A-Z Jurusan Ilmu Politik: Jurusan yang Dikira Lulusnya Auto Jadi Anggota DPR

Artikel

Avatar

Hah?? Jurusan Ilmu Politik?

Banyak orang kayaknya skeptis sama jurusan Ilmu Politik. Mungkin gara-gara pandangan kalau politik itu sesuatu yang tabu, kotor, jahat, korup, dan menghalalkan segala cara kali yak?

Ya nggak heran sih, praktik politik memang banyak yang kayak gitu, makanya banyak orang jadinya acuh, apatis bahkan nggak pengin terlibat berpolitik.

Dengan politik yang selalu diasosiasikan dengan hal-hal jahat, apa masih perlu kita belajar soal politik? Apa nggak takut gitu? The answer is depending on yourself.

Sebenarnya politik itu nggak jahat lho. Politik idealnya digunakan untuk mencapai kepentingan masyarakat (bukan pribadi apalagi golongan). Jadi ya harusnya sebanyak mungkin orang harus belajar berpolitik agar semakin banyak orang yang bekerja untuk mencapai kepentingan masyarakat tadi.

Nanti kerjanya jadi Anggora DPR ya?

FYI aja nich ya, lulusan ilmu politik pekerjaannya bukan untuk jadi anggota dewan aja lho. Karena perkembangan ilmu politik udah makin pesat, kajiannya bukan cuma ngomongin trias politica, parpol, demokrasi, pemerintahan dan pemilu. Tapi juga mulai mengkali budaya populer, pemikiran barat, islam, politik luar negeri, kebudayaan, gerakan sosial, ekonomi politik, komunikasi politik dan masih banyak lagi. Dengan luasnya bidang yang dikaji, lulusan ilmu politik sekarang bisa jadi analis keijakan, praktisi politik (politisi) aktivis, negosiator, pekerja lembaga pemerintah, diplomat, peneliti di lembaga riset, konsultan politik sampai jadi jurnalis juga bisa.

Satu hal yang terpenting ketika berbicara pekerjaan adalah back to your self. Suatu pekerjaan akan mendukung jika ditambah dengan soft skill yang mumpuni, tekad yang kuat, dan networking. Jika hanya mengandalkan gelar, nama kampus, dan akreditasi jurusan pun saya kira tidak akan cukup jika tidak didukung oleh tagline back to your self.

Apa aja yang dipelajari di jurusan ilmu politik?

Akan ada banyak hal yang akan kamu pelajari ketika masuk jurusan ilmu politik. Pada tingkat awal, disetiap jurusan mana pun, pasti akan diantar dengan mata kuliah pengantar-pengantar. Di jurusan ilmu politik sendiri, pada semester awal akan mempelajari seputar pengantar ilmu politik, pengantar ilmu sosiologi, pengantar ilmu hukum, pengantar ilmu antropologi, pengantar ilmu pemerintahan, dan beberapa mata kuliah pengantar lainnya.

Baca Juga:  Kuliah Jurusan Ilmu Komunikasi yang Disangka Belajar Ngomong Doang

Menginjak tingkat dua, mata kuliah pun akan semakin mengerucut dan berfokus, seperti mata kuliah kajian partai politik, sistem pemilu, perbandingan politik, pemikiran politik, kebijakan publik, pemikiran politik barat, dsb.

Menginjak tingkat tiga, mata kuliah semakin berfokus lagi, seperti etika politik dan korupsi, pembangunan politik, otonomi daerah, pemikiran politik islam, politik dan pemerintah lokal, politik dan HAM, negara dan masyarakat sipil, politik luar negeri, dan masih banyak lagi.

Dan tingkat akhir, akan mempelajari seputar pesantren dan politik, politik agraria, perilaku politik, marketing politik, dsb. Beberapa mata kuliah diatas, tentu tidak akan sama dengan seluruh jurusan ilmu politik di berbagai perguruan tinggi. Akan tetapi, sesuai dengan kurikulum yang berlaku di jurusan setiap perguruan tinggi.

Apakah di jurusan ilmu politik ada mata kuliah yang berhubungan dengan hitungan?

