Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Liverpool dan Sebuah Persembahan Terbaik untuk Almarhum Ayah Saya

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
23 Juli 2020
A A
Liverpool dan Sebuah Persembahan Terbaik untuk Almarhum Ayah Saya MOJOK.CO

Liverpool dan Sebuah Persembahan Terbaik untuk Almarhum Ayah Saya MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Pekan ini, Liverpool mengangkat trofi yang hampir tiga dekade tak sudi untuk singgah. Dramanya berlangsung sangat sederhana, walau tak sesederhana terminologi mencintai ala Sapardi. Liverpool menang, Manchester City tumbang melawan Chelsea, gelar liga akhirnya kembali ke pangkuan Bumi Merseyside.

Banyak yang merayakan, tak hanya di Britania saja, melainkan seluruh dunia, terkhusus Indonesia. Tidak gegap gempita perayaan tahun ini. Sederhana saja. Seperti perayaan menyentuh hati yang akan dilakukan Bimo, kawan saya, seorang fans Liverpool.

Perayaan Bimo akan sangat sederhana. Namun, perayaannya, bagi saya, sesama fans Liverpool, adalah perayaan terbaik yang mungkin akan pernah saya saksikan. Bimo akan mengunjungi makam ayahnya. Untuk mengabarkan kegemilangan, menyampaikan kabar baik kalau 30 tahun penantian itu usai sudah.

Bagi Bimo, gelar ini menjadi emosional ketika ayahnya sudah tidak ada. Ayahnya selalu bermimpi melihat Steven Gerrard mengangkat piala Liga Inggris tinggi-tinggi, meski tak kesampaian juga.

Sambil tertawa kecil, Bimo sekali lagi menegaskan kalau gelar ini akan ia persembahkan untuk mendiang ayahnya. “Lucu, sih, yang juara mereka. Tapi, kan, Jurgen Klopp mengatakan gelar ini untuk semua, makanya saya nggak malu mengatakan bahwa gelar ini untuk almarhum ayah saya juga.”

Bimo menyukai Liverpool atas dasar “warisan”. Dari ayahnya, turun ke dirinya. “Entah deh kapan, yang jelas ketika Piala FA. Ayah saya ronda bersama bapak-bapak kampung, teriak-teriak, saya bangun dan diajak nonton. Di sana dia jelasin ini itu, saya nggak paham. Mulai dari sana, entah bagaimana, saya sudah dibaptis menjadi pendukung Liverpool.”

Ditemui di cakruk pertelon lor ndeso, Wahyu (24) yang sedang main karambol pun semringah kala Liverpool juara liga. “Edyan, ndes, aku ngewel pas Chelsea menang itu. Pas pluit mau ditiup, link streaming malah langsung njepret.”

Sambil guyon, Wahyu mengatakan kemenangan Liverpool ini bergitu langka. Katanya, “Dari berbagai isu, mulai dari perang dunia, komet, virus, kemenangan Liverpool seakan nggak direstui, Mas.”

Baca Juga:

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

Liga Inggris memang sempat sempat terhenti karena pandemi corona. Hal ini sesuai dengan protokol kesehatan di Inggris dan dunia. Sempat semilir isu berhembus bahwa juara liga musim ini akan dikosongkan.

“Edan, kemenangan Liverpool ini edan! Nggak bakal ada ece-ecean “next year” atau “you’ll never win again”. Nggak bakal ada! Semua ledekan itu akan musnah. Bullyan suporter lain yang saya terima akan bakal hilang. Ayo kita hitung, puasa lebih mana Liverpool dengan fans lainnya,” kata Wahyu sambil nyentil biji karambol.

Perihal saling ledek, hal senada diungkapkan Bimo. Dia sedikit bernostalgia. “Sebenarnya saya ini kenapa harus jatuh cinta dengan Liverpool. Tapi, semakin lama saya pikir, bullyan dan hinaan penggemar lain itu asik juga. Saya malah terbiasa. Dan di posisi yang berbalik ini, kok ya saya nggak tega balik ngenyek.”

“Bukannya kalau di sosial media bisa losss ngenyek, Mas?” Tanya saya.

Bimo malah kemekelen dengan pertanyaan saya. Katanya, “Mboten je, Mas. Januari lalu saya berpikir begitu. Ah, nanti kalau Liverpool juara aku bakal ngenyek fans MU, Chelsea, fans City yang gaib itu, dan fans lainnya. Tapi setelah pasti juara, nafsu ngenyeknya malang hilang.”

