Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Akhirnya Vanessa Angel Bebas Menjemput Rejeki

Benediktus Nama Koro Kaha oleh Benediktus Nama Koro Kaha
5 Juli 2019
A A
vanessa angel bebas

vanessa angel bebas

Share on FacebookShare on Twitter

Awal tahun 2019 Indonesia digemparkan dengan penangkapan salah satu artis bernama Vanessa Angel yang terlibat dalam kasus prostitusi di Surabaya. Sungguh malang nasib Vanessa kala itu. Pasalnya, sebelum ‘menjajakan’ diri, wanita tersebut sempat mengupdate status di media sosial. Status yang ditulisnya pun langsung viral di jagat online.

‘Menjemput rezeki di awal tahun 2019’, itulah sepenggal kalimat yang ditulis Vanessa dan langsung diparodikan oleh sejumlah netizen di dunia maya. Ibarat maling nggak dapat target tapi digebukin massa, begitulah nasib Vanessa kala itu. Uang Rp 80 juta yang dijanjikan raib, artis cantik nan seksi itu harus menanggung rasa malu sendirian.

Enam bulan berlalu, dan Vanessa pun dibebaskan. Bebasnya Vanessa inilah yang membuat saya ingin menuangkan ide dalam artikel ini. Saya tidak akan membahas tentang kasus Vanessa karena bisa jadi apa yang saya lakukan lebih jahat daripada yang ia lakukan. Lalu, sebenarnya apa topik utama artikel ini?

“Ehhh, Vanessa Angel udah bebas lo, langsung update di Instagram,” ujar ibu-ibu kompleks yang gemar main media sosial.

“Gila ya tu anak, nggak ada penyesalan apa-apa. Udah bebas langsung aja main Instagram,” timpal ibu-ibu lainnya.

Berdasarkan hasil menguping gosip emak-emak di sore hari, tercetuslah artikel tentang Vanessa Angel ini. Hal pertama yang saya pikirkan adalah kok bisa ya—kenal nggak, keluarga pun nggak, tapi komentarnya selalu memojokan orang yang tak dikenal. Bagi saya, tindakan tersebut hanya buang-buang tenaga, pikiran dan tentunya juga waktu.

Bisa jadi ibu-ibu itu hanya mengisi waktu luang dengan membicarakan sosok Vanessa yang memang sedang naik daun, tapi kenapa harus diungkapkan dengan kalimat yang terkesan negatif? ‘Dasar wanita murahan’—itulah yang digosipkan ketika Vanessa ditangkap. ‘Baru juga bebas langsung main Instagram’—ini adalah sindiran halus, sesaat setelah Vanessa dibebaskan.

Haruskah segala sesuatu dikomentari dengan cara negatif? Tak adakah pikiran untuk berbicara lebih positif. Atau, inikah budaya kita di zaman sekarang? Mental mengkritik tanpa berbuat apa-apa alias banyak bicara tapi tindakan sama dengan nol. Apalagi saat ini media sosial tampak mendominasi sebagian besar gerak langkah manusia.

Baca Juga:

Menjadi Orang tua seperti Pak Doddy Adalah Seburuk-buruknya Pilihan

Jangan (Terlalu) Menghujat Konten Mistis Vanessa Angel, Otak Kreator Mampunya Segitu doang

Media sosial menjadi ladang empuk bagi para intovert untuk menuangkan ide-ide mereka. Sayang, tidak semua mampu menyalurkan pemikiran secara lebih positif. Tak heran muncullah istilah nyinyir di dunia media sosial. Orang-orang seperti ini bisanya hanya berkoar-koar di media sosial tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di kemudian hari. Beraninya cuma di media sosial sementara di dunia nyata mati keok.

Kembali lagi ke topik awal soal Vanessa Angel. Pantaskah, kita sebagai orang yang sama sekali tak mengenalnya harus menghakimi wanita tersebut? Tidak cukupkah wanita malang itu menerima cercaan dari keluarganya—dari orang-orang terdekatnya? Mengapa kita harus menambah sakit hati Vanessa dengan meninggalkan komentar-komentar tak pantas di media sosial?

Sejenak saya merenung, memikirkan begitu religiusnya masyarakat Indonesia. Ada yang melecehkan agama, otomatis akan ada demo besar-besaran membela agama. Jangan sekali-kali menyinggung perasaan orang Indonesia soal agama kalau tak mau berakhir tragis. Di saat bersamaan, sebuah perenungan yang lain juga menghampiri. Jika agama yang dibela, maka ada hubungannya dengan Tuhan. Jika hidup mereka sesuai dengan ajaran Tuhan, mengapa harus mengucilkan sesama manusia? Bukankah kita semua sama di mata Tuhan?

Perjalanan hidup Vanessa Angel mungkin tak semanis sirup di bulan Ramadan, namun banyak yang bisa kita petik dan dijadikan pelajaran.  Hidup manusia ini panjang, dan tak ada satu orang pun di dunia yang bisa meramal masa depan, kecuali Roy Kiyoshi—itupun kalau benar. Masa depan kita ada di tangan Tuhan namun sebaik apa hidup kita di dunia ini ditentukan sendiri oleh masing-masing orang.

Bak roda yang senantiasa berputar—kadang di atas dan kadang di bawah—begitulah hidup kita. Mungkin hari ini Vanessa yang tertangkap—bisa jadi dua atau tiga tahun mendatang musibah menimpa kita dalam bentuk lainnya—semoga tidak yhaaa~. Mungkin saat itu tiba, bisa jadi Vanessa menjadi salah satu donatur untuk kisah hidupmu yang miris.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: menjemput rezekivanessa angelvanessa angel bebas
Benediktus Nama Koro Kaha

Benediktus Nama Koro Kaha

ArtikelTerkait

konten mistis almarhum Vanessa Angel

Jangan (Terlalu) Menghujat Konten Mistis Vanessa Angel, Otak Kreator Mampunya Segitu doang

8 November 2021
Pak Doddy

Menjadi Orang tua seperti Pak Doddy Adalah Seburuk-buruknya Pilihan

3 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.