Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak

Sonya Mawardani oleh Sonya Mawardani
23 Mei 2026
A A
Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak Mojok.co

Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pengalaman cari kerja pertama kali di Wonogiri

Pengalaman pertama mencari kerja di Wonogiri tidak akan terlupa. Pada saat itu saya coba melamar di sebuah percetakan dekat tempat tinggal saya sebagai operator desain. Saya mengetahui lowongan itu dari informasi yang beredar tanpa mencantumkan nominal gaji.

Saya datang dengan harapan bisa berdiskusi secara profesional mengenai pekerjaan dan upah. Namun, suasana wawancara yang saya bayangkan ternyata jauh berbeda dari kenyataan.

Ketika pemilik usaha bertanya berapa gaji yang saya inginkan, saya meresponsnya dengan nominal setara UMK Wonogiri 2023, sekitar Rp1,9 juta. Pemilik percetakan menertawakan jawaban tersebut.

Pemilik percetakan kemudian mengatakan, jika ingin mendapat upah sebesar itu, saya harus menjalani masa training selama tiga bulan tanpa dibayar. Setelah menjadi karyawan tetap pun, saya diwajibkan bekerja dari pukul 7 pagi hingga 9 malam dengan target lebih dari 20 desain per hari. 

Parahnya, selama tes desain saya malah mendapat candaan misoginis dari pelanggan yang punya kedekatan dengan owner percetakan. Saya jadi kurang fokus. Hasil tes tidak maksimal, dan akhirnya saya ditolak.

Sepulang dari tempat percetakan tersebut, perasaan saya campur aduk. Sedih, marah, kecewa, hingga malu bercampur menjadi satu. Saya menceritakan semuanya kepada ibu sambil menangis sesenggukan.

Baca juga Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain.

Pengalaman kedua cari kerja yang tak kalah menyedihkan 

Pengalaman kedua cari kerja, saya mencoba melamar di salah satu toko kosmetik di Baturetno. Karena pengalaman buruk sebelumnya, saya mencoba menurunkan ekspektasi soal gaji. Saya berekspektasi bisa dapat gaji sekitar Rp1,5 juta.

Baca Juga:

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

Akan tetapi, pemilik toko hanya menawarkan gaji Rp1,1 juta. Padahal, tanggung jawab pekerjaannya nggak main-main. Jam kerjanya sekitar 10 jam lebih. Namun, saya tetap coba terima tawaran itu karena sedang tak punya pilihan lain. 

Lagi-lagi apes. Owner tidak memberi tahu saya harus masuk shift apa. Saya malah datang di shift pagi dalam kondisi kurang fit dan wajah pucat. Pegawai shift pagi kemudian memberi tahu bahwa seharusnya saya masuk siang, tetapi saya bilang kalau owner tidak pernah memberi tahu jadwalnya. Anehnya, pegawai tersebut malah membela owner dengan alasan beliau lupa.

Saya mulai merasa dipermainkan. Saat giliran shift siang tiba dan saya mulai bekerja di toko itu, owner datang untuk visit. Menjelang toko tutup di waktu malam, saya diberitahu owner bahwa saya dipecat.

Alasan pemecatannya pun tak masuk akal.  Saya dianggap kurang menarik dan wajah saya pucat, padahal tidak ada insentif untuk pegawai membeli makeup. Rasanya, cobaan saat mencari kerja selalu datang silih berganti.

Pengalaman ketiga cari kerja tidak lebih baik dari sebelumnya

Cobaan berikutnya datang ketika saya melamar sebagai buruh jahit di sebuah pabrik garmen di Wonogiri Kota. Saya sempat yakin karena perusahaan itu besar, terdaftar, ada BPJS, status karyawan tetap, dan gaji UMK Wonogiri.

Akan tetapi, saat hari pertama pengenalan perusahaan, ternyata karyawan baru harus training selama tiga bulan. Anehnya, di bulan pertama kami tidak menerima gaji. Kami hanya mendapat uang makan Rp105.000 untuk sebulan. Saat itu kondisi keuangan saya sedang menipis, sementara saya sudah terlanjur deal kos. 

Saya pun berpikir, bagaimana membayar kebutuhan lain kalau sebulan tidak menerima gaji? Akhirnya saya memilih pergi daripada perusahaan memeras tenaga dan keringat saya hingga kering. 

Hidup di Wonogiri cuma dapat hikmahnya

Apa yang didapat dari berkali-kali melamar kerja di Wonogiri? Betul, hikmahnya saja. Hikmah bahwa mendapat upah layak dengan bekerja di Wonogiri adalah kemustahilan. Hikmah untuk tidak langsung percaya apa yang tersebar di media sosial. 

Lebih dari itu, pengalaman berkali-kali cari kerja di Kota Gaplek menyadarkan saya untuk merantau. Itu lebih baik daripada terjebak di daerah dengan kesempatan yang sempit dan upah tak seberapa ini. 

Penulis: Sonya Mawardani
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Sentolo Kulon Progo Banyak Berubah dan Warlok Kebagian Jadi Penonton Aja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 Mei 2026 oleh

Tags: anak mudakerja wonogiriloker wonogiriwarlok wonogiriWonogiri
Sonya Mawardani

Sonya Mawardani

ArtikelTerkait

Wonogiri dan Gunungkidul, Saudara Kembar Beda Nasib

Wonogiri Ramenya Cuma Waktu Lebaran Pala Kau, Main-mainlah Sini biar Paham!

13 Februari 2023
Telepon Ditakuti Anak Muda, Lebih Nyaman Bicara Melalui Chat

Telepon Ditakuti Anak Muda, Banyak yang Lebih Nyaman “Bicara” Melalui Chat

20 September 2024
Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

21 September 2025
ootd

Tipe-Tipe Peserta Jalan Sehat Dilihat dari OOTD-nya

16 Agustus 2019
Penyambutan Tokoh Ormas Boleh, Konser Musik Harusnya Juga Boleh, dong? terminal mojok.co

Dangdut Koplo di Kalangan Pemuda: Sempat Dianggap Norak, Sekarang Malah Semarak

15 Agustus 2019
Ironi Sukoharjo Jawa Tengah: Punya Slogan Sukoharjo Makmur, tapi Penduduknya Memilih Kabur untuk Merantau kabupaten sukoharjo, solo baru kereta batara kresna wonogiri ka batara kresna

Kereta Batara Kresna Kini Makin Cepat, Perantau Wonogiri Makin Full Senyum, Main ke Jogja Jadi Lebih Mudah

15 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Jadi Penyelamat di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas Mojok.co

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas

13 Juni 2026
Soal Budaya Makan, Jawa Miskin Mengenaskan di Depan Sumatra (Unsplash)

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

13 Juni 2026
Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat Mojok.co

Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat

12 Juni 2026
Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih? Mojok.co

Menggugat para Pengendara yang Hobi Menyalakan Lampu Hazard Pas Hujan Deras: Anda Mau Aman atau Mau Bikin Pengendara Lain Masuk Jurang?

13 Juni 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

10 Juni 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.