Alasan Bimo punya dasar. “Liverpool juara dalam kondisi seperti ini. Mungkin petunjuk untuk saya dari yang Di Atas untuk jangan jemawa. Kalau Kopites lain ngenyek, ya itu urusan mereka, sih. Kalau cara saya ya seperti ini.”

Wahyu yang tengah tertekan di pertanding karambol malam itu menyahut dengan lantang, “Tak enyek semua teman-temanku fans MU, Mas! Ra urusan!” Katanya sambil tertawa. “Biar gantian, lah. Roda itu berputar. Biar tahu betapa perihnya saya selama ini mendukung Liverpool dengan tabah.”

“Lho, kan tinggal ganti haluan saja, Mas,” goda saya, “bisa ngefans Barca atau Madrid yang auto juara tiap tahun.”

Wahyu yang mukanya tengah dicoret oleh kawan cakruknya karena kalah karambol malah mencak-mencak. “Sampeyan tahu lambangnya Liverpool tho, Mas?”

“Liver Bird, Mas.”

“Eh, hmm, maksud saya semboyannya Liverpool!”

“You’ll Never Walk Alone, Mas,” jawab saya nahan kemekelen.

“Nah, itu saya. Selalu ada untuk Liverpool bagaimana pun kondisinya. Sesakit apa pun itu. Kebahagiaan saya urusan belakang, terpenting aku nang jejere Liverpool caket!”

Dengan sebuah pancingan yang sama, Bimo mengatakan, “Mungkin suratan takdir saya suka sama Liverpool. Saya masih bingung dengan konsep jodoh, barangkali jodoh saya adalah tim pelabuhan yang sunyi dan dingin itu.”

Bagaimana pun juga, dua narasumber ini tidak mungkin melingkupi beragamnya penggemar Liverpool yang sedang bersuka-cita. Namun, satu hal yang paling penting, mengutip Bimo, “Mencintai Liverpool pernah sakit bahkan sampai ulu hati, Mas. Mungkin ini saat yang tepat untuk bangun dari mimpi buruk yang berlangsung begitu panjang. Ini untuk mu, Pah!”

BACA JUGA Manchester United Layak Dibenci Karena Fans Mereka Seperti Anak Kecil dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2020 oleh

Tags: Jürgen Kloppliga inggrisLiverpoolliverpool juara
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

mola tv

Kontroversi Mola TV dan Budaya Gratisan Fans di Indonesia

4 September 2019
Satu Kata untuk Arsenal- “Bubar!” (Unsplash)

Satu Kata untuk Arsenal: “Bubar!”

8 Januari 2024
arsenal torreira MOJOK.CO

Jangan Menangis Lucas Torreira, Petarung Lini Tengah Arsenal

5 Agustus 2020
arsene wenger arsenal MOJOK

Kangen Arsene Wenger Sebagai “Sosok Manusia”, Bukan Pelatih di Atas Lapangan

4 Juli 2020
virgil van dijk cedera liverpool mojok

Alasan Terselubung Pemberitaan Virgil van Dijk yang Cedera Terkesan Berlebihan

22 Oktober 2020
ole gunnar solskjaer Manchester United Layak Merayakan Kelolosan ke Liga Champions Seperti Memenangi Sebuah Piala MOJOK.CO

Manchester United Layak Lolos Liga Champions, Pemain Terbaik Mereka Adalah VAR dan Mike Riley, Selamat!

27 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

23 Juni 2026
Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep MOjok.co sumatera

Sebagai Anak Madura, Saya Cemburu dengan Anak Sumatera yang Tak Perlu Susah Payah Menyembunyikan Identitas

20 Juni 2026
TransJatim Dibenci, tapi Ia Penyelamat Mahasiswa Surabaya (Wikimedia Commons)

Ugal-ugalan Sopir TransJatim Menyelamatkan Masa Depan Mahasiswa Mojokerto yang Kuliah di Surabaya

22 Juni 2026
Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! Mojok.co

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

22 Juni 2026
Mati Listrik di Jogja Adalah Cara Cepat Membunuh Orang Miskin (Unsplash)

Mati Listrik di Jogja Membuka Kenyataan Bahwa Orang Miskin Membayar Lebih Mahal dari Masalah yang Tidak Mereka Ciptakan

20 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.