Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Apa Benar Kopi Dapat Menentukan Kasta Seseorang?

Soffya Ranti oleh Soffya Ranti
25 September 2019
A A
kasta

kasta

Share on FacebookShare on Twitter

Bicara soal dunia kopi, ceilah kayak anak indie aja kopi senja kopi senja. Yah gitu deh, bicara soal dunia perkopian memang saya bukan ahlinya tapi tentang fenomena kopi dalam lingkup sosial yang benar-benar menjamur saat ini sudah menjadi budaya urban yang melekat dewasa ini.

Fungsi kopi utama adalah tentu tak lain dan tak bukan ialah seperti kebutuhan pokok lainnya, sebagai pelengkap hidangan dan penyuka kopi layaknya penyuka makanan atau minuman lainnya. Entah apa yang membuat penggemar kopi makin bertambah sejak filosofi kopi atau bagaimana, faktanya penggemar kopi dan kedai kopi biasa alias warkop sampai kedai elite sekelas kedai Amerika itu semakin menjamur dan banyak didatangi para konsumennya.

Budaya ngopi ini pun semakin marak. Minum kopi tak hanya sekedar sebagai minuman biasa yang dikonsumsi sebagai kebutuhan pokok atau sekadar penghilang ngantuk belaka tapi para millenials sudah menyikapi budaya ngopi ini sebagai salah satu lifestyle mereka. Buat saya sendiri tentu ngopi bukan menjadi sebuah lifestyle, karena nggak kuat minum kopi, saya hanya minum kopi sesuai kebutuhan saya alias penghilang ngantuk saat nyetir itupun dengan komposisi 70% susu dan 30% kopi.

Pengaruh kopi yang sudah menjadi budaya urban ini menjadi perhatian fenomena sosial. pertama, semakin banyaknya penggemar kopi semakin banyak pula kedai kopi mulai dari sederhana sampai elite berjamuran di berbagai lokasi. Bahkan di daerah kampus saya saja sudah berjejer kedai kopi ala-ala indie dengan slogan puitisnya dengan harga dibandrol biasanya mulai dari dua belas ribu rupiah sampai puluhan ribu.

Belum lagi kedai kopi sederhana alias warkop yang lebih banyak ditongkrongin semua kalangan yang pasti harga segelas kopi gak lebih dari lima sampai enam ribu rupiah imbuh rokok sebal sebul. Uh mantap.

Kedai kopi sederhana sampai elite apakah dapat menentukan kasta seseorang? Jangan dibuat baper deh. Tulisan ini hanya sekedar untuk hiburan di kala berkabungnya saya terhadap revisi undang-undang KPK kemarin eh. Yah,kembali lagi ke kopi. Kasta seseorang ditentukan dari dimana dia ngopi. Iya nggak sih? Sebenarnya ini tergantung konsumennya juga sih.

Jawaban iya, dapat menentukankan kasta seseorang ialah karena menjamurnya kedai-kedai saat ini dengan dibandrol harga yang cukup tinggi membuat siapapun yang memandang sebuah kedai tersebut memiliki konsumen dengan rata-rata cukup berduit dan hedon hanya untuk segelas kopi demi melangsungkan lifestyle mereka. lah piye toh segelas kopi aja harganya bisa buat sepiring nasi soto plus minumnya yang cukup buat dua hari. Itu bagi saya seorang mahasiswa pas-pasan lo ya. Nggak tau lagi kalau kamu.

Mereka yang lebih memilih kedai kopi sederhana atau warkop dapat terlihat para mereka yang sedang males keluar, atau lagi kere hemat aja buat ngopi di kedai-kedai elite. Bagi mereka ngopi ya ngopi nggak perlu kudu café atau kedai elite. Kopi is my life. Apapun tempatnya yang penting ngopi.

Baca Juga:

4 Kasta Teratas Varian Sari Roti yang Rasanya Tidak Pernah Mengecewakan

Pengalaman Mencoba Coffee Gold Indomaret: Enak, Murah, tapi Bingung karena Kasir Indomaret Merangkap Baristanya

Menjamurnya kedai-kedai kopi ini secara tak langsung membuat mereka yang dulunya notabene nggak suka ngopi alias jarang ngopi mulai sedikit-sedikit nongkrong, kerja kelompok, atau ngerjain tugas di café atau kedai tersebut entah karena ajakan para kawan pecinta kopi atau hanya sekadar penasaran dan mulai menjadi sebuah rutinitas atau jadwal khusus. Biasanya setelah memesan tak lupa ditambah snapgram jepretan segelas kopi merk kedainya dengan nama konsumen yang ditulis dengan spidol hitam sesuai custom. Byuuhh mesti disnap.

Ini sebenarnya yang menjadi pengaruh kedai kopi semakin ramai diminati. Kemasan yang unik membuat harga kopi yang semula normal menjadi melejit karena didukung kemasan dan tempat tak lupa merk dengan kalimat puitis yang semakin mendukung lifestyle masyarakat urban kini.

Adapula yang menganggap berlebihan bahwa segelas kopi dapat menjadi indikator kasta seseorang. Walau ada benernya juga sih. Pendapat pun berbeda-beda. Mereka menganggap kopi tak pernah sedikitpun menjadi indikator kasta atau kelas orang tersebut. Semua tergantung minat dan favorit individu masing-masing.

Mereka yang berduit alias memiliki kelas sosial elite yang menggemari kopi warkop sederhana dan tak jarang ngopi juga disana yah banyak. Mereka yang kere hemat dan ingin mencicipi indienya kedai kopi dan harga kopi puluhan ribu juga nggak sedikit. Semua itu tergantung minat dan sifat konsumerisme mereka masing-masing. Jadi menurutmu bagaimana? Apakah segelas kopi menentukan kelas sosial seseorang? (*)

BACA JUGA Surat Protes SpongeBob SquarePants Kepada KPI atau tulisan Soffya Ranti lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2022 oleh

Tags: Coffee ShopkastaKopiPergaulan
Soffya Ranti

Soffya Ranti

Yang sedang melawan penyakit malas dengan mencoba produktif dengan menulis.

ArtikelTerkait

Alasan Booth Nescafe di Kulon Progo Selalu Ramai, padahal Cuma Kecil dan Menunya Itu-Itu Saja Mojok.co

Alasan Booth Nescafe Bisa Jadi Primadona Ngopi Baru di Kulon Progo

6 Januari 2026
5 Menu Kopi yang Aman untuk Sobat Diet Cut Gula, Nggak Perlu Bingung Lagi Saat Liat Daftar Menu!

5 Menu Kopi yang Aman untuk Sobat Diet Cut Gula, Nggak Perlu Bingung Lagi Saat Liat Daftar Menu!

14 Desember 2024
gue

Fenomena ‘Gue’ versi Medhok

22 Agustus 2019
5 Kasta Cokelat yang Ada di Indomaret Terminal Mojok

5 Kasta Cokelat yang Ada di Indomaret

30 November 2022
Tomoro Coffee IPB Dramaga Bogor: Tempat Nyaman buat Nugas di Tengah Kebisingan Jalan Babakan Raya coffee shop

Bisakah Tomoro Coffee Bertahan Lama di Indonesia? Bisa Banget, asal Ritme Bisnis dan Pendanaan Nggak Mandek

16 Februari 2024
Kopi Hitam Tidak Ada Sangkut Pautnya Dengan Kejantanan Seseorang terminal mojok.co

Menjawab Apakah Harga Kopi Mahal Itu Sepadan

14 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.