Jawabannya adalah ada. Mungkin ada sebagian dari kalian yang mengambil jurusan ilmu politik hanya karena ingin mengindar dari hiruk pikuk hitungan dengan segala macam formula. Tapi tenang, mata kuliah hitungan tersebut tidak sebanyak mata kuliah hitungan yang ada di jurusan akuntasi. Hanya ada beberapa mata kuliah hitungan seperti statistika dan metode penelitian kuantitatif yang akan kalian temui. Selebihnya, kalian akan bertemu dengan teori-teori dan pemikiran-pemikiran yang harus dipahami, bukan dihafal!

Bagaimana proses belajar di jurusan ilmu politik?

Ada banyak proses pembelajaran baru yang akan kalian temui ketika menjadi mahasiswa, khususnya masuk di jurusan ilmu politik. Kegiatan berdiskusi di kelas, berdebat, presentasi, tugas makalah, resume, hingga penelitian kecil akan kalian temui. Maka dari itu, kebiasaan membaca dan menulis amat sangat akan mendukung kegiatan proses belajar di jurusan ilmu politik. Terlebih, jika salah satu mata kuliah yang berkaitan dengan pemikiran filsuf yang telah meninggal, yang hanya bisa dipelajari dengan membaca karya tulisnya.

Bagaimana ujian di jurusan ilmu politik?

Ujian di jurusan ini didominasi dengan bermain kata-kata dalam tulisan. Dalam artian, bentuk pertanyaan yang diberikan akan bersifat argumen hingga analisis menggunakan teori.

Beberapa pertanyaan diatas merupakan pertanyaan yang sering hadir ketika memutuskan atau hendak masuk ke jurusan ilmu politik. Terlepas dari jawaban yang saya sampaikan, tentu akan ada perbedaan, baik itu di sistem maupun kurikulum jurusan di setiap perguruan tinggi.

Baca Juga:  Mencari Satyameva Jayate yang Hilang di Perguruan Tinggi

Apa pentingnya masuk jurusan ilmu politik?

Disadari atau tidak, manusia tidak bisa dilepaskan dari politik. Karena segi kehidupan manusia selalu berkaitan dan dipengaruhi dengan politik. Apakah ikut berpartisipasi atau tidak dalam proses politik. Terjadinya “kelangkaan” sumberdaya dalam negara atau bangsa tidak dapat dihindarkan dari masalah politik. Misalnya masalah kemiskinan, tidak meratanya kesejahteraan sosial akibat kebijakan negara, konflik sosial, atau krisis ekonomi selalu berkaitan dengan politik.

Konflik politik dalam arti luas dalam suatu negara atau masyarakat pun tidak bisa diartikan sebagai chaos (kekerasan), namun termasuk yang tidak nampak di dalam permukaan. Dalam kondisi demikian, maka orang akan terdorong melakukan aktivitas atau kegiatan politik dalam bentuk yang berbeda. Apakah masuk dalam Parpol, organisasi kemasyarakatan, atau kegiatan lainnya yang peduli dengan politik.

Terlepas kalian berasal dari program IPA di sekolahnya, kalian masih tetap bisa menyesuaikan dengan mata kuliah rumpun sosial yang akan ditemui di jurusan ilmu politik. Berbeda dengan yang mengambil program IPS di sekolahnya, lalu mengambil jurusan eksakta di perguruan tinggi. Kesulitan akan sedikit menghampiri karena eksakta bersifat positivisme (ilmu pasti).

Seperti yang sudah saya utarakan diatas, perkembangan ilmu politik pada saat sekarang ini terbilang sangat signifikan. Perannya digunakan dalam setiap bidang ilmu, bahkan sengaja dipadu padankan dengan bidang ilmu lain. Bohong jika dikatakan bahwa setiap kehidupan tidak ada politiknya. Bukan berarti politik identik dengan parlemen, anggota dewan, dan partai politik, melainkan urusan rumah tangga pun ada hubungannya dengan politik.

BACA JUGA Alasan Kuliah di Jurusan Pendidikan Khusus dan Bagaimana Rasanya Dilatih Jadi Guru SLB dan tulisan Fazrian Noor Romadhon lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
3


Komentar

Comments are closed.