Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Mungkin, Manchester United Baru Kembali Berjaya setelah 30 Tahun seperti Liverpool, atau Mungkin Tetap Jadi Medioker Hingga Kiamat

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
13 Desember 2023
A A
Mungkin, Manchester United Baru Kembali Berjaya setelah 30 Tahun seperti Liverpool, atau Mungkin Tetap Jadi Medioker Hingga Kiamat

Mungkin, Manchester United Baru Kembali Berjaya setelah 30 Tahun seperti Liverpool, atau Mungkin Tetap Jadi Medioker Hingga Kiamat (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bisa dibilang, masa kejayaan Manchester United berakhir seiring dengan pensiunnya Sir Alex Ferguson di akhir musim 2012/2013. Setelah itu, hanyalah mimpi buruk yang menggelayut lembut di kepala para fansnya.

Kurang lebih satu dekade, Manchester United belum pernah juara Liga Inggris sama sekali. Jangankan tampil prima di pentas sepak bola Eropa, MU justru dibantai tim-tim yang harusnya tak bisa bikin mereka lecet. Nggak usah bawa-bawa tragedi 7-0, mereka barusan dibantai Bournemouth di kandang. DI KANDANG.

ADVERTISEMENT

Tidak mudah melanjutkan apa yang sudah dibangun Fergie selama hampir 27 tahun. Tapi, kejauhan rasanya bicara “melanjutkan Fergie”. Mereka bahkan tidak berfungsi layaknya klub sepak bola yang normal.

Omongan YouTuber jangan dijadikan dogma

Sebelum tiba di Old Trafford, banyak YouTuber dalam dan luar negeri yang sesumbar bahwa Ten Hag akan berhasil mengembalikan kejayaan Setan Merah. Saya nggak masang ekspektasi yang kelewat tinggi. Lihat berapa pelatih yang hancur lebur memegang MU. Ten Hag bisa saja berakhir sama mengenaskannya.

Saya melihat banyak perubahan radikal yang dilakukan pelatih berkepala botak tersebut. Mulai dari mencadangkan Harry Magurie, merekrut Casemiro, hingga berani menendang mega bintang Cristiano Ronaldo dari Old Trafford. Hasilnya? Ten Hag berhasil memberikan gelar juara kecil-kecilan bagi Manchester United, yakni Carabao Cup. Semakin banyak YouTuber atau media sepak bola besar yang memuji-muji Ten Hag.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, bulan madu Erik ten Hag dan Manchester United pun berakhir. Sama seperti jajaran seluruh pelatih yang melatih Manchester United pasca Sir Alex Ferguson pensiun. Mason Mount hingga Rasmus Højlund, belum mampu bersinar di bawah komando Erik ten Hag.

Hal yang paling membuat saya tercengang tentu saja performa André Onana yang mohon maaf, sangat buruk. Onana direkrut Ten Hag untuk menggantikan David de Gea yang dianggap nggak bisa build up serangan dari belakang. Tahu gitu mending de Gea tetap di Old Trafford!

Tak ada yang abadi di dunia ini

Skeptisnya saya saya terhadap Erik Ten Hag ternyata benar juga kan? Hingga tulisan ini saya tulis, Ten Hag, sama seperti seluruh pelatih yang melatih Manchester United setelah pensiunnya Sir Alex Ferguson belum ada yang berhasil sama sekali. Alih-alih marah, saya malah berpikir, “Di dunia ini nggak ada yang abadi. Di dunia ini nggak ada tim sepak bola yang selalu menang dan juara melulu.”

Baca Juga:

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

Banyak klub sepak bola yang pernah berjaya di masa lalu, kini hanya tinggal sejarah. Di Italia ada Parma. Klub ini sempat diperkuat Buffon, Fabio Cannavaro, Crespo, dan Lilian Thuram pada musim 1998–1999. Berhasil finish di peringkat 4 Serie A, juara Coppa Italia, dan juara Piala UEFA. Namun sejak 2004, Parma belum pernah kembali ke kompetisi Eropa. Malah pada musim 2007–2008 Parma harus terdegradasi ke Serie B.

