Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Andalan Orang Bantul Ketika Kasih Nama Kucing Peliharaannya

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
18 Juli 2020
A A
nama kucing MOJOK.CO

nama kucing MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Memberi nama kucing tidak sesederhana dulu. Banyak nama-nama unik, out of the box, sampai yang ndakik-ndakik. Mengadopsi nama wayang hingga nama pemain sepak bola pun ada. Tak jarang juga, di daerah tertentu, nama-nama untuk hewan peliharaan seakan memiliki pakem-pakem tersendiri. Misalkan di Jepang lekat dengan nama seperti Shiro atau Kuro.

Di daerah tempat tinggal saya, nama kucing yang dipilih tak kalah unik dengan Jepang. Biasanya, konsep ini dipakai oleh pakdhe, budhe, atau simbah. Bukannya norak, nama-nama yang diusung oleh mereka malah menghadirkan sisi unik. Nggak percaya? Sini saya kasih tahu. Siapa tahu bisa juga jadi rekomendasi nama kucing di rumah.

ADVERTISEMENT

Pertama, Cemeng. Nama kucing satu ini sudah jamak ditemui untuk daerah Jogja secara khusus, dan Jawa secara umum. Cemeng merupakan nama dari anak kucing sebagaimana anak cicak namanya sawiyah, anak garangan namanya rase, anak kadal namanya tobil, dan anak kancil namanya kenthi. Nama cemeng berindikasi jika kucing itu sudah diadopsi ketika masih bayi, ketimbang pusing-pusing manggil apa, yasudah cemeng saja.

Nama cemeng nggak mungkin diberi semisal kucing itu diadopsi ketika sudah besar. Atau diberikan ketika ada kucing liar liwat pekarangan, kemungkinan dipanggil, “Mdene, Meng,” nggak ada yang seperti itu. Nama kucing ini mutlak dipergunakan ketika kucing itu masih bayi. Cemeng bukan sembarang cemeng, kalau lagi males manggil panjang-panjang, biasanya mereka bakal nyebut seperti ini; “meng, meng, meng” dan si cemeng bakal moro.

Kedua, Telon. Nama kucing ini dipakai ketika si pus punya tiga warna. Nggak mungkin kucing hitam, oranye, atau putih seluruhnya dipanggil telon. Nama ini dipakai masyarakat Bantul bermula dari istilah kembang telon yang artinya memiliki tiga warna. Kucing seperti ini banyak sekali di daerah saya. Kalau banyak itu mbok ya bikin aliansi belajar gitu, biar gerakan mereka terorganisasi dengan baik untuk memerangi hama tikus. Syukur-syukur hama wereng.

Telon digunakan untuk kucing berwarna putih yang ada corak hitam dan oranye. Katanya, kucing ini mbois sekali. Kebanyakan betina dan suka melucu walau bukan pelawak. Mungkin, lucu itu bakat lahir batin seekor kucing. Oh iya, kata simbok saya, jangan manggil telon sebagaimana memanggil cemeng dengan diulang-ulang. Lha kalau cemeng enak, dipanggil berulang jadi meng, meng, meng. Sedangkan telon, dipanggil berulang jadi…asudahlah.

Ketiga, Ireng/Iteng. Ini terjadi ketika kucing yang dimiliki dominan hitam. Item atau ireng dalam Bahasa Jawa memiliki arti warna hitam, sebagaimana kuro dalam Jepang. Saya nggak tahu di sini mitos kucing hitam pembawa sial eksis atau tidak, biasanya, kebanyakan anak-anak lebih suka kucing yang berwarna hitam sebagai pilihan mereka.

Kalau di luar sana ya kucing hitam palingan dipanggil Nightly, Kuro, pol mentok ya Night Furry. Kalau di sini, biasanya nama kucing yang warnanya hitam menggunakan formula yang bikin kemekelen. Formula pertama, bubuhan “su”  + Ireng/Iteng, jadinya Suteng atau Sureng. Formula kedua, bubuhan “si” + Ireng/Iteng, jadinya dipanggil Sireng atau Sureng. Kondisionil saja, pokoknya upayakan kucing andalanmu itu namanya jadi sembois mungkin.

Baca Juga:

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

Rela Utang Koperasi Kantor demi Biaya Berobat Kucing yang Sudah seperti Keluarga, Saya Dicap Nggak Waras dan Bodoh

Keempat, Oren. Sebelum ada stigma kalau kuchenk oren itu bar-bar, di Bantul penggunaan nama kucing ini sudah mewabah bak jamur teletong. Pating tletek di mana-mana karena populasi kucing oren di sini, menurut sumber yang nggak bisa dipercaya, jumlahnya sama dengan masyarakat Kabupaten Bantul itu sendiri. Berbekal kasih sayang yang tulus dan bingung kasih nama kucing lantaran saking banyaknya, ya sudah kasih nama oren saja.

Di sini kucing oren tidak bar-bar, tapi pekerja keras. Pagi hingga malam mereka bergerilya mencari tongkol sisa di pasar-pasar sepanjang Bantul. Atau cari curah di rumah-rumah para pecinta kucing. Gerakan mereka lebih terorganisir ketimbang telon. Kalau nggak salah, mereka punya grup WhatsApp bernama “Oren SUKSES 2K20 AAMIIN!!”.

Rapat tahunan mereka biasanya diadakan di Pasar Bantul, dekat blok penjual kembang-kembang sisih wetan. Halah itu lho, lapak brambang Yu Sumi, nah jalan dikit ke wetan, nanti ada lapak penjual kembang pakai mobil. Biasanya oren melakukan pergerakan di situ.

Kelima, Jangkrik. Nama kucing ini dipakai ketika kucingmu atau kucing liar, masuk rumah dan nggondol makanan di meja makan, biasanya pemilik rumah bakal berteriak, “Wooo, jiangkrik!”

BACA JUGA Menghitung Penghasilan Sandy Cheeks, Tupai Jenius di Bikini Bottom dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2022 oleh

Tags: Kucingkucing orennama kucing
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

kucing

Ngangsu Kawruh Pada Kucing dan Lampu Merah

17 Mei 2019
5 Macam Kepribadian Kucing Kompleks Berdasarkan Observasi Lapangan terminal mojok.co

Pengalaman Street Feeding dan Catatan Hati untuk Pemilik Kucing Ras

29 Mei 2020
pengalaman menemani kucing melahirkan persiapannya apa saja cara mendampingi tanda-tanda kucing melahirkan mojok.co

Pengalaman Berkali-kali Membantu Kucing Melahirkan

29 Agustus 2020
kecoa dan kucing

Hikayat Kucing dan Kecoa

11 Juni 2019
membuang kucing di pasar

Membuang Kucing di Pasar, Cara Pecundang Lari dari Tanggung Jawab

11 November 2021
Kucing Tak Hanya Hewan Peliharaan, bagi Petani, Kucing Adalah Pahlawan

Kucing Tak Hanya Hewan Peliharaan, bagi Petani, Kucing Adalah Pahlawan

5 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026
5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

24 Juni 2026
4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu! Mojok.co

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu!

24 Juni 2026
3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

Sebagai Pengendara Motor di Bandung, Saya Capek Ikut Menyumbang Macet Setiap Hari

27 Juni 2026
UIN SAIZU, Kampus Ngapak Terbaik di Purwokerto PAI UIN Saizu

Hal-hal yang Membuat Saya Sedikit Menyesal Masuk Prodi PAI UIN Saizu, meski Tidak Sampai Ingin Pindah Kampus

23 Juni 2026
Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku “32 Tahun Menjarah Alam” Mojok.co

Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku 32 Tahun Menjarah Alam

25 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.