaan Kadar Kebahagiaan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
5


Komentar

Comments are closed.