Di Inggris tentu saja ada Nottingham Forest yang legendaris. Mereka berhasil back to back memenangkan Piala Champions Eropa (1978–1979, 1979–1980) dan satu kali juara Piala Super UEFA (1979), namun hingga tulisan ini saya tulis, Nottingham Forest seolah hidup segan, mati tak mau karena jarang sekali penggemar sepak bola di luar Inggris yang mengetahui keberadaan klub ini.

Manchester United mungkin akan jadi medioker selamanya, who knows?

Demikian juga Manchester United. Sebelum memperoleh gelar juara Liga Inggris pada 1992 di bawah kendali Ferguson, terakhir kali United mengangkat trofi tersebut adalah tahun 1966. Liverpool juga sama. Sebelum mengangkat trofi Liga Inggris pada 2019–2020, terakhir kali United mengangkat trofi tersebut adalah pada musim 1989–1990.

Saya akui, saat ini adalah era kejayaan Manchester City baik di level Liga Inggris maupun level Eropa. Semua memang ada masanya. Mungkin, episode di mana Manchester United kembali mengangkat trofi Liga Inggris tidak akan tercapai di bawah asuhan Erik Ten Hag.

Tak ada yang tahu pastinya kapan United kembali mengangkat trofi Liga Inggris atau bahkan gelar Liga Liga Champions. Mungkin, fans Manchester United harus menunggu 30 tahun lamanya seperti fans Liverpool yang bisa menikmati nikmatnya juara setelah penantian 30 tahun? Atau mungkin, hingga saya hembusan nafas saya yang terakhir, klub ini belum juga kembali ke masa kejayaannya? Tak ada yang tahu.

Tapi yang jelas, sekarang kita nikmati dulu kejayaan Manchester United dalam bidang komedi.

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Manchester United Akan Tetap Berdiri Tegak meski Sepak Bola Sudah Punah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Desember 2023 oleh

Tags: erik ten hagliga inggrismanchester unitedpremier leagueSir Alex Ferguson
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Liverpool

Liverpool yang Arogan, Lupa Diri dan Berpotensi Jadi Leicester City Jilid 2

27 Juli 2020
kompetisi liga fpl mojok berhadiah rp2 juta fantasy premiere league mojok.co lomba fpl

Liga FPL Mojok Berhadiah Rp2 Juta: Syarat dan Ketentuan Peserta

14 September 2020
Arsenal Membutuhkan Siksaan Jantung demi Kesempurnaan (Unsplash)

Arsenal Menang dengan Cara Terburuk dari FC Porto di Liga Champions karena Mereka Memang Membutuhkan Siksaan Jantung Ini

13 Maret 2024
arsenal torreira MOJOK.CO

Jangan Menangis Lucas Torreira, Petarung Lini Tengah Arsenal

5 Agustus 2020
Marcelo Bielsa dan Leeds United, Kebahagiaan Bermain Bola dari Elemen Paling Kecil MOJOK.CO

Marcelo Bielsa dan Leeds United, Kebahagiaan Bermain Bola dari Elemen Paling Kecil

18 Juli 2020
3 Alasan Sebaiknya Nggak Usah Beli Jersey Manchester United di Official App terminal mojok

3 Alasan Nggak Usah Beli Jersey Manchester United di Official App

7 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Geprek Olive Fried Chicken, Pilihan Ayam Geprek yang Tak Kalah Favorit dari Bu Rum Jogja Mojok.co

Geprek Olive Fried Chicken, Pilihan Ayam Geprek yang Tak Kalah Favorit dari Bu Rum Jogja

29 Juni 2026
Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan

Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan

28 Juni 2026
4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

26 Juni 2026
4 Coffee Shop yang Jadi Pusat Skena Perkopian di Klaten, Wajib Kalian Coba!

Coffee Shop Skena di Klaten Part 2: Pemain Baru, tapi Kualitas Kopinya Boleh Diadu

26 Juni 2026
Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan jakarta

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

26 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.